Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING KERTAS PADA ANAK KELOMPOK B TK AL - ABRAR KECAMATAN KINOVARO KABUPATEN SIGI Bedolo, Yuniati; Annuar, Haerul
Bungamputi Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.82 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini, yaitu kemampuan motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meggunting kertas. Subjek dan setting penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 20 anak, terdiri dari 13 anak laki-laki dan 7 anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart, yangdilaksanakan secara bersiklus, dimana pada setiap siklus dilaksanakan dua kali tindakan. Data yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan pemberian tugas, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Data pra tindakan, aspek kekuatan jari – jemari kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 10%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 15%, Mulai Berkembang (MB) 15%, dan Belum Berkembang (BB) 60%. Ketepatan menggunting kategori BSB 10%, BSH 15%, MB 20% dan BB 55%. Kerapian menggunting kategori BSB 10%, BSH 15%, MB 15% dan BB 60%. Setelah dilakukan tindakan melalui kegiatan menggunting kertas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan dari tindakan siklus I ke tindakan Siklus II. Kekuatan jari-jemari kategori BSB, BSH dan MB dari 75% menjadi 100%. Ketepatan menggunting kategori BSB, BSH dan MB dari 85% menjadi 100%. Kerapian menggunting kategori BSB, BSH dan MB dari 85% menjadi 100%. Adapun peningkatan rata-rata dari tindakan Siklus I ke tindakan Siklus II, yaitu 18,33% kategori BSB, BSH, dan MB. Sudah tidak ada kemampuan motorik halus anak yang menunjukan kategori BB. Hasil penelitian membuktikan bahwa melalui kegiatan menggunting kertas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Kelompok B TK Al-Abrar Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi.Kata Kunci : Kegiatan Menggunting Kertas, Kemampuan Motorik Halus
PERANAN KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B TK PEMBINA MINTI MAKMUR KE Lestari, Siti; Annuar, Haerul
Bungamputi Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.331 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan pokok dalam penelitian ini adalah motorik halus anak yang belum berkembang sesuai harapan. Sehubungan dengan masalah tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peranan kegiatan menggambar bebas terhadap motorik halus anak dikelompok B TK Pembina Minti Makmur Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri dari 5 anak perempuan dan 10 anak laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan dengan tehnik persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa minggu pertama hasil rekapitulasi rata-rata pada aspek kelenturan jari-jemari, kecepatan gerak jari, dan kemampuan hasil karya. Kategori berkembang sangat baik (BSB) 7% anak kategori berkembang sesuai harapan (BSH) 18% anak, kategori Mulai Berkembang (MB) 31% anak, dan Belum Berkembang (BB) 44% anak. Selanjutnya, minggu ketiga dengan menerapkan kegiatan menggambar bebas hasil rekapitulasi data padaaspekkelenturan jari-jemari, kecepatan gerak jari, dan kemampuan membuat hasil karya. Kategori berkembang sangat baik (BSB) 38% anak kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 31% anak, kategori Mulai Berkembang (MB) 18% anak, dan Belum Berkembang (BB) 13% anak. Dapat disimpulkan bahwa, ada peranan kegiatan menggambar bebas terhadap motorik halus anak dikelompok B TK Pembina Minti Makmur Kecamatan Rio Pakava Kabupaten donggala.Kata Kunci: Kegiatan Menggambar Bebas, Motorik Halus Anak
Development of snakes and ladders game (disaster response) as earthquake mitigation for children Nirmala, Besse; Agusniatih, Andi; Annuar, Haerul
JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jecce.v3i2.3111

