Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Mitigasi Banjir di Sub DAS Samin Melalui Pengembangan Masyarakat Tangguh Bencana Budiarti, Wiwin; Gravitiani, Evi; Mujiyo, Mujiyo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.703 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.962

Abstract

Bencana banjir akibat luapan Sungai Samin menjadi salah satu permasalahan utama di Kabupaten Sukoharjo. Perlu pengendalian bencana yang lebih menekankan pada pengurangan resiko (mitigasi). Masyarakat sebagai pihak pertama yang berhadapan dengan resiko bencana sehingga mitigasi lebih efektif dengan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian bertujuan untuk memetakan potensi tingkat kerawanan banjir dan menganalisis upaya mitigasi bencana banjir melalui program pengembangan masyarakat tangguh bencana sebagai bentuk partisipasi masyarakat di Sub DAS Samin. Metode menggunakan teknologi sistem informasi geografis (SIG) dengan pendekatan map-overlay dan scoring beberapa peta parameter banjir (kemiringan lereng, jenis tanah, kerapatan drainase, curah hujan dan penggunaan lahan) dan survey wawancara untuk mengetahui upaya mitigasi yang diterapkan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir wilayah Sub DAS Samin sebagian besar termasuk tingkat rawan – sangat rawan yaitu seluas 53,826,73Ha (84,77%). Daerah yang termasuk kategori rawan – sangat rawan berada di wilayah hilir dan tengah meliputi Kecamatan Mojolaban, Polokarto, Bendosari, Sukoharjo, Karanganyar, Jumapolo, Jaten, Karanganyar, dan Kebakkramat. Berdasarkan hasil analisis spasial dan wawancara bahwa Desa Tegalmade yang terletak di Kecamatan Mojolaban merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana banjir tinggi. Hasil peta kerawanan bencana banjir dapat diintegrasikan sebagai sebuah rekomendasi dalam perencanaan tata ruang berbasis mitigasi bencana. Upaya mitigasi bencana banjir yang diterapkan yaitu dengan pengembangan masyarakat tangguh bencana di Desa Tegalmade. Pengembangan masyarakat tangguh bencana dilakukan melalui penyiapan infrastruktur berupa perbaikan tanggul secara permanen, perbaikan lingkungan berupa penanaman tanaman konservasi “Bambu” di sempadan sungai, penyiapan kelembagaan dan kesiapsiagaan baik pemerintah terkait maupun masyarakat rawan bencana, sehingga potensi kerawanan banjir dan dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir.Kata kunci : kerawanan banjir, mitigasi, sig, masyarakat tangguh bencana
AIR (AKSI INOVATIF RAKYAT): PROGRAM FILTER AIR BERBASIS TEKNOLOGI SEDERHANA YANG DITERAPKAN DI KELURAHAN SASAKE LOMBOK TENGAH Sulistiyono, Heri; Wibowo, Nazwa Rizka; Fajira, Era; Avriliani, Salsabila; Arini, Nyoman Ayu; Akbar, Andi Rahman; Firdaus, Muhamad Arsya Maulana; Khaliilulrahman, Khaliilulrahman; Solihin, Muhammad Anhar; Budiarti, Wiwin; Fauzia, Isna
Jurnal Wicara Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/66tg1294

Abstract

The availability of clean water is a vital necessity for the community; however, in Sasake Village, problems related to water quality are still found, particularly turbidity and high levels of metals such as iron. This condition affects health and the daily use of water. To address this issue, the KKN PMD students of Universitas Mataram 2025 implemented a simple water filter program using locally available and environmentally friendly materials. The aim of this activity was to improve community water quality through the application of a simple filter that is easy to build and independently applied. The method included preliminary observation of water sources, community training in making simple water filters, and laboratory testing to evaluate the effectiveness of the filtering process. The results showed that the simple water filter significantly reduced water turbidity, lowered iron content, and improved the physical quality of water, making it more suitable for consumption and daily use. Based on laboratory analysis, water quality after filtration increased and met basic feasibility standards. In addition, the community assessed that the filter was easy to use, cost-efficient, and highly beneficial in everyday life.