Semakin bertambahnya populasi penduduk yang memanfaatkan air  membuat ketersediaannya semakin langka. Inilah yang kemudian membuat pengelolaan air harus berkelanjutan. Artinya  pengelolaan air harus dapat memenuhi kebutuhan konsumsi di  masa sekarang dan juga di masa yang akan datang. Untuk melihat keberlanjutan pengelolaan air minum berbasis masyarakat dapat dilihat dari lima aspek: kelembagaan, keuangan, teknis, lingkungan, dan sosial. Di sisi lain modal sosial belum banyak mendapat perhatian untuk turut merumuskan kontribusinya terhadap keberlanjutan pengelolaan air minum perdesaan berbasis masyarakat. Oleh karenanya, penelitian ini mencoba melihat bentuk-bentuk modal sosial yang terdapat pada Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Sumber Maron, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dan juga bagaimana implikasi modal sosial yang ada terhadap pengelolaan HIPPAM Sumber Maron yang berkelanjutan. Dalam hal ini HIPPAM Sumber Maron merupakan salah satu pengelola air minum perdesaan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.Untuk mencapai tujuan penelitian, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Adapun bentuk-bentuk modal sosial yang menjadi temuan dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi tiga: kepercayaan, jaringan informasi, dan nilai  dan norma. Kepercayaan berwujud dalam: (a) kemauan gotong royong dan bekerja sama pada proses awal  pembangunan sistem penyediaan  air  minum;  (b)  kerelaan  masyarakat  menyumbang bantuan-bantuan, baik materiil maupun non-materiil; (c) kerelaan membayar iuaran rekening air bulanan; dan (d) kehadiran masyarakat dalam musyawarah juga merupakan cermin dari kepercayaan yang ada. Sedangkan jaringan dapat diklasifikasikan menjadi dua: di luar dan di dalam HIPPAM Sumber Maron. Jaringan informasi di luar bermanfaat dalam mengakses sumber daya-sumber daya  aktual seperti  bantuan-bantuan dan  informasi  terkait  aspek-aspek teknis. Sementara, jaringan informasi di dalam HIPPAM Sumber Maron bermanfaat untuk merawat infrastruktur yang ada melalui keluhan dan partisipasi masyarakat. Adapun modal sosial berupa nilai dan norma yang terdapat dalam HIPPAM Sumber Maron adalah musyawarah, gotong royong, bantuan sosial. Selain itu, juga diperoleh kesimpulan bahwa kepercayaan berimplikasi terhadap  keberlanjutan  aspek-aspek  internal  organisasi,  seperti  keuangan,  teknis, dan kelembagan. Jaringan informasi yang ada berimplikasi terhadap keberlanjutan aspek lingkungan, melalui bantuan bibit pohon untuk konservasi lingkungan. Modal sosial nilai dan norma yang berupa gotong royong, musyawarah, dan bantuan sosial berimplikasi terhadap aspek teknis, keuangan, kelembagaan, dan sosial.Kata Kunci: Modal Sosial, Keberlanjutan Pengelolaan Air Minum, Pengelolaan Air Minum Perdesaan Berbasis Masyarakat.