Abstract

This study aims to produce of snakes and ladders game with feasible to increase understanding of children related to earthquake disaster mitigation. Snakes and ladders game will be applied to children aged 5-6 years in Palu city. This research is a research and development according to Borg and Gall. Data collection techniques using observation, interviews and questionnaries. Data analysis in the form of quantitative descriptive. The results showed that the assessment of the material validators get an average of 3.63, media validators get an average of 3.8, and disaster validators get an average of 3.75 (feasible category). In the initial field trials, it averaged persentage 78% and was included in the feasible category. Operational field trials get an average persentage of 87% included in the feasible category. Comparative study results obtained sig. (2-tailed) of 0,000 <0.05, it can be concluded that Ha is accepted, which means that "there is a significant difference" between the average post-test results of the control group and the experimental group. The results obtained after applying the snake and ladder game, children can understand and carry out self-rescue activities when simulating an earthquake disaster.
PENGARUH KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS TERHADAP KREATIVITAS ANAK KELOMPOK B TK NAJADI TOPANDE KELURAHAN KAMONJI KECAMATAN PALU BARAT Annuar, Haerul; Febrianti, Nur
Bungamputi Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kreativitas anak yang belum berkembang sesuai harapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan menggambar bebas terhadap kreativitas anak. Penelitian ini tentang Kegiatan Menggambar Bebas Terhadap Kreativitas Anak Kelompok B TK Najadi Topande Kelurahan Kamonji Kecamatan Palu Barat. Meode penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan jenisnya deskriptif. Dengan melibatkan 15 orang anak terdiri dari 7anak laki-laki dan 8 anak perempuan,terdaftar pada tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data dilakikan melalui lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase dan uji t (paired sample t-test). Berdasarkan hasil data perhitungan uji t diperoleh nilai t hitung> t tabel (5.967>1.753). Maka dapat disimpulkan maka Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh Kegiatan Menggambar Bebas Terhadap Kreativitas Anak Kelompok B TK Najadi Topande Kelurahan Kamonji Kecamatan Palu Barat. Berdasarkan hasik rekapitulasi kreativitas anak sebelum diberi perlakuan  kegiatan menggambar bebas, terdapat 2,22% dalam kategori (BSB), ada 20% dalam kategori( BSH), ada 28,89% dalam kategori( MB), dan ada 48,89% dalam kategori (BB). Sesudah diberikan perlakuan kegiatan menggambar bebas terdapat 20% dalam kategori (BSB), ada 53,33% dalam kategori( BSH), ada 17,78% dalam kategori( MB), dan ada 8,89% dalam kategori (BB). Kata Kunci: Kegiatan Menggambar Bebas, Kreativitas
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK DI KELOMPOK B3 TK QURRATA A’YUN HIDAYATULLAH KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE Annuar, Haerul; Arruan, Sterly Rosana
Bungamputi Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kecerdasan interpersonal anak yang masih dalam kategori rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengeruh metode bermain peran terhadap kecerdasan interpersonal anak. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif. Adapun subyek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B3 yang berjumlah 13 orang anak, yang terdiri dari 4 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumntasi. Selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Pengolahan data  menggunakan teknik presentase. Hasil analisis data sebelum dan sesudah menggunakan metode bermain peran, aspek kerjasama kategori Sangat Tinggi (ST) dari 8% menjadi 23%, kategori Tinggi (T) dari 15% menjadi 54%, kategori Sedang (S) dari 31% berkurang menjadi 15%, dan kategori Rendah (R) dari 46% tersisa menjadi 8%. Untuk aspek sopan santun kategori ST dari 8% menjadi 23%, kategori T dari 15% menjadi 54%, kategori S dari 23% berkurang menjadi 15%, dan kategori R dari 52% tersisa menjadi 8%. Untuk aspek terahir yaitu aspek tolong menolong, kategori ST dari 15% menjadi 23%, kategori T dari 15% menjadi 46%, kategori S dari 26% berkurang menjadi 18%, dan kategori R dari 51% tersisa menjadi 8%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode bermain peran terhadap kecerdasan interpersonal anak. Kata Kunci : Metode Bermain Peran, Kecerdasan Interpersonal
PENGARUH KEGIATAN FINGER PAINTING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL TIRTASARI KECAMATAN TOILI KABUPATEN BANGGAI Annuar, Haerul; Wulandari, Niken Ninda
Bungamputi Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam peneltian ini adalah kemampuan motorik halus anak yang belum berkembang sesuai harapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan finger painting terhadap kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini tentang penerapan Kegiatan Finger Painting Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tirtasari Kecamatan Toili Kabupaten Banggai. jenis penelitian ini yakni  penelitian kuantitatif, subjek dari penelitian ini adalah 16 orang anak yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 9 anak perempuan, terdaftar pada tahun ajaran 2020/2021. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui (1) observasi (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Selanjutnya uji hipotesis penelitian yang digunakan yakni uji-t berpasangan (praired sampel t-tes)Hasil rekapitulasi kemampuan motorik halus anak sebelum diberikan, terdapat 4,17% kategori BSB, terdapat 20,83% kategori BSH, terdapat 45,83% kategori MB dan terdapat 29,17% kategori BB. Sesudah diberikan perlakuan terdapat 33,33% kategori BSB, terdapat 50% kategori BSH, terdapat 16,67% kategori MB dan 0% kategori BB.. Hasil perhitungan uji-t diperoleh nilai thitung ≥ ttabel (7.971> 1.75305). Maka, H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat Pengaruh Kegiatan Finger Painting Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak di Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tirtasari Kecamatan Toili Kabupaten Banggai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kegiatan finger painting terhadap kemampuan motorik halus anak. Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Kegiatan Finger Painting, Kemampuan Motorik Halus
PENGARUH BERMAIN LOMPAT TALI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK PADA KELOMPOK B1 DI TK KENCANA KECAMATAN BOLANO LAMBUNU KABUPATEN PARIGI MOUTONG Annuar, Haerul; Romiyati, Romiyati
Bungamputi Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pengembangan motorik kasar anak yang belum berkembang sesuai harapan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, peneliti ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh bermain lompat tali terhadap kemampuan motorik kasar anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun sampel dalam penelitian adalah 17 orang anak terdiri dari 10 anak laki-laki dan 7 anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2020/2021. Sedangkan dari analisis deskriptif, nilai rata-rata motorik kasar anak adalah 35,30% dalam kategori BSB, ada 41,17% dalam kategori BSH, ada 17,64% kategori MB, dan nada 5,89% kategori BB. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui, wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase dan uji t, hasil penelitian menunjukan ada pengaruh bermain lompat tali terhadap kemampuan motorik kasar anak, jika dilihat dari nilai t dapat dijelaskan bahwa nilai t hitung sebesar 8.164 dengan signifikan 0,000. Karena signifikan <0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, berarti terdapat pengaruh bermain lompat tali terhadap kemampuan motorik kasar anak pada kelompok B1 di TK Kencana Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong. Kata kunci: Bermain Lompat Tali, Motorik Kasar
Technology-Enhanced Disaster Education for Early Childhood: Interactive Media to Build Safety and Resilience Humaedi; Nirmala, Besse; Annuar, Haerul; Marwany; Agusniatih, Andi; Rizal
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v27i2.58488

