Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KARAKTERISTIK IBU DAN STATUS GIZI BALITA MENURUT BB/U DI DESA TAMBAKAN KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2019 Rahma, Rinda Yusuf Dinanisas; Sholichah, Farohatus; Hayati, Nur
Journal of Nutrition College Vol 9, No 1 (2020): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i1.24914

Abstract

Latar Belakang : Balita BGM merupakan indikator awal terjadinya gizi kurang. Ibu berperan penting dalam tumbuh kembang balita. Prevalensi BGM/D di Kecamatan Gubug meningkat sebesar 0,52% dari tahun 2017 ke tahun 2018. Desa Tambakan memiliki prevalensi BGM/D terbesar. Faktor tidak langsung penyebab terjadinya gizi kurang pada balita yaitu umur ibu saat hamil, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anak ibu, pengetahuan ibu, dan riwayat sakit ibu saat hamil.Tujuan : Mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan status gizi balita menurut BB/UMetode : Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 89 responden diambil menggunakan purposive sampling. Pengambilan data karakteristik ibu dan balita menggunakan KMS dan kuesioner. Status gizi balita menggunakan pengukuran antropometri. Analisis univariat menggunakan uji deskriptif, analisis bivariat menggunakan uji chi squared, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil : Mayoritas ibu berumur 20-35 tahun saat hamil (85,4%) memiliki jumlah anak tidak lebih dari dua (77,5%), tidak bekerja (79,8%), tingkat pendidikan ibu SMP (36%), memiliki pengetahuan yang baik (89,9%). Sebanyak 59 dari 89 balita (66,3%) memiliki status gizi baik. Jumlah anak ibu, pekerjaan ibu, dan riwayat sakit saat hamil ibu tidak berhubungan dengan status gizi balita menurut BB/U.variabel yang berpengaruh terhadap status gizi balita adalah umur ibu (p=0,029;OR=3,927), pendidikan ibu (p=<0,001;OR=10,294) dan pengetahuan ibu (p=0,001;OR=21,091). Pendidikan ibu paling berhubungan terhadap status gizi balita menurut BB/U.Kesimpulan : Variabel yang paling berhubungan dengan status gizi balita adalah pendidikan ibu (p=0,012) dengan nilai OR=0,136 yang artinya, ibu yang berpendidikan tinggi dapat mencegah memiliki balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk.
TINGKAT KECUKUPAN GIZI, STATUS GIZI, DAN STATUS ANEMIA MAHASISWA PENGHAFAL AL QURAN DI UIN WALISONGO SEMARANG Sholichah, Farohatus
Journal of Nutrition College Vol 10, No 1 (2021): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i1.28985

Abstract

Latar Belakang: Gizi merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi kualitas menghafal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecukupan gizi, status gizi, serta status anemia mahasiswa penghafal AL Qur’an di UIN Walisongo Semarang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Data asupan gizi diperoleh dengan food recall 3x24 jam. Wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh data terkait perilaku makan dalam menghafal Al Qur’an. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri. Data status anemia diperoleh melalui pengujian kadar Hb dengan metode sahli. Analisis isi digunakan untuk data kualitatif, sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk data kuantitatif.Hasil: Terdapat beberapa amalan terkait pola makan yang dilakukan dalam menghafal Al Qur’an, diantaranya adalah Puasa Dala’il, Puasa Mutih, Ngrowot, dan Ngeruh. Subjek penelitian memiliki tingkat kecukupan energi yang normal (45,45%), protein yang normal (72,72%), karbohidrat yang kurang (72,72%), zat besi yang kurang (90,91%), dan tingkat kecukupan lemak yang lebih (63,64%). Keseluruhan subjek penelitian (100%) memiliki tingkat kecukupan serat yang kurang. Subjek penelitian memiliki status gizi kurang (9,09%), status gizi lebih atau overweight (18,18%), obesitas (9,09%), status gizi normal (63,64%), dan mengalami anemia (36,36%). Simpulan: Mayoritas subjek penelitian berstatus gizi normal dan tidak anemia, tetapi masih diperlukan perencanaan diet yang tepat agar kecukupan energi dan zat gizi dapat terpenuhi dengan baik. 
Sistem Penyelenggaraan Makanan di Pondok Pesantren Tahfidz Sholichah, Farohatus; Syukur, Fatah
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2020): JPPKMI: November 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i2.42918

