Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGUASAAN KATA KOMPLEMEN “GUOLAI”, “GUOQU”, “CHULAI”, “CHUQU” PADA MAHASISWA ANGKATAN 2017 UNIVERSITAS TANJUNGPURA Jumana, Jumana; Ina, Ina; Suhardi, Suhardi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 8, No 10 (2019): Oktober 2019
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.35 KB)

Abstract

Abstract The words complement the direction of the compound is one form of sentencewhich is often used in mandarin chinese and is an important material in theteaching of mandarin. For exsample, the word complement the direction of thecompound ?guolai?, ?guoqu?, ?chulai?, ?chuqu? which is often used ineveryday life. In terms of its meaning, the fourt of these words have similaritiesand differences, so that students are often wrong in laying the fourth word in thesentence. To understand the condition of mastery of the students of the chineselanguage study frogram of FKIP Tanjungpura University against the said?guolai?, ?guoqu?, ?chulai?, ?chuqu? the authors use the testing method toexsamine the understanding and difficulties of students to the word ?guolai?,?guoqu?, ?chulai?, ?chuqu?. From the results of the study, the authorsconcluded that the percentage of complement the direction of the compound?guolai?, ?guoqu?, ?chulai?, ?chuqu? on the student force 2017 is 68,93%,55,80%, 57,59%, 64,73%. In the analysis of the types of difficulties, the authors found a mistake that often happens is the fault of the selection of said.Keywords: Mastery Analysis Guolai, Guoqu, Chulai, Chuqu Complement
INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PPOK: TINJAUAN SISTEMATIS DAN META-ANALISIS Hardiyanti, Trirahmi; Febrianti, Anggi; Devita, Devita; Afifah, Seftiana Nur; Jumana, Jumana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47561

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan kondisi inflamasi kronis yang bersifat progresif dan membutuhkan pengelolaan terapi jangka panjang. Penatalaksanaan PPOK umumnya melibatkan penggunaan kombinasi obat-obatan seperti bronkodilator, kortikosteroid inhalasi (ICS), antibiotik, dan agen farmakologis lainnya. Namun, penggunaan beberapa obat secara bersamaan meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat menurunkan efektivitas terapi dan menimbulkan efek samping serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis interaksi obat yang paling umum terjadi pada pasien PPOK melalui pendekatan tinjauan sistematis dan meta-analisis. Artikel diperoleh melalui pencarian literatur di tiga basis data elektronik (PubMed, Scopus, dan Cochrane) dengan metode seleksi berdasarkan panduan PRISMA 2020. Dari 1.200 artikel awal, 16 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan forest plot dan funnel plot. Hasil menunjukkan bahwa interaksi paling sering melibatkan ICS (fluticasone, budesonide) dengan inhibitor enzim CYP3A4 seperti ritonavir dan klaritromisin, bronkodilator β2-agonis dengan β-blocker nonselektif, kombinasi antikolinergik, serta theophylline dengan antibiotik makrolida. Efek klinis yang umum dilaporkan mencakup supresi adrenal, bronkospasme, pneumonia, dan toksisitas sistemik. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan terapi secara ketat pada pasien PPOK, terutama dalam penggunaan kombinasi obat. Apoteker klinis memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah interaksi obat untuk meningkatkan keamanan dan keberhasilan terapi. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap interaksi obat menjadi aspek penting dalam manajemen pasien PPOK.