Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SD NEGERI 106162 KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i3.706

Abstract

The use of smartphones in the current era of globalization has become a necessity in the community, because of the availability of feature features that facilitate daily human work, one of which is used by students because it can be a source of lessons for students and can make it easier for students to do assignments from school. From this, the problem discussed in this article is how the use of smartphones and the proper use of smartphones affect the learning outcomes of students in grade V of SD Negeri 106162 Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. This research aims to determine the effect of smartphone use on the learning outcomes of fifth grade students at SD NEGERI 106162, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. This research is quantitative research with inferential statistical analysis of product moment correlation coefficients. The population in this study were all students of SD NEGERI 106162, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, the sample was taken using a purposive sampling technique of 24 people. Data was collected through questionnaire and documentation techniques. Based on the results of data analysis, the author found that the "r" value of product moment df 22 at the 5% significance level was 0.423, while at the 1% significance level the "r" value obtained was 0.537. It turns out that the calculated r (which is 0.771) is much bigger than the "r" table (which is 0.423 and 0.537). Because the calculated r is greater than the "r" table, the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. Because there is a significant positive relationship between smartphone use and student learning outcomes.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone terhadap hasil belajar siswa kelas V SD NEGERI 106162 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis statistik inferensial koefisien korelasi produk moment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SD NEGERI 106162 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 24 orang. Data dikumpulkan melalui teknik angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data penulis menemukan bahwa nilai nilai “r” product moment df 22 pada taraf signifikan 5% sebesar 0,423, sedangkan pada taraf signifikan 1% diperoleh nilai “r” tebel sebesar 0,537. Ternyata r hitung (yang besarnya = 0,771) adalah jauh lebih besar dari pada “r” tabel (yang besarnya 0,423 dan 0,537). Karena r hitung lebih besar dari pada “r” tabel, dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Karena terdapat hubungan positif yang signifikan antara penggunaan smartphone terhadap hasil belajar murid.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING COMPOSITION DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v3i4.522

Abstract

This study aims to describe improving students' writing and thinking skills using the Cooperative Integrated Reading Composition learning model using picture media for fifth grade students at SD Negeri 106162 This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted at SD Negeri 106162. Data collection uses sheets observation and evaluation test results. Based on the results of the study showed that there was an increase in students' writing skills and critical thinking. In the pre-cycle of students' writing skills, the results were 33% in the "enough" category after being given cycle 1 actions, the number of results of students' writing skills increased to 26% in the "good" category, and in cycle 2, the results of students' writing skills increased to 74% in the "good" category. ”. As for students' critical thinking skills in the pre-cycle, they obtained 63% in the "less critical" category, increased in cycle 1 to 56% in the "quite critical" category and in cycle 2 increased to 70% in the "quite critical" category. There was an increase in learning after using the Cooperative Integrated Reading Composition model using picture media. Thus the results of the study show that the application of the Cooperative Integrated Reading Composition learning model using image media is able to improve students' writing skills and critical thinking.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan meningkatkan keterampilan menulis dan berpikir siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas V SD Negeri 106162 Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan di SD Negeri 106162. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan hasil tes evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan keterampilan menulis dan berpikir kritis siswa. Pada pra siklus keterampilan menulis siswa mendapatkan hasil 33% kategori “cukup” setelah diberikan tindakan siklus 1 , jumlah hasil keterampilan menulis siswa meningkat menjadi 26 % kategori “baik”, dan pada siklus 2 jumlah hasil keterampilan menulis siswa meningkat menjadi 74 % kategori “baik”. Sedangkan untuk kemampuan berpikir kritis siswa pada pra siklus memperoleh 63% kategori “kurang kritis” , meningkat pada siklus 1 menjadi 56 % kategori “cukup kritis” dan pada siklus 2 meningkat menjadi 70 % kategori “cukup kritis”. Terjadi peningkatan dalam pembelajaran setelah menggunakan model Cooperative Integrated Reading Composition dengan menggunakan media gambar. Dengan demikian hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition dengan menggunakan media gambar mampu meningkatkan keterampilan menulis dan berpikir kritis siswa.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA SMP KELAS VIII Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v3i6.620

