Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INSTRUMEN REBAB SEBAGAI MEDIA PENJUAL ARUM MANIS DI SURABAYA Muhammad, Anbie Haldini
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.76322

Abstract

This study examines the unique phenomenon of using the rebab as a sales tool for arum manis in Surabaya, illustrating an intriguing blend of musical traditions and modern economic activity within an urban context. Employing a qualitative approach and an ethnomusicological perspective, this study explores the transformation of rebabs’ function from a traditional musical instrument to an innovative promotional medium in street food sales. An in-depth analysis reveals the rebab's role as a symbol of cultural preservation and local identity amid urban modernization, as well as its creative adaptation for contemporary commercial purposes. This research also examines how the use of the rebab shapes the unique identity of arum manis sellers in Surabaya, creating differentiation in street food competition. Additionally, the study explores the sociocultural impacts of blending traditional and modern elements in an urban context, as well as its potential to revive interest in traditional music and preserve cultural heritage. The implications of this phenomenon for strategies to develop a creative economy based on local wisdom are also discussed, thereby providing valuable insights for policymakers and creative industry practitioners. In conclusion, this study highlights the flexibility of music in adapting to socio-economic changes while maintaining its role as a cultural messenger, providing a deep understanding of the dynamics of the interaction between tradition, innovation, and the economy in contemporary urban society.Kata Kunci: Rebab, Arum Manis, Ethnomusicology, Creative Economy, and Urban Cultural Identity
KIPRAH DAN DAYA TARIK BAMBANG SP SEBAGAI MAESTRO KARAWITAN JAWATIMURAN Muhammad, Anbie Haldini; Simatupang, G.R. Lono Lastoro; Mulyana, Aton Rustandi
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sorai.v13i1.3178

Abstract

Bambang Sukmo Pribadi or known as Bambang SP is a developer-maestro of karawitan Jawatimuran. The record of maestro was found in International Gamelan Festival 2018, Surakarta. A maestro title is not something easy to earn, however it’s also need to be known particularly in which extent Bambang SP’s attraction as a maestro in karawitan Jawatimuran. Bambang SP has a few covered record as a maestro and the discourse of karawitan Jawatimuran also not widely known especially in karawitan Jawatimuran community. The aim of this study is to explore constellation paradigm between Bambang SP and karawitan Jawatimuran. This paper is describing how Bambang SP’s creativity expands karawitan Jawatimuran. This practice holds conclusion of the use of karawitan Jawatimuran’s idiom at any expanding works as Bambang SP’s innovation. In the other hand, Bambang SP doesn’t leave the existence of traditional art in karawitan Jawatimuran. This attractiveness indirectly followed by his fellows as well as next generations.
Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia Trisakti, Trisakti; Handayaningrum, Warih; Winarko, Joko; Muhammad, Anbie Haldini; Abida, Fithriyah Inda Nur; Rokib, Mohammad; Asrori, Asrori; Anggoro, Raden Roro Maha Kalyana Mitta; Abidin, Muhammad Ro’is; Ratyaningrum, Fera; Wijoyanto, Danang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3821

Abstract

Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia bertujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal Indonesia, khususnya warisan musik etnis Banyuwangian, kepada komunitas akademik di luar negeri. Kegiatan ini dilaksanakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, dengan melibatkan 23 mahasiswa sebagai peserta aktif yang terdiri atas 6 pemain biola, 10 vokalis, dan 7 pemain terbang hadrah. Fokus utama pelatihan adalah praktik musikal pada lagu tradisional Padhang Bulan, yang dipilih karena representatif terhadap estetika dan nilai-nilai filosofis seni Banyuwangi. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, kegiatan ini tidak hanya mentransfer keterampilan teknis memainkan instrumen dan vokal, tetapi juga menanamkan pemahaman akan makna budaya di balik komposisi musik tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan apresiasi peserta terhadap keragaman budaya Indonesia serta penguatan identitas budaya melalui diplomasi seni. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk implementasi diplomasi budaya berbasis pengabdian masyarakat yang berpotensi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 16 (Masyarakat Damai, Adil, dan Inklusif).
Pelatihan Manajemen dan Produksi Hibrid Pertunjukan dan Film ‘Sang Blawong’ di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri Basri, Syaiful; Anam, Syafiul; Muhammad, Anbie Haldini
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3709

Abstract

Artikel ini membahas model pemberdayaan komunitas pesantren melalui pelatihan manajemen dan produksi seni hibrid penggabungan antara panggung pertunjukan dan film dalam proyek bertajuk Sang Blawong. Fokus kegiatannya adalah peningkatan kapasitas kreatif dan teknis santri Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri sebagai bagian dari transformasi pendidikan seni berbasis nilai keagamaan. Tujuan utama pengabdian ini adalah mengembangkan keterampilan manajerial, penulisan naskah, sinematografi, seni suara, serta penyutradaraan pertunjukan hibrid dalam satu model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Metode yang digunakan meliputi lokakarya interaktif, praktik produksi langsung, dan pendekatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, proses dokumentasi, dan evaluasi hasil karya. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan santri dalam mengelola produksi seni secara profesional, menghasilkan naskah dan film pendek Sang Blawong, serta menampilkan pertunjukan hibrid yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman dan lokalitas. Temuan ini menegaskan bahwa seni hibrid dapat menjadi media dakwah kreatif yang efektif sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis pesantren. Kontribusi utama kegiatan ini terletak pada pembentukan kelompok seni pesantren yang berkelanjutan serta model integrasi seni, pendidikan, dan nilai keagamaan dalam satu ekosistem kreatif yang aplikatif.