Abstract

Early childhood is one of the most vulnerable groups during disasters, yet disaster education at this level is often overlooked. This lack of early preparedness can increase risks when emergencies such as earthquakes occur. To address this problem, this study developed a disaster learning model for early childhood that integrates disaster risk reduction into a contextual and enjoyable learning process. Using a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research was conducted at TK Putra Kaili Permata Bangsa in Palu, involving 27 children aged 5–6 years. The model was designed through a play-based approach using child-friendly media such as videos, songs, storytelling, and a modified snakes-and-ladders game, structured in three stages: pre-play, during play, and post-play. Expert validation of instructional design, content, media, and language indicated high feasibility, with most aspects scoring above 80%. Effectiveness testing revealed significant improvements in children’s disaster preparedness across six key aspects, with N-Gain scores ranging from 0.59 to 0.74. These findings highlight the importance of introducing disaster education in early childhood, as the model not only strengthens safety and resilience but also offers a participatory and enjoyable strategy for disaster mitigation learning.
ARSUKA: An Augmented Reality–Based Learning Application for Introducing Kaili Tribal Culture in Early Childhood Education Nirmala, Besse; Agusniatih, Andi; Abdul Halim, Syafnidar; Sugiarti M. Bakri, Tri; Marwany; Annuar, Haerul; Rizal, Muh
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2026.111-03

Abstract

This study examines the development, feasibility, and initial effectiveness of ARSUKA, an augmented reality (AR)-based learning application designed to introduce selected elements of Kaili tribal culture in early childhood education. Although AR has been widely used in early childhood settings, much of the literature has focused on cognitive or STEM-related outcomes, with more limited attention to locally grounded cultural content, particularly in Global South contexts. To address this gap, the study employed a Research and Development approach using the Hannafin and Peck model, involving needs assessment, design, and development-implementation. The application integrated Kaili cultural elements, including local language, traditional clothing, and folk songs, into an interactive AR environment supported by flashcards and puzzle-based markers. Feasibility was examined through validation by three information technology experts, three material experts, and 12 early childhood education teachers. Initial effectiveness was evaluated through a one-group pretest-posttest field trial involving 19 children aged 5-6 years in a public kindergarten in Donggala Regency, Central Sulawesi. The results showed high feasibility ratings and improvement in children’s observed acquisition of selected Kaili cultural knowledge, with mean scores increasing from 28.2 to 78.9 and an N-Gain score of 0.71. These findings suggest that AR can be designed as a culturally situated pedagogical medium rather than merely a technological add-on. The study offers a grounded example of how digital media may mediate indigenous cultural content in developmentally appropriate ways while remaining attentive to local classroom conditions. The findings should nevertheless be interpreted as evidence of initial feasibility and early effectiveness, given the small sample, single-site implementation, and short evaluation period.
Pelatihan Guru PAUD dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality untuk Pengenalan Bahasa Daerah Kaili pada Anak Usia Dini Nirmala, Besse; Durrotunnisa, Durrotunnisa; Annuar, Haerul; Awalunisah, Sita; Setianingsih, Hesti; Juhriati, Ika
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i2.4878

Abstract

Meningkatnya kebutuhan transformasi digital dalam pendidikan anak usia dini menuntut guru memiliki literasi teknologi yang memadai. Namun, kondisi di TK Putra Kaili Permata Bangsa menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mengandalkan media pembelajaran konvensional dan belum memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi inovatif seperti Augmented Reality (AR). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memahami, merancang, dan mengimplementasikan media pembelajaran berbasis AR yang terintegrasi dengan budaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, pelatihan dasar, diseminasi produk riset, serta evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Kegiatan ini melibatkan 12 guru PAUD di TK Putra Kaili Permata Bangsa Kota Palu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman dan keterampilan guru meningkat dari 48,34% menjadi 78%, yang mencerminkan peningkatan signifikan pada kemampuan guru dalam mengenal konsep AR, mengoperasikan media AR, serta merancang pembelajaran berbasis AR. Selain itu, guru mampu mengimplementasikan media AR dalam kegiatan pembelajaran dan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi digital. Dampak lanjutan dari peningkatan kompetensi guru terlihat pada meningkatnya keterlibatan dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan AR berbasis konteks budaya lokal efektif dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD dan mendukung strategi transformasi digital di PAUD.Kata kunci: Augmented Reality, Diseminasi Produk Penelitian, Media Pembelajaran Inovatif, Pendidikan Anak Usia Dini.