Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TARI REMO (NGREMONG): SEBUAH ANALISIS TEORI SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TENTANG MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI DALAM TARI REMO (NGREMONG) Basri, Syaiful; Sari, Ethis
GETER Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semiotik aims to look for the production and consumption of meaning that is on the mark. In this case the sign system can be used as one of the frame of mind that helps one in interpreting a meaning. One example is the study of semiotics. Semiotics represents a wide range of field studies, ranging from art, literature, anthropology, mass media, and so on. Semiotic study is a way or method to analyze and give meanings to the symbols contained in a symbol of message or text. The substance of dance is motion. The purpose of motion here, not the motion of everyday man, but the motion in a certain sense and process so that it changes from the natural form. Remo dance is one of the traditional dance form of East Java which is expressed from the vibration of soul and emotion of East Java society. Remo dance movement is obtained from the vibrations of the soul and emotions of East Java. The main characteristic of dance Remo is a dynamic dance movement. In this case the motion of remo dance will be analyzed using Barthes' semiotic theory. Keywords: semiotics, signs, dance, motion, remo.
Pelatihan Manajemen dan Produksi Hibrid Pertunjukan dan Film ‘Sang Blawong’ di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri Basri, Syaiful; Anam, Syafiul; Muhammad, Anbie Haldini
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3709

Abstract

Artikel ini membahas model pemberdayaan komunitas pesantren melalui pelatihan manajemen dan produksi seni hibrid penggabungan antara panggung pertunjukan dan film dalam proyek bertajuk Sang Blawong. Fokus kegiatannya adalah peningkatan kapasitas kreatif dan teknis santri Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri sebagai bagian dari transformasi pendidikan seni berbasis nilai keagamaan. Tujuan utama pengabdian ini adalah mengembangkan keterampilan manajerial, penulisan naskah, sinematografi, seni suara, serta penyutradaraan pertunjukan hibrid dalam satu model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Metode yang digunakan meliputi lokakarya interaktif, praktik produksi langsung, dan pendekatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, proses dokumentasi, dan evaluasi hasil karya. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan santri dalam mengelola produksi seni secara profesional, menghasilkan naskah dan film pendek Sang Blawong, serta menampilkan pertunjukan hibrid yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman dan lokalitas. Temuan ini menegaskan bahwa seni hibrid dapat menjadi media dakwah kreatif yang efektif sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis pesantren. Kontribusi utama kegiatan ini terletak pada pembentukan kelompok seni pesantren yang berkelanjutan serta model integrasi seni, pendidikan, dan nilai keagamaan dalam satu ekosistem kreatif yang aplikatif.