Ghofari, Miftahul Akhyar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Isolasi Glukosamin dari Limbah Cangkang Rajungan Portunus pelagicus (Linnaeus,1758) (Malacostraca:Portunidae) dengan Hidrolisis Asam Klorida Ghofari, Miftahul Akhyar; Ridlo, Ali; Pramesti, Rini
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.576 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26705

Abstract

ABSTRAK: Glukosamin merupakan monomer dari kitosan yang dapat diperoleh dari  limbah  cangkang rajungan (P pelagicus). Glukosamin dibutuhkan  dalam pembentukan dan perbaikan tulang rawan dan jaringan tubuh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik glukosamin dari limbah cangkang rajungan. Proses isolasi kitosan rajungan terdiri dari deproteinasi dengan NaOH 3N, demineralisasi dengan HCl 1N, dan deasetilasi dengan NaOH 50%. Kitosan yang diperoleh dianalisis karakteristik dan derajat deasetilasinya, selanjutnya kitosan dihidrolisis secara kimia dengan larutan HCl 20% pada suhu kamar selama 4 jam. Glukosamin yang dihasilkan dihitung rendemen, loss on drying (LoD), tingkat kelarutan dan derajat deasetilasinya. Hasil penelitian menunjukan rendemen kitosan cangkang rajungan adalah 11,3%, berwarna putih, tidak berbau, kadar air 9,2%, kadar abu 5,4%, dan derajat deasetilisasi 90,8%. Rendemen glukosamin sebesar 8,6%, dengan nilai Loss on Drying 1,3%, kelarutan sebesar 72% dan derajat deasetilisasi sebesar 96,95%. Spektra infrared menunjukan adanya gugus -NH, -OH, -CH dan –C=O yang sesuai dengan yang terdapat pada glukosamin. ABSTRACT: Glucosamine is a monomer from chitosan which can be obtained from small crab shell (P pelagicus) waste. Glucosamine is needed in the formation and repair of cartilage and other body tissues. This study aims to determine the characteristics of glucosamine from small crab shell waste. The process of isolating chitosan from small crab shells consisted of deproteination with 3N NaOH, demineralization with 1N HCl, and deacetylation with 50% NaOH. The chitosan obtained was analyzed its characteristics and degrees of deacetylation, then chitosan was chemically hydrolyzed with 20% HCl solution at room temperature for 4 hours. The resulting glucosamine is then calculated yield, loss on drying (LoD), solubility level and degree of deacetylation. The results showed that the yield of chitosan crab shells was 11.3%, white, odorless, 9.2% moisture content, 5.4% ash content, and 90.8% deacetylation rate. Glucosamine yield was 8.6%, with a Loss on Drying value of 1.3%, solubility of 72% and the degree of deacetylation of 96.95%. Infrared spectra show the presence of -NH, -OH, -CH and -C = O groups that match those found in glucosamine
Pemetaan Penggunaan Model Numerik Pada Perairan Indonesia : Sebuah Tinjauan Sistematis Al-Ghifari, Najwan; Ghofari, Miftahul Akhyar; Assyiffa, Siti Fatma; Satriawan, Erian Febri
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/fy3fe789

Abstract

Perairan Indonesia memiliki karakteristik yang sangat kompleks akibat interaksi berbagai dinamika laut, atmosfer, dan daratan sehingga menimbulkan beragam permasalahan yang perlu dipahami secara mendalam, mulai dari pola arus, perambatan gelombang, hingga penyebaran pencemar. Kompleksitas tersebut menuntut penggunaan pendekatan ilmiah yang mampu memberikan gambaran prediktif, salah satunya adalah pemodelan numerik. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis perkembangan penggunaan model numerik dalam kajian perairan Indonesia dengan periode publikasi tahun 2009 hingga 2024. Metode penelitian dilakukan melalui telaah literatur dengan pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis. Pencarian data dilakukan menggunakan perangkat lunak pencari artikel ilmiah dan menggunakan basis data Scopus. Langkah awal memperoleh 711 publikasi yang relevan, kemudian setelah dilakukan proses penghapusan artikel ganda jumlah artikel berkurang menjadi 614, dan setelah penyaringan berdasarkan judul, penulis pertama, serta abstrak, diperoleh 206 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu penelitian dengan penulis pertama berasal dari Indonesia dan lokasi penelitian berada pada wilayah perairan Indonesia. Hasil peninjauan literatur menunjukkan bahwa model numerik banyak digunakan untuk mempelajari dinamika arus laut, simulasi gelombang, dan analisis penyebaran polutan. Meskipun frekuensi penggunaan model numerik terus meningkat dari tahun ke tahun, beberapa keterbatasan masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan data lapangan jangka panjang, penerapan model di wilayah terpencil, serta integrasi dengan kebutuhan praktis dalam pengelolaan pesisir dan laut. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa model numerik telah menjadi instrumen penting dalam penelitian perairan di Indonesia, namun arah pengembangannya ke depan masih perlu memperhatikan penguatan basis data observasi, integrasi dengan disiplin lain, serta pemanfaatan untuk mendukung kebijakan pengelolaan sumber daya laut secara lebih berkelanjutan.