Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KUALITAS PELAYANAN KB DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI KLINIK KESUMA BANGSA KECAMATAN PERBAUNGAN TAHUN 2020 Sidabukke, Idaria; Siahaan, Julia Mahdalena
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan sangat kurang. Kurangnyapemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan terkait dengan pengetahuan dan kualitas pelayanan KB.Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis hubungan pengetahuan dan kualitas pelayanan KB dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Jenis penelitian yang digunakan adalah survei yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor yang menggunakan KB di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan pada bulan Januari s/d Desember 2019 berjumlah 132 orang dan sampel sebanyak 57 orang. Pengumpulan data dengan data primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji statistikChi Squaredengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000) dan kualitas pelayanan KB (ketersediaan alat kontrasepsi (p=0,000) dan ketersediaan tenaga terlatih (p=0,000) berhubungan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan. Disarankan bagi akseptor KB di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan perlu meningkatkan pengetahuan tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan mengikuti penyuluhan yang diadakan petugas kesehatan dan mencari informasi tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), bagi tenaga yang bertugas melayani akseptor KB di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan perlu meningkatkan pemahaman akseptor KB tentang kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan bagi Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan agarlebihmeningkatkan ketersediaan alat kontrasepsi dan ketersediaan tenaga terlatih khususnya bidan sebagai tenagayang bertugas untuk melayani akseptor KB.
ANALISIS HUBUNGAN GAYA HIDUP SEDENTER DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP KUALITAS SEMEN PADA PRIA USIA SUBUR DI RUMAH SAKIT UMUM DJOELHAM BINJAI Sidabukke, Idaria; Simanjuntak, Yunida Turisna; Lince Naibaho
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6916

Abstract

Latar belakang: Infertilitas pria merupakan faktor yang berkontribusi pada hampir 50% kasus kegagalan konsepsi pada pasangan usia subur. Di era modern, perubahan perilaku seperti gaya hidup sedenter (kurang gerak) dan tingginya konsumsi rokok diduga menjadi pemicu utama penurunan kualitas reproduksi pria di area perkotaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup sedenter dan kebiasaan merokok terhadap parameter kualitas semen (konsentrasi, motilitas, dan morfologi) pada pria usia subur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari [Jumlah] pria usia subur (20–45 tahun) yang melakukan analisis sperma di laboratorium. Data gaya hidup dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup durasi duduk harian dan intensitas merokok (Indeks Brinkman). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square atau Regresi Logistik untuk melihat korelasi antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa pria dengan durasi duduk >8 jam per hari memiliki risiko signifikan terhadap penurunan motilitas sperma (p-value < 0,05) akibat peningkatan suhu skrotum (hipertermia). Sementara itu, kebiasaan merokok berhubungan kuat dengan penurunan konsentrasi sperma dan peningkatan persentase morfologi abnormal akibat stres oksidatif dan fragmentasi DNA. Kesimpulan: Pria yang mengombinasikan kedua gaya hidup buruk tersebut memiliki kualitas semen yang berada di bawah standar minimal WHO secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Gaya hidup sedenter dan kebiasaan merokok secara mandiri maupun bersama-sama memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas semen. Intervensi berupa peningkatan aktivitas fisik dan penghentian konsumsi rokok sangat direkomendasikan untuk memperbaiki profil fertilitas pada pria usia subur.