Abstract

Asupan gizi dapat mempengaruhi kemampuan menghafal Al Qur’an (tahfidz). Pemberian makanan yang tepat dapat diupayakan melalui penyelenggaraan makan. Penelitian ini bertujuan menganalisis input, proses, dan output penyelenggaraan makanan di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian meliputi pengurus pondok pesantren, tenaga pengelola dan tenaga pelaksana penyelenggaraan makanan, serta santri. Data input dan proses penyelenggaraan makanan diambil dengan wawancara mendalam dan observasi. Data output (tingkat kesukaan) diambil menggunakan kuesioner uji organoleptik. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan makanan dilakukan secara swakelola sebanyak 3 kali, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam. Terkait input, anggaran satu kali makan sekitar Rp. 7.000,00/anak. Terkait proses, pondok telah memiliki siklus menu 7 hari. Tidak terdapat menu khusus untuk memperkuat hafalan. Perencanaan kebutuhan, pembelian, dan penerimaan bahan makanan kering dilakukan setiap minggu, sedangkan bahan segar dilakukan setiap hari. Penyimpanan dilakukan pada bahan makanan kering. Persiapan dan pengolahan dilakukan dengan baik. Pendistribusian makanan menggunakan sistem loket (sentralisasi). Terkait output, mutu makanan dapat diterima.
Asupan Energi Dan Zat Gizi Makro Terhadap Persen Lemak Tubuh Farohatus Sholichah; Yuli Irnaini Aqnah; Cyntia Ratna Sari
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 2 No 02 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v2i02.452

Abstract

Kebutuhan gizi para santri merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan energi dan zat gizi makro terhadap persen lemak tubuh santriwati. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Al Asror, Gunungpati, Semarang pada tanggal 21 September 2020-11 Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectiona, dengan jumlah sampel sebanyak 38 santriwati, dipilih dengan purposive sampling. Data asupan energi dan zat gizi makro diperoleh dengan food recall 2x24 jam. Data persen lemak tubuh diambil menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data dianalisis univariat dan bivariat (Uji Pearson). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak responden secara berturut-turut adalah 1009,33 kkal; 137,06 gram; 25,91 gram; dan 40,53 gram. Tidak terdapat hubungan antara asupan energi (p=0,467), asupan karbohidrat (p=0,278), asupan protein (p=0,643), dan asupan lemak (p=0,950) terhadap persen lemak tubuh.
Hubungan Uang Saku dan Pola Konsumsi Makanan Terhadap Status Gizi Siswa SMP Negeri 16 Semarang Farohatus Sholichah
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 4 No 02 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v4i02.1047

Abstract

Latar Belakang: Uang saku dapat mempengaruhi pola konsumsi makanan, sehingga berdampak terhadap status gizi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan uang saku dan pola konsumsi makanan terhadap status gizi siswa SMPN 16 Semarang. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 72 siswa dan diambil menggunakan random sampling. Pengambilan data pola konsumsi makanan dilakukan menggunakan FFQ non kuantitatif dan data terkait uang saku diambil menggunakan kuesioner. Data berat badan dan tinggi badan diambil dari data sekunder sekolah karena terkendala pandemic COVID 19. Data dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara uang saku dengan status gizi siswa (p=0,534). Namun, terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan dengan status gizi (p<0,001, r=0,479) dengan arah hubungan yang positif dan nilai kekuatan hubungan yang sedang
Hubungan Tingkat Kecukupan Karbohidrat Dan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Siswi Pesantren Kelas VIII MTs Negeri 1 Tegal Siti Hindun Fajarwati; Farohatus Sholichah; Dina Sugiyanti
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 4 No 02 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v4i02.1050

Abstract

Siklus menstruasi merupakan pola yang menggambarkan jangka antara hari pertama menstruasi hingga datangnya menstruasi berikutnya. Faktor yang mempengaruhi menstruasi diantaranya yaitu: pola makan, stres, aktivitas fisik, singkronisasi proses menstruasl, gangguan perdarahan, gangguan endokrin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan tingkat kecukupan karbohidrat dan hubungan siklus menstruasi dengan tingkat stres. Metode dalam penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 59 orang. Instrumen yang digunakan adalah food recall 24 jam, DASS, dan kuesioner siklus menstruasi. Uji statistik yang digunakan untuk mengolah data adalah uji gamma. Hasil uji statistik pada hubungan siklus menstruasi dengan tingkat kecukupan karbohidrat memperoleh nilai p=0,559 r=0.154 dan uji statistik pada hubungan siklus menstruasi dengan tingkat stres memperoleh nilai p=832 r=0.045. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan karbohidrat dengan siklus menstruasi dan tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi.
Hubungan Pengetahuan, Tingkat Ekonomi, dan Jenis Pekerjaan Ibu terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Pekerja di Kedungpane Semarang laras pamela; Farohatus Sholichah; Nur Hayati
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 5 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v5i1.1318

