Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

MEMPERKUAT GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SMA DI BALIKPAPAN Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.281

Abstract

Abstrak: Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan gerakan literasi pemerintah Kota Balikpapan, dampaknya bagi guru dan siswa dalam menumbuhkembangkan gerakan membaca;  serta upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam menumbuhkan gerakan membaca bagi siswa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis deskriptif yang mencakup komponen pelaksanaan program pengajaran dalam mendorong siswa meningkatkan gemar membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian instrumen atau daftar isian, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) dengan responden guru-guru pada 3 SMA Negeri di Kota Balikpapan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sosialisasi gerakan membaca yang menjadi program literasi pemerintah Kota Balikapapan sampai ke para guru, pihak sekolah sebatas mensosialisasikan kepada guru-guru mata pelajaran terkait seperti guru bahasa Indonesia. Ditinjau dampak program gerakan literasi pemerintah kota bagi kalangan guru, sebanyak 41,67 persen guru menjawab ada dampaknya dan 58,33 persen tidak ada dampaknya. Salah satu program pemerintah kota, yaitu mematikan televisi setelah maghrib hingga pukul 11 malam merupakan program lama, yang perlahan mulai kurang diminati siswa. Upaya sekolah dalam menumbuhkan gerakan minat baca,  seluruh guru  menilai bahwa dampak kebijakan sekolah seperti membaca kitab suci di awal pelajaran anak menjadi rajin membaca buku keagamaan karena dibiasakan.
MEMPERKUAT GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SMA DI BALIKPAPAN Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.281

Abstract

Abstrak: Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan gerakan literasi pemerintah Kota Balikpapan, dampaknya bagi guru dan siswa dalam menumbuhkembangkan gerakan membaca;  serta upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam menumbuhkan gerakan membaca bagi siswa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis deskriptif yang mencakup komponen pelaksanaan program pengajaran dalam mendorong siswa meningkatkan gemar membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian instrumen atau daftar isian, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) dengan responden guru-guru pada 3 SMA Negeri di Kota Balikpapan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sosialisasi gerakan membaca yang menjadi program literasi pemerintah Kota Balikapapan sampai ke para guru, pihak sekolah sebatas mensosialisasikan kepada guru-guru mata pelajaran terkait seperti guru bahasa Indonesia. Ditinjau dampak program gerakan literasi pemerintah kota bagi kalangan guru, sebanyak 41,67 persen guru menjawab ada dampaknya dan 58,33 persen tidak ada dampaknya. Salah satu program pemerintah kota, yaitu mematikan televisi setelah maghrib hingga pukul 11 malam merupakan program lama, yang perlahan mulai kurang diminati siswa. Upaya sekolah dalam menumbuhkan gerakan minat baca,  seluruh guru  menilai bahwa dampak kebijakan sekolah seperti membaca kitab suci di awal pelajaran anak menjadi rajin membaca buku keagamaan karena dibiasakan.
MEMPERKUAT GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SMA DI BALIKPAPAN Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.281

Abstract

Abstrak: Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan gerakan literasi pemerintah Kota Balikpapan, dampaknya bagi guru dan siswa dalam menumbuhkembangkan gerakan membaca;  serta upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam menumbuhkan gerakan membaca bagi siswa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis deskriptif yang mencakup komponen pelaksanaan program pengajaran dalam mendorong siswa meningkatkan gemar membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian instrumen atau daftar isian, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) dengan responden guru-guru pada 3 SMA Negeri di Kota Balikpapan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sosialisasi gerakan membaca yang menjadi program literasi pemerintah Kota Balikapapan sampai ke para guru, pihak sekolah sebatas mensosialisasikan kepada guru-guru mata pelajaran terkait seperti guru bahasa Indonesia. Ditinjau dampak program gerakan literasi pemerintah kota bagi kalangan guru, sebanyak 41,67 persen guru menjawab ada dampaknya dan 58,33 persen tidak ada dampaknya. Salah satu program pemerintah kota, yaitu mematikan televisi setelah maghrib hingga pukul 11 malam merupakan program lama, yang perlahan mulai kurang diminati siswa. Upaya sekolah dalam menumbuhkan gerakan minat baca,  seluruh guru  menilai bahwa dampak kebijakan sekolah seperti membaca kitab suci di awal pelajaran anak menjadi rajin membaca buku keagamaan karena dibiasakan.
STRATEGI MGMP SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI TENGAH BERBAGAI KENDALA : (Studi Kasus di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat) Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i2.375

