Andryani, Zelna Yuni
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Manajemen Asuhan Kebidanan Keluarga Brencana pada Ny “D” dengan Calon Akseptor Baru KB Implant di Puskesmas Jumpandang Baru Tahun 2023: Management of Family Planning Midwifery Care on Mrs “D” a New Acceptor Candidate for Implant Birth Control at Community Health Centre Jumpandang Baru in 2023 Sartika; Firdayanti; Al Kautzar, Anieq Mumthi'ah; Andryani, Zelna Yuni
Jurnal Midwifery Vol 6 No 2 (2024): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v6i2.49880

Abstract

Pendahuluan Keluarga berencana merupakan tindakan membantu individu atau pasangan suami istri untuk menunda kehamilan dan menjarangkangkan kelahiran serta menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. Dari hasil pencatatan dipuskesmas Jumpandang Baru Makassar tahun 2021 sejumlah 1875 aksektor, pengguna akseptor implant sebanyak 79 akseptor (4,06%). Pada tahun 2022 sejumlah 1760 akseptor dengan pengguna akseptor implant sebanyak 158 akseptor (8,44%), sedangkan pada tahun 2023 bulan Januari-Mei sejumlah 807 akseptor, penggunaan kontrasepsi implant sebanyak 76 akseptor (10,93%). Implant adalah kontrasepsi yang mengandung Levonogestrel (LNG) yang dibungkus dalam kapsul silastic silicon dan dipasang dibawah kulit. Cara kerja Implant sangat efektif dengan kegagalan 0,2-1 kehamilan per 100 perempuan dengan lama efektifitas 3 tahun. Metode pendekatan Manajemen Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana pada Ny “D” Calon Akseptor Baru KB Implant di Puskesmas Jumpandang Baru sesuai dengan 7 langkah varney dan SOAP. Hasil dari studi kasus ditegakkan diagnosa Ny “D” P1A0 dengan calon akseptor baru KB implant indikasi pemesangan implan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sehingga tidak ditemukan hambatan pada saat pemasangan implan. Pemantauan pasca pemasangan implan dilakukan sebanyak 6 kali selama kurang lebih 2 bulan termasuk melakukan pemeriksaan fisik, TTV dan penimbangan berat badan. Pada tanggal 02 Oktober 2023 sampai 04 Oktober 2023 pasca pemasangan implant, lengan berwarna merah, nyeri dan bengkak. Tanggal 8 Oktober 2023 seminggu pasca pemasangan implant luka insisi mulai sembuh. Tanggal 15 Oktober 2023 dua minggu pasca pemasangan implant merasa nyeri pada lengan yang terpasang implant ketika mengangkat barang yang berat. Pemantauan selanjutnya pasca pemasangan implant tanggal 29 Oktober 2023 sampai tanggal 26 November 2023 ibu mengalami kenaikan berat badan. Kesimpulan dari studi kasus yaitu Ny “D” telah menjadi akseptor KB implant dan mulai ibu tidak mengalami komplikasi setelah pemasangan implant. Ibu mengalami efek samping implant yaitu kenaikan berat badan penyebabnya adalah meningkatnya pola makan.
Management of Antenatal Care Midwifery Care in Mrs. "O" with Hyperemesis Gravidarum Level I at Puskesmas Bara-Baraya Makassar from September 26, 2023 to November 13, 2023 Nurhuzaifa; Salehah, Sitti; Andryani, Zelna Yuni; Diarfah, Andi Dian
Jurnal Midwifery Vol 7 No 1 (2025): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v7i1.47221

Abstract

Introduction Hyperemesis gravidarum is a condition in which pregnant women experience excessive vomiting, leading to weight loss, dehydration, starvation-induced acidosis. The exact cause is not yet known. However, there are several factors suspected to contribute to hyperemesis gravidarum in pregnant women, such as being a first-time mother (primigravida), having a history of mola-hydatidiform, or carrying twins/ multiple pregnancies. The research aimed to provide midwifery care for Mrs. 'O' with Hyperemesis Gravidarum of Level I at Bara-Baraya Health Center in Makassar from September 26th to November 13th, 2023. Method The method used was a case study which was appropriate to the client's needs and the midwife's authority, using midwifery care management approach of 7-step Varney and documentation in SOAP format. Result The results of the case study on Mrs. 'O' with Hyperemesis Gravidarum of Level I, a 38-year-old woman, revealed complaints of excessive vomiting, mostly in the morning, and her appetite began to decrease. After eight weeks of care, Mrs “O” no longer experienced vomiting, her appetite was good, and vital signs were within normal limits. The general condition of the Mrs “O” was good, with a compos-mentis consciousness level, normal vital signs, and no abnormalities found in the physical examination. Conclusion. In conclusion, the case study on Mrs. 'O' with Hyperemesis Gravidarum of Level I was well-conducted. Thus, the documentation of all findings and the actions given to Mrs. 'O' indicated no gaps.
Midwifery Care Management of Intranatal Physiology in Mrs. "S" GIIIPIIA0 with 39 Weeks 2 Days Gestational Age at Haji Hospital Makassar Vebrianti; Taherong, Ferawati; Andryani, Zelna Yuni; Diarfah, Andi Dian
Jurnal Midwifery Vol 7 No 2 (2025): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v7i2.57058

