Sari, Isnaeni Anggun
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS 7 SMP NEGERI 1 BATURETNO Alfaruqy, Muhammad Zulfa; Sari, Isnaeni Anggun; Safuroh, Siti
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.04

Abstract

Abstrak Transisi pendidikan dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama merupakan tantangan bagi siswa, khususnya siswa tahun pertama. Siswa tahun pertama perlu mempunyai motivasi belajar yang tinggi guna dapat menjawab tantangan akademik maupun non akademik. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor intrinsik dari dalam diri maupun faktor ekstrinsik dari lingkungan sosial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dan adversitity quotient dengan motivasi belajar secara parsial dan simultan. Populasi adalah siswa kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Baturetno. Total sampling digunakan sebagai teknik sampling. Sehingga subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah seluruh siswa baru kelas tujuh yang berjumlah 255 orang. Pengumpulan data menggunakan Skala Dukungan Sosial Orangtua (12 aitem, α = 0,893), Skala Adversity Quotient (16 aitem, α = 0,895), dan Skala Motivasi Belajar (11 aitem, α = 0,891). Data dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan sosial orangtua dan adversitity quotient dengan motivasi belajar secara parsial dan simultan. Dukungan sosial orangtua dan adversity quotient berpengaruh secara simultan sebesar 61,6% terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini berimplikasi pada urgensi peran keluarga dalam mendukung keberhasilan siswa di sekolah. Keluarga, khususnya orangtua, perlu menjadi lingkungan sosial yang mendukung serta menempa ketangguhan siswa demi menumbuhkembangkan motivasi belajar.   Abstract The transition from elementary school to junior high school is a challenge for students, especially first-year students. First-year students need to have high learning motivation to be able to answer current academic and non-academic challenges. Learning motivation is influenced by intrinsic factors which come from inside and extrinsic factors from the social environment. The research aims to determine the relationship between parental social support and adversity quotient with learning motivation, both partial and simultaneous. The population is seventh-grade students of SMP Negeri 1 Baturetno. We used total population sampling. The subjects involved in this study were all first-year junior high school students, totaling 255 people. Data collection used the Parents' Social Support Scale (12 items, α = 0.893), Adversity Quotient Scale (16 items, α = 0.895), and Learning Motivation Scale (11 items, α = 0.891). Data were analyzed by multiple regression analysis. The results showed that there was a relationship between parental social support and adversity quotient with learning motivation, both partial and simultaneous. Parental social support and adversity quotient have an effect of 61.6% on students' learning motivation. This research has implications for the urgency of the role of the family in supporting student success at school. Families, especially parents, need to be in a social environment that supports and forges student resilience to develop motivation to learn.
Peringatan Darurat: Political Engagement of Indonesian University Students amid Political Uncertainty Alfaruqy, Muhammad Zulfa; Sari, Isnaeni Anggun
Journal of Social and Industrial Psychology Vol. 14 No. 2 (2025): Journal of Social and Industrial Psychology
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sip.v14i2.39398

Abstract

Manuver elite politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah memicu lahirnya gerakan Peringatan Darurat yang melibatkan partisipasi publik secara luas, termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana keterlibatan politik (political engagement) mahasiswa dalam Peringatan Darurat yang penuh ketidakpastian politik. Penelitian kualitatif eksploratif ini menggunakan desain survei dengan melibatkan 500 mahasiswa sebagai partisipan. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi frekuensi dan persentase bentuk keterlibatan, serta analisis tematik untuk menggali makna atas Peringatan Darurat dan alasan yang melatarbelakangi setiap bentuk keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memaknai Peringatan Darurat sebagai simbol politik yang merepresentasikan situasi politik yang dipersepsikan genting, terutama terkait ancaman terhadap demokrasi dan supremasi hukum di mana terdapat upaya untuk melanggengkan politik dinasti serta menyalahgunakan kekuasaan. Namun, pemaknaan ini tidak bersifat tunggal. Sebagian mahasiswa memandang Peringatan Darurat sebagai pemicu meningkatnya kesadaran dan partisipasi politik, sementara sebagian lainnya menunjukkan kebingungan bahkan menilai gerakan ini secara negatif. Dalam merespons Peringatan Darurat, mahasiswa menampilkan bentuk political engagement yang beragam, dengan dominasi pada keterlibatan secara digital seperti pencarian informasi dan aktivisme di media sosial, sedangkan keterlibatan secara luring seperti demonstrasi relatif terbatas. Dengan menggunakan kerangka Uncertainty–Identity Theory, penelitian ini menunjukkan bahwa political engagement mahasiswa berfungsi sebagai strategi identitas untuk menavigasi ketidakpastian politik di era demokrasi digital, sekaligus menantang asumsi normatif yang menyamakan rendahnya mobilisasi massa dengan lemahnya political engagement.