Abstract

This study aims to i) obtain information on what efforts are carried out by MGMP with junior high school subjects in the district. Fifty Cities in order to be able to run to maximize teacher professionalism in the midst of constraints and limitations, ii) know the profile of the MGMP subject to SMP from funding, and activeness, iii) obtain information on the constraints and solutions carried out by the junior high school MGMP management, in facing limitations and obstacles. This study used a descriptive qualitative approach with a case study research design. Data collection techniques are non-participant open observation, semi-structured interviews and documentation studies. The data used in this study are primary data collected through clustered group discussion (DKT) and filling out a questionnaire by 14 heads / administrators of the MGMP. Data were analyzed using descriptive statistical techniques. The results of the study concluded that (i) the efforts made by MGMP with junior high school subjects included upholding the principle of kinship. The activities are always coordinating, and all problems are always decided together related to funds, location, materials and the existence of the narcissum, (ii) the profile of the MGMP subject to junior high school is mostly very active in holding meetings 12 times a year, as well as the percentage of active MGMP on average. average above 70 percent. The management also assured, whether there is assistance or not, the MGMP must continue to run with independent funds, (iii) the classic obstacles of the MGMP are always decided together, the working principle reflects the activities of "from, by and for the teacher".
STRATEGI KEPALA SEKOLAH SMA DALAM PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID-19 DI PROVINSI SUMATERA UTARA Joko, Bambang Suwardi; Relisa
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v14i1.390

Abstract

This study aims to determine the learning strategy applied, the obstacles faced, and the efforts of the head of high school in North Sumatra in learning during the Covid-19 pandemic. This research uses a mixed method approach, combining quantitative and qualitative approaches. The document study was conducted to examine data on the role of the principal in the form of tasks and functions related to learning in helping teachers improve the quality of learning. Secondary data comes from the PSMA Directorate, Pusdatin Kemdikbud, and related units. A total of 71 high school principal respondents participated in the online principal instrument survey. The results showed that schools made plans by determining the curriculum, namely K-13, emergency curriculum, or curriculum development itself. Many SMAs follow the MoEC policy using a simplified 1-sheet RPP. Learning media that are considered effective are instructional videos, photos, and powerpoints. Most of them carry out lessons online, and advise teachers to use a variety of applications for assigning students so that students don't get bored. Learning constraints are limited internet quota, lack of internet facilities, no network, and many teachers are not used to using the internet. The assessment evaluation is based on the results of activity reports, exam results, and discussions with the teacher, in the form of essays, multiple choice, and project assignments. Follow-up assessments, provide feedback to teachers, students and parents, make remedials, and provide and enrichment. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pembelajaran yang diterapkan, kendala yang dihadapi, serta upaya kepala Sekolah Menengah Atas di Sumatera Utara pada pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed method), menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Studi dokumen dilakukan untuk mengkaji data peran kepala sekolah berupa tugas dan fungsi yang berkaitan dengan pembelajaran dalam membantu guru meningkatkan mutu pembelajaran. Data sekunder berasal dari Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Atas, Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan unit terkait. Sebanyak 71 responden kepala Sekolah Menengah Atas berpartisipasi dalam survei daring. Hasil penelitian menunjukkan, sekolah menyusun rencana dengan menentukan kurikulum yaitu Kurikulum 2013, kurikulum darurat, atau pengembangan kurikulum sendiri. Banyak Sekolah Menengah Atas mengikuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran satu lembar yang disederhanakan. Media pembelajaran yang dianggap efektif adalah video pembelajaran, foto, dan PowerPoint. Sebagian besar melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh, dan menyarankan guru dalam pemberian tugas peserta didik memakai aplikasi yang bervariasi agar peserta didik tidak bosan. Kendala pembelajaran yaitu kuota internet terbatas, fasilitas internet kurang, tidak ada jaringan bahkan banyak guru tidak terbiasa menggunakan internet. Evaluasi penilaian berdasarkan hasil laporan kegiatan, hasil ujian, serta diskusi dengan guru, berbentuk esai, pilihan ganda, dan tugas proyek. Tindak lanjut penilaian, memberikan umpan balik kepada guru, peserta didik dan orang tua, melakukan remedial, dan memberikan pengayaan.
MEMPERKUAT GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SMA DI BALIKPAPAN Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.281