Abstract

The purpose of this study was to find out how much the use of flash card learning media to improve students' English speaking skills. The population in the study was grade VIII (eight) students of SMP Prima Medan consisting of 5 classes with a distribution of 175 students. The sample of this study was determined by one class as a sample, namely class VIII A with a total of 33 students. This research focuses on speaking skills, especially to improve English vocabulary so that students are able and confident to speak English well. There are difficulties for eighth grade students in speaking using English, so efforts are made to improve English speaking skills using flash card media. This type of research is a Classroom Action Research (PTK) which consists of four stages, namely, planning, implementation, observation, and reflection. The research instruments used are observation sheets and test sheets. The results of quantitative data show that the use of flash card learning media can improve students' speaking skills. This can be seen from the results of students' speaking skills increased from cycle I to cycle II by 15%, from cycle II to cycle III by 23%. With flash card learning media makes students more active and confident in speaking English. Flash card learning media is effectively used in the learning processABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar penggunaan media pembelajaran flash card untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIII (delapan) SMP Prima Medan terdiri dari 5 kelas dengan jumlah siswa berjumlah 175 orang. Sampel penelitian ini ditetapkan satu kelas sebagai sampel yaitu kelas VIII A sejumlah 33 siswa. Penelitian ini berfokus pada keterampilan berbicara khususnya untuk meningkatkan kosa kata Bahasa Inggris sehingga siswa mampu dan percaya diri berbicara dengan Bahasa Inggris dengan baik. Terdapat kesulitan bagi siswa kelas delapan dalam berbicara menggunakan Bahasa Inggris, sehingga dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris dengan menggunakan media flash card. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan lembar tes. Hasil dari data kuantitatif menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran flash card dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Hal ini terlihat dari hasil kemampuan berbicara siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 15 %, dari siklus II ke siklus III sebesar 23 %. Dengan media pembelajaran flash card membuat siswa lebih aktif dan percaya diri dalam berbicara Bahasa Inggris. Media pembelajaran flash card efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v2i3.190

Abstract

The purpose of this study is to find out: (1) the difference in learning outcomes of student groups taught with learning media and learning outcomes of student groups taught with expository learning strategies in English subjects, (2) the difference in students' English learning outcomes between groups of students who have cooperative social interaction and groups of students who have competitive social interaction, and (3) the interaction between learning strategies and social interaction on students' English learning outcomes. From the results of data analysis, it can be concluded that students with cooperative social interaction characteristics, the appropriate learning strategy to use is Two Stay Two Stray learning strategy and students with competitive social interaction characteristics, the appropriate strategy to use is expository learning strategy. The implication of this research is specifically addressed to English teachers, namely in the application of learning strategies to pay attention to the characteristics of students, especially social interaction.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan media pembelajaran dan hasil belajar kelompok siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran Ekspositori pada mata pelajaran Bahasa Inggris, (2) perbedaan hasil belajar Bahasa Inggris siswa antara kelompok siswa yang memiliki interaksi sosial kooperatif dengan kelompok siswa yang memiliki interaksi sosial kompetitif, dan (3) interaksi antara strategi pembelajaran dan interkasi sosial terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) SMP Al ulum dan Al hikmah Medan Tahun Pelajaran 2021/2022 terdiri dari 8 kelas dengan sebaran seluruh siswa berjumlah 400 orang. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa siswa dengan karakteristik interaksi sosial kooperatif maka strategi pembelajaran yang tepat digunakan adalah strategi pembelajaran Two Stay Two Stray dan siswa dengan karakteristik interaksi sosial kompetitif maka strategi yang tepat digunakan adalah strategi pembelajaran ekspositori. Implikasi dari penelitian ini secara khusus ditujukan kepada guru Bahasa Inggris yaitu dalam penerapan strategi pembelajaran memperhatikan karakteristik siswa khususnya interaksi sosial.
Penerapan Metode Role Play Pada Siswa Sekolah Dasar Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i6.981

