Manumpil, Aprilia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS APLYSINA SP. DARI PERAIRAN SELAT LEMBEH KOTA BITUNG Manumpil, Aprilia; Wewengkang, Defny; Yudistira, Adithya
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTAplysina sp. Sponge is one of the marine biota making up coral reefs that contain active compounds whose percentage of activity is greater than the compounds produced by land plants. This study aims to determine the activity of antioxidant compounds from the ethanol extract of Aplysina sp. from Lembeh Strait Waters, Bitung City. Sponge Aplysina sp., was extracted by maceration with ethanol as a solvent. As a parameter, testing of antioxidant activity was carried out using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, which was measured using UV-Vis Spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The result showed the ethanol extract of Aplysina sp., sponge proven to have antioxidant activity in each concentration test. The highest concentration has an antidote to free radical activity by reaching a percentage of 46,13%. Keywords: Aplysina sp. Sponge, Antioxidant, Extraction, DPPH ABSTRAKSpons Aplysina sp. merupakan salah satu biota laut penyusun terumbu karang yang mengandung senyawa aktif yang presentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak etanol Spons Aplysina sp. dari Perairan Selat Lembeh, Kota Bitung. Spons Aplysina sp. diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol sebagai pelarut. Sebagai parameter, pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) yang diukur menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol spons Aplysina sp. terbukti memiliki aktivitas antioksidan disetiap konsentrasi pengujian.Konsentrasi tertinggi memiliki aktivitas penangkal radikal bebas dengan mencapai presentase 46,13%. Kata Kunci : Spons Aplysina sp, Antioksidan, Ekstraksi, DPPH
EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS Aplysina sp. DARI PERAIRAN SELAT LEMBEH KOTA BITUNG Manumpil, Aprilia; Wewengkang, Defny S; Yudistira, Adithya
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29246

Abstract

ABSTRACTAplysina sp. Sponge is one of the marine biota making up coral reefs that contain active compounds whose percentage of activity is greater than the compounds produced by land plants. This study aims to determine the activity of antioxidant compounds from the ethanol extract of Aplysina sp. from Lembeh Strait Waters, Bitung City. Sponge Aplysina sp., was extracted by maceration with ethanol as a solvent. As a parameter, testing of antioxidant activity was carried out using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, which was measured using UV-Vis Spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The result showed the ethanol extract of Aplysina sp., sponge proven to have antioxidant activity in each concentration test. The highest concentration has an antidote to free radical activity by reaching a percentage of 46,13%. Keywords: Aplysina sp. Sponge, Antioxidant, Extraction, DPPH ABSTRAKSpons Aplysina sp. merupakan salah satu biota laut penyusun terumbu karang yang mengandung senyawa aktif yang presentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak etanol Spons Aplysina sp. dari Perairan Selat Lembeh, Kota Bitung. Spons Aplysina sp. diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol sebagai pelarut. Sebagai parameter, pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) yang diukur menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol spons Aplysina sp. terbukti memiliki aktivitas antioksidan disetiap konsentrasi pengujian.Konsentrasi tertinggi memiliki aktivitas penangkal radikal bebas dengan mencapai presentase 46,13%. Kata Kunci : Spons Aplysina sp, Antioksidan, Ekstraksi, DPPH
PERBANDINGAN BIAYA MEDIK LANGSUNG DAN TARIF INA-CBG’S PADA PASIEN BEDAH ORTOPEDI DI RUMAH SAKIT X KOTA YOGYAKARTA FEBRUARI-MEI 2025 Aprilia Hatija, Manumpil; Woro, Supadmi; Adriyanto Rahmat, Basuki; Endang, Darmawan
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2305

Abstract

Bedah ortopedi merupakan intervensi utama pada gangguan muskuloskeletal yang membutuhkan biaya tinggi. Sistem pembayaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia menggunakan tarif INA-CBG’s sebagai standar klaim. Namun, dalam praktiknya sering ditemukan ketidaksesuaian antara tarif klaim dengan biaya aktual yang dikeluarkan rumah sakit. Ketidaksesuaian ini berpotensi menimbulkan beban finansial bagi rumah sakit dan dapat memengaruhi keberlanjutan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya medik langsung perspektif rumah sakit dan membandingkan dengan tarif INA-CBG's, serta menganalisis perbedaan biaya pada pasien bedah ortopedi rawat inap di Rumah Sakit X Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif-analitik dengan desain cross-sectional. Penentuan sampel pasien rawat inap menggunakan purposive sampling selama periode Februari–Mei 2025 diperoleh 60 pasien. Data dikumpulkan secara retrospektif dari penelusuran rekam medis dan rincian biaya rumah sakit. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik pasien dan distribusi biaya medis langsung, serta bivariat menggunakan uji Kruskal–Wallis untuk mengetahui perbedaan biaya berdasarkan karakteristik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan total biaya medis langsung aktual lebih tinggi dibanding tarif INA-CBG’s yaitu  sebesar Rp 1.061.344.050, sedangkan tarif INA-CBG’s sebesar Rp 771.068.027. Selisih biaya medis aktual dengan tarif INA-CBG’s, adalah Rp 290.276.023. Persentase tertinggi adalah pada komponen biaya obat dan BMHP sebesar (49,3%). Terdapat perbedaan biaya medis langsung yang signifikan pada karakteristik lama rawat inap (p=0,001). Rumah sakit berpotensi mengalami kerugian yang menyebabkan pembatasan alokasi anggaran perawatan dengan mengurangi fasilitas layanan kesehatan.