Abstract

Abstrak: Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan gerakan literasi pemerintah Kota Balikpapan, dampaknya bagi guru dan siswa dalam menumbuhkembangkan gerakan membaca;  serta upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam menumbuhkan gerakan membaca bagi siswa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis deskriptif yang mencakup komponen pelaksanaan program pengajaran dalam mendorong siswa meningkatkan gemar membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian instrumen atau daftar isian, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) dengan responden guru-guru pada 3 SMA Negeri di Kota Balikpapan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sosialisasi gerakan membaca yang menjadi program literasi pemerintah Kota Balikapapan sampai ke para guru, pihak sekolah sebatas mensosialisasikan kepada guru-guru mata pelajaran terkait seperti guru bahasa Indonesia. Ditinjau dampak program gerakan literasi pemerintah kota bagi kalangan guru, sebanyak 41,67 persen guru menjawab ada dampaknya dan 58,33 persen tidak ada dampaknya. Salah satu program pemerintah kota, yaitu mematikan televisi setelah maghrib hingga pukul 11 malam merupakan program lama, yang perlahan mulai kurang diminati siswa. Upaya sekolah dalam menumbuhkan gerakan minat baca,  seluruh guru  menilai bahwa dampak kebijakan sekolah seperti membaca kitab suci di awal pelajaran anak menjadi rajin membaca buku keagamaan karena dibiasakan.
STRATEGI MGMP SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI TENGAH BERBAGAI KENDALA : (Studi Kasus di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat) Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i2.375

Abstract

This study aims to i) obtain information on what efforts are carried out by MGMP with junior high school subjects in the district. Fifty Cities in order to be able to run to maximize teacher professionalism in the midst of constraints and limitations, ii) know the profile of the MGMP subject to SMP from funding, and activeness, iii) obtain information on the constraints and solutions carried out by the junior high school MGMP management, in facing limitations and obstacles. This study used a descriptive qualitative approach with a case study research design. Data collection techniques are non-participant open observation, semi-structured interviews and documentation studies. The data used in this study are primary data collected through clustered group discussion (DKT) and filling out a questionnaire by 14 heads / administrators of the MGMP. Data were analyzed using descriptive statistical techniques. The results of the study concluded that (i) the efforts made by MGMP with junior high school subjects included upholding the principle of kinship. The activities are always coordinating, and all problems are always decided together related to funds, location, materials and the existence of the narcissum, (ii) the profile of the MGMP subject to junior high school is mostly very active in holding meetings 12 times a year, as well as the percentage of active MGMP on average. average above 70 percent. The management also assured, whether there is assistance or not, the MGMP must continue to run with independent funds, (iii) the classic obstacles of the MGMP are always decided together, the working principle reflects the activities of "from, by and for the teacher".
STRATEGI KEPALA SEKOLAH SMA DALAM PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID-19 DI PROVINSI SUMATERA UTARA Joko, Bambang Suwardi; Relisa
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v14i1.390