Abstract

This study aims to improve English speaking skills in elementary school students by using the role play method in grade VI of SDN 106161 Percut Sei Tuan, Deli Serdang. This research was carried out at SDN 106161 Percut Sei Tuan, Deli Serdang in class VI. The research was carried out in two cycles with each cycle consisting of 2 meetings. The results of the research in each cycle including planning, implementation, observation, and reflection show that data was obtained, namely at the end of the first cycle, the percentage of students' English speaking skills reached an average score of 49.05%. At the end of the second cycle, the percentage of students' average English speaking skills increased to 85.25%. The implication of the results of this study is that the role play method can be used as one of the learning methods to improve students' English speaking skills, especially in elementary school students.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar dengan menggunakan metode bermain peran (role play) di kelas VI SDN 106161 Kecamatan Percut Sei Tuan kabupaten Deli serdang.  Penelitian ini dilaksanakan di SDN 106161 kecamatan Percut Sei Tuan kabupaten Deli Serdang di kelas VI.  Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan. Hasil penelitian pada setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi ini menunjukkan bahwa diperoleh data yaitu pada akhir siklus I presentase keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa mencapai nilai ratarata sebesar 49,05%. Pada akhir siklus II presentase nilai rata-rata keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa mengalami peningkatan menjadi 85,25%. Implikasi hasil penelitian ini adalah metode bermain peran (role play) dapat dijadikan sebagai salah satu metode pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa khususnya pada siswa sekolah dasar.
Pengaruh Sarapan Pagi terhadap Konsentrasi Belajar Siswa SD di kota Medan Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i3.1623

Abstract

Breakfast marks the first meal consumed each day. Although it plays an important role in meeting daily nutritional needs and supporting routine activities, many people tend to neglect this habit. According to the Indonesian Ministry of Health's Balanced Nutrition Guidelines, most people have not adopted the habit of eating breakfast regularly. The time between dinner and breakfast is around ten hours, which often causes a drop in blood sugar levels the body's main source of energy in the morning. This drop in blood sugar levels can make it difficult to maintain concentration during the learning process. Many factors can interfere with concentration, which can come from internal or external sources. Internal factors include personal issues such as low motivation or health conditions that hinder cognitive function, while external factors are related to the surrounding environment, including the learning environment, available tools, and the overall atmosphere. Considering these factors, researchers were motivated to investigate the relationship between breakfast consumption and concentration during learning among elementary school students, with a specific focus on SD Swasta Budisatrya Medan.ABSTRAKSarapan menandai makanan pertama yang dikonsumsi setiap hari. Meskipun memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi harian dan mendukung aktivitas rutin, banyak orang cenderung mengabaikan kebiasaan ini. Menurut Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan Indonesia, sebagian besar penduduk belum mengadopsi kebiasaan sarapan secara teratur. Jarak waktu antara makan malam dan sarapan mencapai sekitar sepuluh jam, yang seringkali menyebabkan penurunan kadar gula darah sumber energi utama tubuh pada pagi hari. Penurunan kadar gula darah ini dapat menyebabkan kesulitan dalam menjaga konsentrasi selama proses belajar. Banyak faktor yang dapat mengganggu konsentrasi, yang dapat berasal dari sumber internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi masalah pribadi seperti motivasi rendah atau kondisi kesehatan yang menghambat fungsi kognitif, sementara faktor eksternal berkaitan dengan lingkungan sekitar, termasuk lingkungan belajar, alat yang tersedia, dan suasana secara keseluruhan. Mengingat pertimbangan tersebut, peneliti termotivasi untuk meneliti hubungan antara konsumsi sarapan dan konsentrasi saat belajar di kalangan siswa sekolah dasar, dengan fokus khusus pada SD Swasta Budisatrya Medan.
Penyuluhan Upaya Pencegahan Bullying Pada Anak Sekolah Menengah Pertama Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.980