Abstract

ABSTRAK Ibu bekerja mempunyai kecenderungan lebih banyak untuk menghentikan pemberian ASI sebelum bayi berusia 6 bulan. Di Kedungpane, Mijen, Kota Semarang diketahui terdapat 33.8% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif 0-6 bulan dan sebanyak 66.2 % lainnya tidak mendapatkan ASI eksklusif. Dilihat berdasarkan status pekerjaan ibu, sebanyak 52% diantaranya merupakan ibu bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan, tingkat ekonomi, dan jenis pekerjaan ibu terhadap pemberian ASI ekslusif pada ibu bekerja di Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen Kota Semarang. Metode penilitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian berupa observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 49 orang. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Data pengetahuan, tingkat ekonomi, dan jenis pekerjaan diambil menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan mayoritas ibu tidak memberikan ASI eksklusif sebesar 69.4%. Pengetahuan ibu mayoritas baik, yaitu sebesar 75.5%. Sebanyak 51% ibu memiliki tingkat ekonomi yang tergolong tinggi. Berdasarkan jenis pekerjaan ibu, sebanyak 55.1% diantaranya memiliki pekerjaan formal. Hasil uji chi square menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahun (p= 0.900) dan tingkat ekonomi (p=0.924) terhadap pemberian ASI eksklusif. Namun, hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan jenis pekerjaan ibu terhadap pemberian ASI eksklusif (p=0.00, OR=0.05). Jenis pekerjaan ibu berhubungan terhadap pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: ASI eksklusif; pengetahuan; tingkat ekonomi; jenis pekerjaan; ibu pekerja; ABSTRACT Working mothers have a greater tendency to stop breastfeeding before the baby is six months old. In Kedungpane, Mijen, Semarang City, 33.8% of infants received exclusive breastfeeding for 0-6 months and another 66.2% did not receive exclusive breastfeeding. Judging by the status of the mother's work, as many as 52% of them are working mothers. The aim of this research was to know the relationship of knowledge, economic level, and type work of mothers to the establishment of exclusive breastfeeding for working mothers in Kedungpane village Mijen districts Semarang city. The research method used is quantitative research design in the form of observational analytic with cross sectional approach. The number of samples was 49 people. The method of sampling is done by total sampling. Knowledge data, economic level, and types of work were taken using a questionnaire. Bivariate data analysis was performed using the chi square test. The result showed the majority of mothers did not provide exclusive breastfeeding as much as 694%. Knowledge of the majority of mothers is good at 75.5%. Economic level the majority of mothers have a high economic level of 51%. Types of work the majority of mothers have formal employment by 55.1%. Chi square test result showed no relationship between knowledge (p=0.900) and economic level (p=0.924) on exclusive breastfeeding. This study shows that there is a relationship between the type of work a mother has for exclusive breastfeeding (p=0.00, OR=0.05). Type of mother’s work related to exclusive breasfeeding. Keyword: Exscluive breastfeeding; Knowledge; Economic level; Type of work; Working mother;
Asupan Karbohidrat Berkorelasi terhadap Status Gizi Santriwati dengan Puasa Ngrowot Farohatus Sholichah
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 6 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.6.399-405