Abstract

This study aims to determine the learning strategy applied, the obstacles faced, and the efforts of the head of high school in North Sumatra in learning during the Covid-19 pandemic. This research uses a mixed method approach, combining quantitative and qualitative approaches. The document study was conducted to examine data on the role of the principal in the form of tasks and functions related to learning in helping teachers improve the quality of learning. Secondary data comes from the PSMA Directorate, Pusdatin Kemdikbud, and related units. A total of 71 high school principal respondents participated in the online principal instrument survey. The results showed that schools made plans by determining the curriculum, namely K-13, emergency curriculum, or curriculum development itself. Many SMAs follow the MoEC policy using a simplified 1-sheet RPP. Learning media that are considered effective are instructional videos, photos, and powerpoints. Most of them carry out lessons online, and advise teachers to use a variety of applications for assigning students so that students don't get bored. Learning constraints are limited internet quota, lack of internet facilities, no network, and many teachers are not used to using the internet. The assessment evaluation is based on the results of activity reports, exam results, and discussions with the teacher, in the form of essays, multiple choice, and project assignments. Follow-up assessments, provide feedback to teachers, students and parents, make remedials, and provide and enrichment. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pembelajaran yang diterapkan, kendala yang dihadapi, serta upaya kepala Sekolah Menengah Atas di Sumatera Utara pada pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed method), menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Studi dokumen dilakukan untuk mengkaji data peran kepala sekolah berupa tugas dan fungsi yang berkaitan dengan pembelajaran dalam membantu guru meningkatkan mutu pembelajaran. Data sekunder berasal dari Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Atas, Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan unit terkait. Sebanyak 71 responden kepala Sekolah Menengah Atas berpartisipasi dalam survei daring. Hasil penelitian menunjukkan, sekolah menyusun rencana dengan menentukan kurikulum yaitu Kurikulum 2013, kurikulum darurat, atau pengembangan kurikulum sendiri. Banyak Sekolah Menengah Atas mengikuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran satu lembar yang disederhanakan. Media pembelajaran yang dianggap efektif adalah video pembelajaran, foto, dan PowerPoint. Sebagian besar melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh, dan menyarankan guru dalam pemberian tugas peserta didik memakai aplikasi yang bervariasi agar peserta didik tidak bosan. Kendala pembelajaran yaitu kuota internet terbatas, fasilitas internet kurang, tidak ada jaringan bahkan banyak guru tidak terbiasa menggunakan internet. Evaluasi penilaian berdasarkan hasil laporan kegiatan, hasil ujian, serta diskusi dengan guru, berbentuk esai, pilihan ganda, dan tugas proyek. Tindak lanjut penilaian, memberikan umpan balik kepada guru, peserta didik dan orang tua, melakukan remedial, dan memberikan pengayaan.
MEMPERKUAT GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SMA DI BALIKPAPAN Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.281

Abstract

Abstrak: Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan gerakan literasi pemerintah Kota Balikpapan, dampaknya bagi guru dan siswa dalam menumbuhkembangkan gerakan membaca;  serta upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam menumbuhkan gerakan membaca bagi siswa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis deskriptif yang mencakup komponen pelaksanaan program pengajaran dalam mendorong siswa meningkatkan gemar membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian instrumen atau daftar isian, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) dengan responden guru-guru pada 3 SMA Negeri di Kota Balikpapan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sosialisasi gerakan membaca yang menjadi program literasi pemerintah Kota Balikapapan sampai ke para guru, pihak sekolah sebatas mensosialisasikan kepada guru-guru mata pelajaran terkait seperti guru bahasa Indonesia. Ditinjau dampak program gerakan literasi pemerintah kota bagi kalangan guru, sebanyak 41,67 persen guru menjawab ada dampaknya dan 58,33 persen tidak ada dampaknya. Salah satu program pemerintah kota, yaitu mematikan televisi setelah maghrib hingga pukul 11 malam merupakan program lama, yang perlahan mulai kurang diminati siswa. Upaya sekolah dalam menumbuhkan gerakan minat baca,  seluruh guru  menilai bahwa dampak kebijakan sekolah seperti membaca kitab suci di awal pelajaran anak menjadi rajin membaca buku keagamaan karena dibiasakan.
STRATEGI MGMP SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI TENGAH BERBAGAI KENDALA : (Studi Kasus di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat) Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i2.375

Abstract

This study aims to i) obtain information on what efforts are carried out by MGMP with junior high school subjects in the district. Fifty Cities in order to be able to run to maximize teacher professionalism in the midst of constraints and limitations, ii) know the profile of the MGMP subject to SMP from funding, and activeness, iii) obtain information on the constraints and solutions carried out by the junior high school MGMP management, in facing limitations and obstacles. This study used a descriptive qualitative approach with a case study research design. Data collection techniques are non-participant open observation, semi-structured interviews and documentation studies. The data used in this study are primary data collected through clustered group discussion (DKT) and filling out a questionnaire by 14 heads / administrators of the MGMP. Data were analyzed using descriptive statistical techniques. The results of the study concluded that (i) the efforts made by MGMP with junior high school subjects included upholding the principle of kinship. The activities are always coordinating, and all problems are always decided together related to funds, location, materials and the existence of the narcissum, (ii) the profile of the MGMP subject to junior high school is mostly very active in holding meetings 12 times a year, as well as the percentage of active MGMP on average. average above 70 percent. The management also assured, whether there is assistance or not, the MGMP must continue to run with independent funds, (iii) the classic obstacles of the MGMP are always decided together, the working principle reflects the activities of "from, by and for the teacher".