Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA MENGENAI TATA CARA PEMBUANGAN SAMPAH DI SMP KOTA MEDAN Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2411

Abstract

The issue of waste remains a serious challenge in environmental conservation efforts because its impact can trigger various other problems. Data from the National Waste Management System (SIPSN) shows that annual waste production in Indonesia reaches around 36 million tons from 311 districts and cities. The rate of population growth accompanied by urban development has exacerbated this condition, so that waste accumulation can no longer be ignored. This situation underscores the importance of implementing a planned waste management system as part of efforts to maintain environmental balance and support sustainable living patterns. Through community service activities, it is hoped that practical steps can be offered to address waste issues, including introducing waste processing methods and designing low-cost waste bins. This approach is expected to encourage community participation in developing clean living habits and environmental awareness.ABSTRAKPersoalan sampah masih menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian lingkungan karena dampaknya dapat memicu berbagai masalah turunan lainnya. Data dari Sistem Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa produksi sampah tahunan di Indonesia mencapai sekitar 36 juta ton yang berasal dari 311 kabupaten dan kota. Laju pertumbuhan penduduk yang disertai perkembangan kawasan perkotaan semakin memperberat kondisi tersebut, sehingga akumulasi sampah tidak lagi dapat diabaikan. Situasi ini menegaskan pentingnya penerapan sistem pengelolaan sampah yang terencana sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung pola hidup berkelanjutan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, diharapkan dapat ditawarkan langkah-langkah praktis untuk mengatasi persoalan persampahan, termasuk pengenalan cara pengolahan sampah serta perancangan tempat sampah berbiaya rendah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.
Pengaruh Orang Tua terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi di Kalangan Remaja Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2295

Abstract

Parental involvement plays a central role in shaping adolescents' understanding of reproductive health, as the family is the primary environment where children obtain information and guidance. When parents communicate openly and actively provide guidance, adolescents tend to have more solid knowledge and are less easily influenced by misinformation. Conversely, a weak parental role can contribute to low reproductive literacy among adolescents. In Medan, adolescents' knowledge of this issue remains relatively low, as reflected in PKBI data, which recorded a 20.2% teenage abortion rate. Furthermore, Medan has one of the highest rates of AIDS, and HIV infection ranks third among adolescents by age group. This study aims to identify factors associated with reproductive health knowledge among public high school students in Medan in 2024. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 232 adolescents served as the research sample through systematic random sampling. Data were collected using a questionnaire, while analysis was conducted descriptively, followed by chi-square tests for bivariate analysis and multiple logistic regression for multivariate analysis. The research findings showed that 150 respondents (60.4%) had a low level of understanding regarding reproductive health. The factor that was shown to be significantly related was parental involvement (OR = 1.982; 95% CI: 1.127–3.487). Meanwhile, peer influence, the role of teachers, health workers, and access to mass media did not show a significant relationship. Based on these results, parents are expected to expand their knowledge regarding reproductive issues, build warmer communication with their children, and choose the right time to convey the necessary information, so that adolescents obtain the correct foundation of knowledge from the start before receiving information from other parties.ABSTRAKKeterlibatan orang tua memainkan peran sentral dalam membentuk pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, sebab keluarga merupakan lingkungan awal tempat anak memperoleh informasi dan arahan. Ketika orang tua mampu berkomunikasi secara terbuka dan aktif memberikan bimbingan, remaja cenderung memiliki pengetahuan yang lebih kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh sumber informasi yang keliru. Sebaliknya, lemahnya peran orang tua dapat berkontribusi terhadap rendahnya literasi reproduksi pada remaja. Di Kota Medan, tingkat pengetahuan remaja tentang isu ini masih tergolong rendah, tercermin dari data PKBI yang mencatat angka aborsi remaja sebesar 20,2%. Selain itu, kasus AIDS di Medan termasuk yang tertinggi, dan infeksi HIV pada kelompok usia remaja menempati posisi ketiga berdasarkan kategori umur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa SMA Negeri di Kota Medan tahun 2024. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 232 remaja menjadi sampel penelitian melalui teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik ganda untuk analisis multivariat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 150 responden (60,4%) memiliki tingkat pemahaman yang rendah mengenai kesehatan reproduksi. Faktor yang terbukti berhubungan signifikan adalah keterlibatan orang tua (OR = 1,982; 95% CI: 1,127–3,487). Sementara itu, pengaruh teman sebaya, peran guru, petugas kesehatan, serta akses media massa tidak menunjukkan hubungan bermakna. Berdasarkan hasil tersebut, orang tua diharapkan memperluas pengetahuan terkait isu reproduksi, membangun komunikasi yang lebih hangat dengan anak, serta memilih waktu yang sesuai untuk menyampaikan informasi yang diperlukan, sehingga remaja memperoleh fondasi pengetahuan yang benar sejak awal sebelum mendapatkan informasi dari pihak lain.