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Puasa Ngrowot merupakan salah satu jenis puasa kebatinan. Ngrowot merupakan upaya menahan diri dari bahan makanan berbahan dasar beras dan menggantinya dengan umbi-umbian, jagung, dan lainnya. Santri dengan puasa Ngrowot lebih sedikit mengkonsumsi makanan dibandingkan dengan yang tidak berpuasa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sehingga dapat berpengaruh terhadap status gizinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis asupan makan dan status gizi santri dengan puasa Ngrowot.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada 50 santriwati di SMK Syubbanul Wathon, Pondok Pesantren Api Asri, Tegalrejo, Magelang. Sampel secara purposive sampling. Data asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, dan serat diambil dengan food record 2x24 jam dan Food Frequency Questionaires (FFQ). Status gizi dinilai berdasarkan indeks IMT/U (Indeks Massa Tubuh menurut Umur). Data dianalisis univariat dan bivariate menggunakan uji korelasi pearson.Hasil: Rata-rata asupan energi santriwati adalah 1312.71 ± 330.94 kcal; protein 42.26 ± 12.69 gram; karbohidrat 179.48 ± 53.63 gram; lemak  50.94 ± 1.80 gram; dan serat 6.89 ± 2.65 gram. Rata-rata santriwati memiliki status gizi normal menurut indeks IMT/U (0.38 ± 0.90). Tidak terdapat hubungan antara asupan energi (p=0,115), asupan protein (p=0,823), asupan lemak (p=0,472), dan asupan serat (p=0,640) terhadap status gizi menurut IMT/U. Hanya asupan karbohidrat yang berhubungan terhadap status gizi menurut IMT/U (p=0,030, r= -0,306). Artinya, asupan karbohidrat dan status gizi berkorelasi negatif dengan kekuatan korelasi kategori lemah.Simpulan: Asupan karbohidrat berkorelasi terhadap status gizi santriwati dengan puasa NgrowotKata kunci: Asupan gizi; Puasa Ngrowot; Status giziAbstractTitle: Carbohydrate Intake Correlated with The Nutritional Status of Santriwati with the Ngrowot Fasting Background: Ngrowot fasting is a type of spiritual fasting. Ngrowot is an effort to refrain from rice-based food ingredients and replace them with tubers (wod), corn, and others. The purpose of this study is to analyze the nutritional intake and nutritional status of santriwati with the Ngrowot fasting. Students who fast Ngrowot consume less food than those who do not fast, both in terms of quantity and quality, so this can affect their nutritional status.Method: This study was a quantitative study using a cross sectional design. The study was conducted on 50 santriwati at SMK Syubbanul Wathon, Pondok Pesantren Api Asri, Tegalrejo, Magelang. Purposive sampling was used in this study. The energy, carbohydrate, protein, fat and fiber intake were obtained from 2x24 hours food record and Food Frequency Questionnaire (FFQ). Nutritional status was assessed based on the BMI for age (Body Mass Index for Age).Result: The average of energy intake  was 1312.71 ± 330.94 kcal; protein 42.26 ± 12.69 grams; carbohydrate 179.48 ± 53.63 grams; fat  50.94 ± 1.80 grams; and fiber is 6.89 ± 2.65 grams. The average nutritional status of santriwati according to BMI for age was normal (0.38 ± 0.90). There was no correlation between energy intake (p = 0.115), protein intake (p = 0.823), fat intake (p = 0.472), and fiber intake (p = 0.640) with nutritional status according to BMI for age. Carbohydrate intake was related to nutritional status according to BMI for age (p = 0.030, r = -0.306). Carbohydrate intake and nutritional status are negatively correlated with the strength of the correlation in the weak category.Conclusion: Carbohydrate Intake Correlated with The Nutritional Status of Santriwati with the Ngrowot FastingKeywords: Nutritional Intake;  Ngrowot Fasting; Nutritional Status 
Perbedaan Tingkat Kecukupan Energi, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi pada Kelompok Santri Putri yang Berpuasa dan Tidak Berpuasa Senin Kamis (Studi Kasus di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Kota Semarang) Hidayah, Kharisma Alifatun; Sholichah, Farohatus; Widiastuti, Widiastuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.2 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i2.17351

Abstract

Puasa Senin Kamis merupakan puasa yang tergolong sunnah dilakukan bagi santri, dapat menjalankan puasa sunnah Senin Kamis maupun tidak menjalankan. Kondisi selama berpuasa Senin Kamis dapat menyebabkan waktu makan seseorang berkurang dan berdampak pada kecukupan gizi, namun harus tetap menjalankan kegiatan harian yang tidak berubah. Penurunan asupan gizi yang terjadi dapat menyebabkan status gizi seseorang akan menurun yang ditandai dengan penurunan berat badan. Tidak hanya asupan yang berpengaruh terhadap status gizi, terbukti aktivitas fisik juga dapat berpengaruh terhadap status gizi. Salah satu faktor penilaian status gizi seseorang adalah aktivitas fisik. Mengetahui perbedaan tingkat kecukupan energi, aktivitas fisik, dan status gizi pada kelompok santri putri yang berpuasa dan tidak berpuasa Senin Kamis. Penelitian ini menggunakan metode desain case-control. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode total sampling dengan sampel santri putri Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Kota Semarang yang berusia 19-21 tahun sebanyak 70 sampel yang terdiri dari kelompok berpuasa dan tidak berpuasa. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan recall 4x24 jam, mengisi kuesioner PAL (Physical Activity Level), pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pengolahan data dilakukan dengan uji Chi Square dan uji Mann Whitney. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kecukupan energi pada kelompok santri putri yang berpuasa dan tidak berpuasa Senin Kamis. Sedangkan penelitian menunjukkan bahwa Tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat aktivitas fisik dan status gizi pada kelompok santri putri yang berpuasa dan tidak berpuasa Senin Kamis.
SISTEM PENYELENGGARAAN MAKAN PAGI DAN STATUS GIZI SANTRIWATI PONDOK PESANTREN PUTRI MBAH RUMI Siti Choiriyah; Farohatus Sholichah; Widiastuti Widiastuti
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 44 No. 1 (2021): PGM VOL 44 NO 1 TAHUN 2021
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v44i1.3204

