Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor-Faktor Apa Saja Yang Berhubungan Dengan Pencapaian Pelaksanaan Ambulasi Dini Pada Ibu Pascapartum Di Ruang Rawat Inap RSKDIA Siti Fatimah Makassar Elfina, Elfina; Muchtar, Risma; Umar, Fadly
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.628 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v2i2.569

Abstract

Ibu biasanya khawatir gerakan-gerakan yang di lakukan akan menimbulkan dampak yang tidak di inginkan. Padahal, apabila ibu bersalin melakukan ambulasi dini, itu bisa memperlancar terjadinya proses involusi uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan pencapaian pelaksanaan ambulasi dini pada ibu pascapartum. Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ”cross sectional study” Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel independen adalah pengetahuan, bimbingan bidan/perawat, jenis pertolongan persalinan dan dukungan keluarga. Variabel dependen adalah ambulasi dini pasca partum. Instrumen penelitian dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi.  Berdasarkan  hasil uji Fischer’s exact test dengan taraf kesalahan (α)=0,05 diperoleh nilai p=0,006 untuk pengetahuan, nilai p=0,000 untuk bimbingan perawat/bidan, nilai p=0,001 untuk jenis pertolongan persalinan dan nilai p=0,003 untuk dukungan keluarga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, bimbingan perawat/bidan, jenis pertolongan persalinan dan dukungan keluarga dengan pelaksanaan ambulasi dini pasca partum. 
Analisis Faktor-Faktor Risiko Stunting Anak Balita pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Tawaeli Kota Palu Tahun 2020: Analysis of the Risk Factors of Children's Stunting in the Covid-19 Pandemic Period at Tawaeli Puskesmas Tawaeli, Palu City, 2020 Umar, Fadly; Nurhaeda; Juwita
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.308 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1612

Abstract

Stunting merupakan perhatian utama kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Tujuan penelitian menganalisis faktor risiko stunting anak balita pada masa pandemi di Sulawesi Tengah. Kunci kesuksesan pencegahan stunting adalah pemantauan gizi dan pengukuran berat badan bayi dan balita yang dilakukan kader masyarakat di posyandu. Saat pandemi covid-19, kegiatan tersebut tidak bisa dilakukan, dampak pandemi ini terhadap indonesia dapat menyebabkan generation lost di masa depan. Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program-program pencegahan stunting di masa pandemi covid-19 ini. Penelitian kualitatif dan kuantitatif dilaksanakan pada tanggal 06 November-28 Desember 2021 di Puskesmas Tawaeli Provinsi Sulawesi Tengah. Metode penarikan sampel dengan simple random sampling sebanyak 27 orang. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner, Faktor risiko yang paling dominan dilakukan analisis multivariat regresi logistik terhadap variabel faktor risiko rumah tangga dan keluarga, risiko makanan pendamping ASI, risiko praktek menyusui, risiko penyakit infeksi, risiko sosial dan masyarakat. Selanjutnya faktor risiko dominan dikendalikan dengan model promosi multilevel dengan pendekatan Multilevel Approach To Community Health (MATCH). Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki faktor risiko terhadap kejadian stunting adalah berat badan lahir rendah OR=5,512 (1,992-15,256) tidak mencuci tangan OR=5,359 (1,758-16,341) serta tidak memiliki jamban dengan OR= 7,398 (2,072-30,714). Model MATCH dengan melaksanakan program peningkatan efektivitas program Kesehatan ibu dan anak seperti antenatal care, kelas ibu hamil, suplementasi Fe dan kalsium. Pemberian makanan tambahan ibu hamil. Pelatihan praktik mencuci tangan pada air mengalir menggunakan sabun. Dukungan prasaran Air bersih dengan pemipaan. Bantuan kepemilikan jamban dan cara perawatannya serta pelatihan sanitasi berbasis masyarakat.
Hubungan Pengetahuan Prilaku dan Sikap dalam Pengolahan Makanan terhadap Kejadian Penyakit Diare Pasca Bencana di Pengusian Desa Wani 1 Kabupaten Donggala Tahun 2020: The Relationship Between Knowledge Behavior and Attitude in Food Processing to the Incidence of Diarrhea Post-Disaster in Wani 1 Village, Donggala Regency in 2020 Umar, Fadly; Juwita, Juwita; Kartiani, Andi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.803 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1613

Abstract

Pada wilayah Desa wani 1 terjadi diare balita sebesar 19 kasus denganjumlah KK 299 dan jumlah balita 63 jiwa (30,16%). Berdasarkan survey pendahuluan, masyarakat di pengungsian mempunyai pengetahuan yang cukup terhadap pengolahan makanan tetapi masih ada yang bersikap acuh. Kemungkinan hal ini dikarenakan kondisi lingkumgan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengolahan makanan terhadap kejadian penyakit diare pasca bencana dipengungsian desa wani 1. Desain penelitian yang digunakan adalah potong silang (Cross Sectional). Penelitian ini dilaksanakan di tempat pengungsian desa Wani 1 dengan populasi berjumlah 63 balita, dimana teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling. Luaran yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengolahan makanan sehingga mengurangi kejadian penyakit diare di pengungsian Desa wani 1 Kabupaten Donggola.