Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyelesaian KPR Macet dengan Restrukturisasi (PT Bank Tabungan Negara Tbk Cabang Bangkalan) Nur Khomaria; Sultan Syah
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) Vol. 4 No. 2 (2024): Artikel Periode Juli 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v4i2.4144

Abstract

Salah satu produk pembiayaan kredit rumah PT Bank Tabungan Negara KPR, membantu nasabah memenuhi kebutuhan mendasar akan tempat tinggal yang layak. Namun, kredit macet muncul pada saat pembiayaan sedang dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja penyebab debitur tidak mampu membayar KPR dan bagaimana restrukturisasi digunakan untuk menyelesaikan KPR bermasalah. Penelitian ini menggunakan teknik metodologi kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan pihak bank sebagai bagian dari pendekatan pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Bangkalan. Berdasarkan hasil penelitian proses restrukturisasi dilakukan jika ada debitur yang mengalami kesulitan untuk membayar angsuran tetapi masih memiliki iktikad baik untuk memenuhi kewajibannya. Dengan adanya restrukturisasi debitur bisa mendapatkan keringan pembayaran dengan cara perpanjangan tenor, penurunan suku bunga, penundaan pembayaran, konversi utang dan pinjaman tambahan dari bank, akan tetapi tidak semua kredit macet menggunakan restukturisasi. Debitur yang tergolong NPL (Non Perfoming Loan) yaitu debitur yang menunggak pembayaran dari 90 hari kedepan. Terdapat 5 status kolektibilitas debitur diantaranya kol 1 lancar, kol 2 dalam perhatian khusus, kol 3 kurang lacar, kol 4 diragukan dan kol 5 macet. Pada umumnya, bank BTN akan lebih memilih cara negosiasi terlebih dahulu karena lebih cepat dan efisien, bank BTN juga akan mempertimbangkan kondisi keuangan kebitur dan itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Manfaat penelitian ini dengan restrukturisasi dapat meminimalisir terjadinya kredit macet.
Pelatihan UMKM Dalam Menghadapi Tantangan Pemasaran di Era Digital: Studi Kasus UMKM Desa Sepulu, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan Sultan Syah; Afiful Asrofi; Ade Rizaldi Hidayatullah
Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inber.v3i1.719

Abstract

The UMKM training in Sepulu Village, Bangkalan aims to enhance entrepreneurs' abilities to tackle marketing challenges in the digital era. Challenges such as low digital literacy, limited access to technology, and underutilization of digital platforms are major obstacles for UMKM. This study adopts a participatory, need-based approach, encompassing needs analysis, program design, implementation, and post-training evaluation. The training materials cover digital marketing introduction, strategies for using social media and e-commerce, and creative content creation. The results show improved participants' understanding of digital marketing and their ability to leverage technology to expand markets and boost sales. This training is expected to drive UMKM growth, foster relevant marketing innovations, and positively impact the local economy.
Penyelesaian KPR Macet dengan Restrukturisasi (PT Bank Tabungan Negara Tbk Cabang Bangkalan) Nur Khomaria; Sultan Syah
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 4 No. 2 (2024): Artikel Periode Juli 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v4i2.4144

Abstract

Salah satu produk pembiayaan kredit rumah PT Bank Tabungan Negara KPR, membantu nasabah memenuhi kebutuhan mendasar akan tempat tinggal yang layak. Namun, kredit macet muncul pada saat pembiayaan sedang dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja penyebab debitur tidak mampu membayar KPR dan bagaimana restrukturisasi digunakan untuk menyelesaikan KPR bermasalah. Penelitian ini menggunakan teknik metodologi kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan pihak bank sebagai bagian dari pendekatan pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Bangkalan. Berdasarkan hasil penelitian proses restrukturisasi dilakukan jika ada debitur yang mengalami kesulitan untuk membayar angsuran tetapi masih memiliki iktikad baik untuk memenuhi kewajibannya. Dengan adanya restrukturisasi debitur bisa mendapatkan keringan pembayaran dengan cara perpanjangan tenor, penurunan suku bunga, penundaan pembayaran, konversi utang dan pinjaman tambahan dari bank, akan tetapi tidak semua kredit macet menggunakan restukturisasi. Debitur yang tergolong NPL (Non Perfoming Loan) yaitu debitur yang menunggak pembayaran dari 90 hari kedepan. Terdapat 5 status kolektibilitas debitur diantaranya kol 1 lancar, kol 2 dalam perhatian khusus, kol 3 kurang lacar, kol 4 diragukan dan kol 5 macet. Pada umumnya, bank BTN akan lebih memilih cara negosiasi terlebih dahulu karena lebih cepat dan efisien, bank BTN juga akan mempertimbangkan kondisi keuangan kebitur dan itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Manfaat penelitian ini dengan restrukturisasi dapat meminimalisir terjadinya kredit macet.
CSR Strategies to Reduce Environmental Impact in the Manufacturing Industry Sector Supiati Supiati; Sultan Syah; Jacky Chin
Nomico Vol. 1 No. 10 (2024): Nomico-November
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/m9tja009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan oleh perusahaan manufaktur untuk mengurangi dampak lingkungan. Dengan meningkatnya tekanan dari masyarakat dan regulasi pemerintah, banyak perusahaan manufaktur yang mulai mengintegrasikan kebijakan keberlanjutan dalam operasional mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus pada tujuh perusahaan manufaktur yang beroperasi di negara berkembang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut telah mengimplementasikan berbagai strategi ramah lingkungan, seperti penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah yang lebih baik, dan pengurangan emisi karbon. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah biaya investasi awal yang tinggi, serta perbedaan dalam komitmen manajerial terhadap keberlanjutan. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah, terutama dalam memberikan insentif dan kebijakan yang mendukung adopsi teknologi ramah lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai dampak yang signifikan, perusahaan harus memiliki komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan, mengatasi kesenjangan akses teknologi, dan memperkuat kerjasama dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya. Implementasi strategi CSR yang efektif tidak hanya dapat mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global yang semakin mengutamakan isu keberlanjutan.