Abstract

ABSTRACT Breakfast in Islamic boarding schools affects fitness, nutritional status, and santri’s concentration. The purpose of the study was to analyze the system of breakfast service management at Mbah Rumi Islamic Boarding School, including input, process, output, and outcome. The inputs include budget and infrastructure. The process of food service includes menu and foodstuff planning, purchasing, reception, storage, cooking, distributing, and serving. The output data is breakfast energy content, while the outcome data include breakfast energy intake and nutritional status. The research uses mix method (qualitative and quantitative) and case study design with 61 santriwati respondents aged 19-22 years in high school and college, 1 administrator, and 3 catering managers. Respondents took by random sampling. The input and process data were collected by interview and observation. Output data breakfast energy content obtained by food weighing using a digital food scale, then calculated using Nutrisurvey and TKPI 2017. The outcome breakfast energy intake was obtained by evaluating food waste using the Comstock method. The outcome nutritional status was taken through anthropometric measurements. Data were analyzed univariate and bivariate using statistical applications. The budget for food service management is 80 percent of the total cost and the facilities are deficient. The food service process is managed by the catering. The breakfast energy content is 23.05% RDA of recommendation 15-30% RDA. However, the santriwati breakfast energy intake is 14.1% of the RDA. The major of santriwati (62.3%) had normal nutritional status. Pearson correlation test showed that there was no significant relation (p=0.101) between breakfast energy intake and nutritional status. ABSTRAK Penyelenggaraan makan pagi di pesantren mempengaruhi kebugaran, status gizi, dan konsentrasi belajar santriwati. Tujuan penelitian adalah menganalisis sistem penyelenggaraan makan pagi di Pondok Pesantren Putri Mbah Rumi, meliputi input, proses, output, dan outcome. Input penyelenggaraan makan terdiri atas anggaran dan sarana prasarana. Data proses penyelenggaraan makan meliputi perencanaan menu, perencanaan kebutuhan bahan makanan, pembelian bahan, penerimaan, penyimpanan, pengolahan, distribusi, dan penyajian. Data kandungan energi makan pagi merupakan output penyelenggaran makan, sedangkan data outcome terdiri atas asupan energi makan pagi dan status gizi santriwati. Metode penelitian menggunakan mix method. Penelitian menggunakan desain case study padaa 61 santriwati berusia 19-22 tahun pada tingkat SMA dan mahasiswa, 1 pengurus, serta 3 pengelola catering. Responden santriwati diambil dengan random sampling. Pengumpulan data input dan proses penyelenggaraan makan dilakukan secara kualitatif. Data output yaitu kandungan energi pada menu makan pagi diperoleh dengan penimbangan berat makanan, kemudian dihitung nilai kalorinya menggunakan nutrisurvey dan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017. Data outcome yaitu asupan energi diperoleh dengan mengevaluasi sisa makanan menggunakan metode Comstock. Data outcome berupa status gizi diambil melalui pengukuran antropometri. Analisis dilakukan terhadap data kualitatif dan kuantitatif. Input anggaran penyelenggaraan makanan 80% dari biaya total dan sarana kurang memadai. Proses penyelenggaraan makanan dilakukan oleh pihak catering. Kandungan energi pada makan pagi sebesar 23.05% AKG, telah sesuai anjuran yaitu sebesar 15-30% AKG. Namun, energi makan pagi yang terasup oleh santriwati sebesar 14.1% AKG. Mayoritas santriwati (62.3.0%) berstatus gizi normal. Hasil uji Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan energi makan pagi dengan status gizi (p=0.101). [Penel Gizi Makan 2021, 44(1):31-44]