Abstract

Introduction Normal childbirth is the process of delivering the fetus that occurs during pregnancy. The labor process is a complex stage as it involves saving two lives. A full-term pregnancy is defined as a gestational age of 37–42 weeks, with spontaneous delivery in a cephalic (head-first) presentation lasting approximately 18 hours, without any complications for either the mother or the baby. The purpose of this study is to provide physiological intranatal midwifery care to Mrs. “S”, GIII PII A0. Method used in this study is a case study approach following the 7 steps of Varney. Results of the case study on Mrs. “S”, a 31-year-old woman, showed that the normal labor care proceeded without any problems, indicating that the management provided was in accordance with normal delivery procedures during stages I–IV. The baby was born spontaneously/normally in good condition, and the mother's general condition was also good, with no complications during labor or postpartum. Conclusion, the care provided went smoothly and effectively, with no identified gaps. The midwife played a role in providing care in accordance with her competencies and authority.
PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI MELALUI KELAS PERSIAPAN PERNIKAHAN DAN PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI PADA KELOMPOK REMAJA AKHIR Firdayanti, Firdayanti; Taherong, Ferawati; Alza, Nurfaizah; Andryani, Zelna Yuni; Kautzar, Anieq Mumthi’ah Al; Diarfah, A. Dian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21826

Abstract

Abstrak: Pernikahan dini merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi pada remaja dengan kejadian yang masih tinggi yaitu pada usia kurang dari 19 tahun pada tahun 2020 sebanyak 21,84% dan mulai lagi mengalami peningkatan pada masa pandemi covid-19. Tujuan kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan kepada remaja terkait kesiapan pernikahan dalam aspek islam, pendewasaan usia pernikahan dan peduli terhadap kesehatan reproduksi sekaligus membentuk kelas persiapan pernikahan dini dan peduli kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab dan diskusi secara ofline dan online. Jumlah sasaran pada kegiatan ini adalah 17 orang. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja antara sebelum dan setelah pemberian materi dengan dengan perubahan rata-rata 10,00 serta terbentuknya kelas persiapan pernikahan dini dan peduli kesehatan reproduksi yang akan menjadi konselor sebaya bagi remaja lainnya yang diketuai oleh bidan koordinator Puskesmas Rappocini disertai pendampingan dari tim pengabdian masyarakat.Abstract: Early marriage is one of the reproductive health problems in adolescents with a still high incidence, namely at the age of less than 19 years in 2020 at 21.84%, which began to increase again during the COVID-19 pandemic. The aim of this service activity is to increase knowledge among teenagers regarding marriage readiness in Islamic aspects, maturing the age of marriage, and caring for reproductive health, as well as forming early marriage preparation classes and caring for reproductive health. The methods used are question-and-answer lectures and offline and online discussions. The number of targets for this activity was 17 people. The results obtained were an increase in teenagers' knowledge between before and after giving the material, with an average change of 10.00 as well as the formation of an early marriage preparation and reproductive health care class which will become peer counselors for other teenagers, headed by the Rappocini Community Health Center coordinator midwife accompanied by assistance from community service team.
OPTIMALISASI PERAN IBU DALAM PEMBERIAN PIJAT BAYI TERHADAP TUMBUH KEMBANG BAYI Andryani, Zelna Yuni; Firdayanti, Firdayanti; Hidayah, Nurul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28165

Abstract

Abstrak: Optimalisasi pertumbuhan dan perkembagan pada bayi selain mengonsumsi nutrisi yang baik, perlu adanya bantuan rangsangan stimulasi dengan pijat bayi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pemberian pijat bayi di kelurahan Kalase’rena. Metode dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan Community Based Participatory Research (CBPR), yaitu berupa pendekatan dan pendampingan secara langsung mengenai pemberian pijat bayi pada ibu, sebagai upaya dalam menstimulasi tumbuh kembang, peserta sebayak 30 ibu yang memiliki bayi. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran pengetahuan dan perilaku ibu tentang pemberian pijat bayi dan tumbuh kembang bayi, kemudian dilakukan pengukuran berat badan, panjang badan dan LILA bayi sebelum dan setelah tindakan. Hasil dari kegiatan ini di dapatkan pengetahuan ibu memiliki nilai pre-tes 40% dan post-tes 100%, perilaku ibu pre-tes 73,3% dan post-tes 80. Kemudian berat badan, panjang badan dan LILA bayi juga menunjukan perbedaan sebelum dan sesudah diberikan pijat bayi. Pemberian Pijat bayi yang dilakukan oleh ibu sendiri efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.Abstract: Optimizing growth and development in babies, apart from consuming good nutrition, requires assistance with stimulation with baby massage. This service aims to increase mothers' knowledge and skills in providing baby massage in the Kalase'rena sub-district. The method in this service uses a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach, namely in the form of a direct approach and assistance regarding giving baby massage to mothers, to stimulate growth and development, participants as young as 30 mothers who have babies. The evaluation was done by measuring the mother's knowledge and behavior regarding giving the baby a massage and the baby's growth and development, then measuring the baby's weight, body length, and LILA before and after the procedure. This activity showed that the mother had a pre-test score of 40% and a post-test of 100%, the mother's pre-test behavior was 73.3% and the post-test was 80. Then the baby's weight, body length, and LILA also showed differences before and after giving the baby a massage. Giving baby massage by the mother herself is effective in increasing the child's growth and development optimally.