Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pembuatan Desain Jalur Evakuasi Pengguna Bangunan Desa Wisata Paccing Pada Kondisi Darurat Padhil, Ahmad; Rauf, Nurhayati
Jurnal Tiyasadarma Vol. 1 No. 2 (2024): Januari 2024 | Jurnal Tiyasadarma
Publisher : LPPM ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mendukung pengembangan desa wisata, maka perlu dilakukan penyusunan wisata tematik melalui klasterisasi. Konsep klasterisasi dapat mengembangkan atraksi wisata berdasarkan potensi lingkungan kawasan pesisir serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola wisata di kawasan rawan bencana. Selain mempertimbangkan potensi kawasan, dalam mengembangkan sektor wisata sering kali dengan melakukan pendekatan masyarakat (the community approach). Keterlibatan aktif masyarakat ini dapat memberikan kekuatan psikologis dengan peningkatan rasa sense of having a place, harga diri, kebanggaan, identitas masyarakat hingga menjadi salah satu wujud peningkatan ekonomi jangka panjang yang diusahakan bersama dalam mengembangkan produk wisata. Kegiatan partisipasi dan antusiasme masyarakat sangat berperan dalam menggerakkan wisata yang termasuk dalam memperkenalkan edukasi dan pengalaman wisatawan. Namun faktor lain yang harus menjadi perhatian dalam mewujudkan wisata yang berkelanjutan adalah perlunya integrasi yang efektif antara pemerintah, masyarakat serta partner. Dengan demikan maka untuk mewujudkan kolaborasi yang baik salah satunya dengan mengembangkan demonstrate klaterisasi desa wisata dapat membantu masyarakat mengelola kegiatan wisata unggulan. Tujuan penelitian ini menyusun klasterisasi desa wisata. Pengabdian ini bertujuan untuk menesosialisasikan pembuatan jalur evakuasi desa wisata sebagai salah satu penggerak eknonomi masyarakat di desa wisata. Metode yang diterapkan dalam pendampingan dengan pelatihan partisipatif yang melibatkan sebanyak mungkin peran serta mitra dan pendamping melalui ceramah, demonstrasi, Latihan dan praktik, serta finishing. Pemuda - Pemudi Karang Taruna Desa Paccing mendapatkan modul pelatihan pembuatan Desain Jalur Evakuasi untuk mengembangkan desain. Pemuda - Pemudi Karang Taruna Desa Paccing mampu memahami konsep Pengembangan Konsep selain itu dasar gambar untuk pengembangan konsep desain. mampu mandiri mengimplementasikan dan terampil dalam pembuatan peta konsep-konsep perancangan sklasederhan untuk kepentingan pengembangan desa. Kesimpulan dari Kegiatan pelatihan pengenalan konsep Jalur Evakuasi yaitu pemuda-pemudi sudah mengetahui dan memahami konsep tentang Jalur Evakuasi serta tanggap darurat.
PENGUATAN KAPASITAS PENGRAJIN BESI MELALUI EDUKASI K3 UNTUK MENGURANGI RISIKO PENYAKIT AKIBAT KERJA Sani, Andi; Padhil, Ahmad; Suwardi, Wisda Zulaeha; Sartika, Sartika; Zubair, Muh. Zul Padly; Suherdi, Suherdi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35727

Abstract

Abstrak: Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang merupakan sentra kerajinan logam tradisional yang dikenal dengan sebutan "Panre' Bessi". Dengan melibatkan 772 tenaga kerja aktif dan produksi mencapai 289.950unit alat pertanian per bulan, industri ini menghadapi permasalahan serius terkait kesehatan kerja, khususnya penyakit infeksi saluran pernapasan akibat paparan asap dan debu dari proses pembakaran tradisional. Tujuan dari edukasi ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengrajin besi tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta mengurangi angka penyakit infeksi saluran pernapasan akibat kerja.Program pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui empat tahapan dimulai sosialisasi dengan mitra serta pemerintah setempat dilanjutkan dengan pelatihan edukasi K3 dan penggunaan APD, penerapan teknologi tungku ramah lingkungan, serta pendampingan simulasi penggunaan APD yang dihadiri 20 mitra pengrajin dan evaluasi dengan pre-posttest sebelum dan sesudah edukasi dilakukan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan pengetahuan pengrajin tentang penyakit-penyakit akibat kerja dan factor risiko penyakit tersebut untuk kesehatan kerja. Adapun besar peningkatannya sebesar 28%. Edukasi K3 yang komprehensif dan penerapan teknologi tepat guna dapat mengurangi risiko penyakit infeksi saluran pernapasan pada pengrajin besi tradisional.Abstract: Massepe Village, Tellu Limpoe District, Sidenreng Rappang Regency is a center for traditional metal crafts known as "Panre' Bessi". With the involvement of 772 active workers and production reaching 289,950 units of agricultural equipment per month, this industry faces serious problems related to occupational health, especially respiratory infections due to exposure to smoke and dust from the traditional burning process. The purpose of this education is to increase the knowledge and awareness of iron craftsmen about occupational safety and health (K3) and reduce the number of respiratory infections due to work. The community service program is implemented through four stages starting from socialization with partners and the local government, followed by K3 education training and the use of PPE, the application of environmentally friendly furnace technology, and assistance with PPE use simulations attended by 20 craftsmen partners and evaluation with pre-posttests before and after the education is carried out. The results of this activity indicate that the program has succeeded in increasing the knowledge of craftsmen about occupational diseases and risk factors for these diseases for occupational health. The increase is 28%. Comprehensive K3 education and the application of appropriate technology can reduce the risk of respiratory infections in traditional iron craftsmen.