Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNA APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN GAJI TASPEN DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (Studi pada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin) Junianti, Widya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran suatu teknologi baru dapat menimbulkan reaksi pada diri pengguna baik reaksi menerima maupun menolak. Oleh karena itu, dianggap perlu untuk menganalisis model penerimaan teknologi tersebut oleh para pengguna.Penelitian Hanafi  et  al.,  (2012) menyatakan  variabel  persepsi  kemanfaatan dan  persepsi kemudahaan penggunaan berpengaruh positif tehadap penerimaan pengguna teknologi  informasi,  berbeda  dengan  penelitian  Riskiawan  (2012)  variabel persepsi kemanfaatan dan persepsi kemudahaan penggunaan tidak mempunyai pengaruh terhadap penerimaan pengguna teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel-variabel yang mempengaruhi penerimaan pengguna aplikasi Sistem Informasi Manajemen GajiTaspen dengan mengambil variabel-variabel  yang terdapat  pada penelitian  model  Technology Acceptance Model(TAM) oleh Davis et al., (1989) dan penelitian ini mengadopsi dari Gahtani dan King (1999). Penelitian ini dilakukan pada Satuan Kerja Perangkat Daerahdi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini memperoleh respon sebanyak 126 bendahara gaji yang merangkap menjadi operator pengguna aplikasi Sistem Informasi Manajemen Gaji Taspen dan telah bekerja atau menggunakan Sistem Informasi Manajemen Gaji minimal tiga bulan. Peneliti menggunakan teknik regresi linear berganda dengan software SPSS versi 21 untuk menguji data penelitian. Hasil analisis untuk model ini menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi kenyamanan berpengaruh positif terhadap penerimaan pengguna aplikasi Sistem Informasi Manajemen Gaji. Hal ini berarti penerimaan dari pengguna Sistem  Informasi  Manajemen  Gaji  dipengaruhi  oleh  persepsi  kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi kenyamanan.Kata Kunci: Technology Acceptance Model (TAM), Sistem Informasi Manajemen Gaji 
ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNA APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN GAJI TASPEN DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (Studi pada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin) Junianti, Widya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 7 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran suatu teknologi baru dapat menimbulkan reaksi pada diri pengguna baik reaksi menerima maupun menolak. Oleh karena itu, dianggap perlu untuk menganalisis model penerimaan teknologi tersebut oleh para pengguna.Penelitian Hanafi  et  al.,  (2012) menyatakan  variabel  persepsi  kemanfaatan dan  persepsi kemudahaan penggunaan berpengaruh positif tehadap penerimaan pengguna teknologi  informasi,  berbeda  dengan  penelitian  Riskiawan  (2012)  variabel persepsi kemanfaatan dan persepsi kemudahaan penggunaan tidak mempunyai pengaruh terhadap penerimaan pengguna teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel-variabel yang mempengaruhi penerimaan pengguna aplikasi Sistem Informasi Manajemen GajiTaspen dengan mengambil variabel-variabel  yang terdapat  pada penelitian  model  Technology Acceptance Model(TAM) oleh Davis et al., (1989) dan penelitian ini mengadopsi dari Gahtani dan King (1999). Penelitian ini dilakukan pada Satuan Kerja Perangkat Daerahdi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini memperoleh respon sebanyak 126 bendahara gaji yang merangkap menjadi operator pengguna aplikasi Sistem Informasi Manajemen Gaji Taspen dan telah bekerja atau menggunakan Sistem Informasi Manajemen Gaji minimal tiga bulan. Peneliti menggunakan teknik regresi linear berganda dengan software SPSS versi 21 untuk menguji data penelitian. Hasil analisis untuk model ini menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi kenyamanan berpengaruh positif terhadap penerimaan pengguna aplikasi Sistem Informasi Manajemen Gaji. Hal ini berarti penerimaan dari pengguna Sistem  Informasi  Manajemen  Gaji  dipengaruhi  oleh  persepsi  kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi kenyamanan.Kata Kunci: Technology Acceptance Model (TAM), Sistem Informasi Manajemen Gaji 
Kolaborasi Satu Tema Beragam Aktivitas: Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Lembang Sikuku’, Toraja Utara Mandey, Fredryk; Lebang, Sheldy Arung; Yustika, Nadia; Markus, Mayline; Sisilia, Derlis; Sarungallo, Ata; Arafah, Ibnu; Bakka, Irianto Paliu L. D.; Pasomba, Riadi Ina; Junianti, Widya
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.49615

Abstract

Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Toraja Utara, khususnya di Lembang Sikuku’, merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang menekankan keseimbangan antara pelestarian budaya, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi wisata berupa panorama alam, hutan adat, serta kekayaan budaya lokal seperti rumah adat tongkonan dan ritual tradisional menjadi daya tarik utama yang perlu dikelola secara inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin Gelombang-114 dilaksanakan dengan pendekatan Single Theme Multiple Activities (S-T-M-A), yaitu strategi pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan berbagai program dalam satu tema besar “Pengembangan Desa Pariwisata Berkelanjutan.” Maksud kegiatan ini adalah mendukung pembangunan desa wisata berbasis kearifan lokal, sedangkan tujuan utamanya memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi, promosi digital, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi kreatif. Manfaat yang diharapkan adalah terciptanya model pengembangan pariwisata yang inklusif, ramah lingkungan, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi: (1) tersusunnya Buku Profil dan Peta Digital Lembang Sikuku’ sebagai sarana dokumentasi dan promosi wisata; (2) terlaksananya sosialisasi keselamatan berkendara, edukasi pelestarian budaya, serta pemasangan reflektor jalan untuk mendukung aksesibilitas dan keamanan; (3) peningkatan kesehatan masyarakat melalui modul edukasi jajanan sehat, panduan pembuatan sabun ramah lingkungan, serta kegiatan kebersihan desa; dan (4) penerapan teknologi tepat guna berupa produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah, biopestisida nabati, serta bio-briket dari limbah pertanian. Luaran tersebut menunjukkan ketercapaian nyata dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kreatif lokal yang berorientasi pada keberlanjutan.