Abstract

Bullying in schools is a serious problem that should not be ignored, as its impact can be very devastating, both physically and emotionally. Aggressive actions such as hitting, kicking, intimidating, spreading gossip, and sexual harassment are forms of bullying that often occur in the school environment and social media. Bullying can have an impact not only on the victim but also on the perpetrator. The magnitude of the impact that can occur makes bullying behavior must be prevented as early as possible. Providing education to students is one method chosen to provide information to children at the junior high school level. Bullying at school is one of the most common problems that can adversely affect a child's physical and psychological health. Education about the impact of bullying was aimed at 27 students.  Questionnaires about bullying were distributed through questionnaires. Among the students, most of them had experienced bullying cases, namely 20 students (74%). After counseling, the results of student knowledge increased from 40.7% to 60%. This proves that after education about bullying, the students' knowledge increases and it is hoped that students will be more aware of bullying behaviors that occur at school so that they can be anticipated. Teachers at school are expected to be able to supervise student behavior and continue to provide guidance to students so that bullying between students does not occur.ABSTRAKBullying di sekolah adalah masalah serius yang tidak boleh  diabaikan, karena dampaknya bisa sangat merusak, baik secara fisik maupun emosional. Tindakan agresif seperti memukul, menendang, mengintimidasi, menyebarkan gosip, hingga pelecehan seksual adalah bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun media sosial. Bullying dapat menimbulkan dampak bukan hanya kepada korban tetapi kepada pelaku. Besarnya dampak yang dapat terjadi membuat perilaku bullying harus dicegah sedini mungkin. Memberikan edukasi kepada siswa/siswi adalah satu metode yang dipilih untuk memberikan informasi kepada anak anak di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Bullying di sekolah adalah salah satu masalah paling umum yang dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun psikologis anak.. Edukasi mengenai dampak dari bullying ditujukan kepada 27 siswa/siswi.  Kuesioner mengenai bullying dibagikan melalui angket. Diantara para siswa, sebagian besar pernah mengalami kasus bullying yaitu 20 siswa (74 %). Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil pengetahuan siswa yang meningkat dari 40,7 % menjadi 60 %. Hal ini membuktikan bahwa setelah dilakukan edukasi tentang bullying pengetahuan para siswa bertambah dan diharapkan para siswa lebih sadar tentang perilaku bullying yang terjadi di sekolah sehingga dapat diantisipasi. Para guru di sekolah diharapkan dapat mengawasi perilaku siswa dan terus memberikan bimbingan kepada para siswa agar tidak terjadi perilaku bullying antar siswa.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG MANFAAT PENTINGNYA HIDUP TANPA ROKOK Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i3.705

Abstract

Smoking is an activity that has a bad impact not only on oneself, but also other people or family around him both in the short and long term. The World Health Organization reports that the smoking epidemic kills about six million people each year. This service aims to increase students' knowledge about the dangers of cigarette smoke and the benefits of healthy living without cigarette smoke. Community service was carried out in Tembung village, market 9, Percut Sei Tuan sub-district. The participants of the activity were as many as 6 people. The method carried out is offline counseling for the main problem based on the results of community diagnoses, namely smoking habits. By holding counseling on the benefits of the importance of living without smoking, it is hoped that people can be free from smoking. Based on the results of the questionnaire, it is known that the knowledge and attitudes of counseling participants have increased. ABSTRAK Merokok merupakan kegiatan yang berdampak buruk tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain atau keluarga yang ada di sekitarnya baik dalam waktu singkat maupun jangka panjang. World Health Organization melaporkan bahwa epidemi merokok telah membunuh sekitar enam juta orang setiap tahun. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya asap rokok dan manfaat hidup sehat tanpa asap rokok. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di desa Tembung pasar 9 kecamatan Percut Sei Tuan. Peserta kegiatan merupakan sebanyak 6 Orang. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan secara luring untuk masalah utama berdasarkan hasil diagnosa komunitas, yaitu kebiasaan merokok. Dengan diadakan penyuluhan manfaat pentingnya hidup tanpa rokok diharapkan masyarakat dapat terbebas dari rokok. Berdasarkan hasil kuesioner diketahui bahwa pengetahuan dan sikap peserta penyuluhan terdapat peningkatan.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING di DESA HITEURAT KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v3i6.631

Abstract

This community service activity is carried out to increase knowledge and understanding as well as community participation in stunting prevention and early detection programs in toddlers which are expected to directly motivate the community to participate in paying attention to growth and development in their children so that their growth and development can be optimal. The method carried out is to assess community knowledge and problems faced about deterrents. Factors that must be prevented and overcome in solving the problem of stunting of children under five in Indonesia is to minimize the baby born LBW, the number of children not more than 3, need good care in boys, prevent mother giving birth at age less than 20 years. Improve the adolescent's nutritional status so that her height is maximal, complete the immunization needs, improve mother's education, focus the health service on children in rural area, and fulfill the requirement of Fe pregnant mother tablet. Maternal knowledge is measured using pre-test before activities and post-test after knowledge is given.  Based on the results of the pretest and post test which were attended by 35 respondents, it can be stated that the pre-test results about the level of knowledge of respondents about stunting prevention program amounted to 14 respondents (40%) understood about stunting prevention programs, while based on the results of the post test there were 27 respondents (77.1%) ABSTRAKKegiatan  pengabdian  pada  masyarakat  ini  dilakukan  untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada balita yang diharapkan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Metode yang dilakukan  adalah  menilai  pengetahuan  masyarakat  serta  permasalahan  yang  dihadapi tentang  pencegahan  dan  cara  menilai/  deteksi  dini  stunting  pada  balita  di  desa Hiteurat Kabupaten Padang Lawas Utara. Faktor yang harus dicegah dan ditanggulangi dalam menyelesaikan masalah stunting balita di Indonesia adalah adalah memimalisasi bayi lahir BBLR, jumlah anak tidak lebih dari 3, perlu olah asuh yang baik pada anak laki-laki, mencegah ibu melahirkan pada usia kurang dari 20 tahun. Memperbaiki status gizi remaja sehingga tinggi badannya maksimal, melengkapi kebutuhan imunisasi, meningkatkan pendidikan ibu, memfokuskan pelayanan kesehatan pada balita dipedesaan, dan mencukupkan kebutuhan tablet Fe ibu hamil.  Pengetahuan  ibu  diukur dengan  menggunakan  menggunakan  pre  test  sebelum  kegiatan  dan  post  test  setelah diberikan  pengetahuan.  Berdasarkan  hasil  pretest  dan  post  test  yang  diikuti  oleh  35 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang  tingkat pengetahuan responden mengenai  program  pencegahan  stunting  sebesar  14  responden  (40%)  mengerti  tentang program   pencegahan   stunting   sedangkan   berdasarkan   hasil   post   test   terdapat   27 responden (77,1%) yang mengerti  tentang program pencegahan stunting.
Penyuluhan Dampak Negatif Penggunaan Game Online di Kalangan Siswa SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Harahap, Fatma Dewani
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.403

Abstract

Kecanduan game online merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja karena dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan mengenai dampak negatif dari perilaku kecanduan game online. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah ceramah interaktif dan sesi tanya jawab yang melibatkan siswa kelas X sebagai peserta utama. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap awal dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa, diikuti dengan penyuluhan menggunakan media presentasi, dan diakhiri dengan post-test guna mengetahui peningkatan pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap berbagai dampak negatif game online, seperti gangguan tidur, kelelahan mata, menurunnya minat belajar, serta gangguan sosial. Selain itu, siswa juga memperoleh pemahaman bahwa game online dapat memberikan manfaat jika dimainkan secara proporsional. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya pengelolaan waktu dan penggunaan teknologi secara bijak. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya pencegahan perilaku adiktif pada remaja.