Fitriani, Yessy
Departemen Pendidikan Kesehatan Dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Potensial opini masyarakat dalam konten sosial media menimbulkan hesitency terhadap vaksin COVID 19 : A Literature Review Yessy Fitriani; Yoslien Soepamena
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2022): VISIKES (SUPLEMEN)
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i2Supp.5748

Abstract

ABSTRACT Background and objective: Vaccine hesitency is a sign that the public is late in accepting or refusing the COVID 19 vaccine. Misinformation or hoax news on social media can reduce public trust in the COVID 19 vaccine. The study aims to collect, analyze and summarize relevant findings in the literature scientifically, it is possible to be able to  provide an assessment of what has been revealed by research so far about how social media (its content or its consumer use) can affect people’s knowledge and beliefs about the COVID-19 vaccine. Methods: Systematic review using Pubmed, ProQuest, Google Scholar and Science Direct. Result: 10 articles related to COVID 19 vaccine doubts on social media. Conclusion: Misinformation on the COVID 19 vaccine can endanger public opinion that is not anti-vaccine. For example, there are hoax news about the side effects of the COVID 19 vaccine that are not based on existing facts. In addition, the comments of people who are anti vaccine can influence public opinion, giving rise to doubts. Responding to the issue of COVID 19 vaccine hesitancy on social media such as Facebook, Twitter, and other social media. There has been a lot of misinformation related to the COVID-19 vaccine. Whereas social media platforms have the opportunity to provide information that can increase the use of the COVID-19 vaccine. Keywords: potential opinion, social media, hesitency, COVID 19
ADAPTASI ALAT UKUR LITERASI KESEHATAN PADA MAHASISWA ANGKATAN PERTAMA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG TAHUN 2019 Yessy Fitriani; Wa Ode Arin Sri Andriani; Yoslien Sopamena; Yulita Sirinti; Dien Anshari
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i1.802

Abstract

Latar Belakang: Literasi kesehatan adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan, memproses dan memahami informasi serta pelayanan kesehatan dasar yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat mengenai kesehatan. Penelitian mengenai bagaimana literasi kesehatan berkaitan dengan status kesehatan seseorang masih belum banyak dilakukan di Indonesia, terutama karena belum adanya instrumen yang layak untuk mengukur tingkat literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi versi singkat dari instrumen Health Literacy Scale yang dikembangkan di Uni Eropa (HLS-EU-Q16) agar dapat digunakan untuk kelompok usia remaja akhir dan dewasa muda di Sumatera Barat. Metode: Penelitian kualitatif ini mengambil data melalui wawancara kognitif dengan 10 mahasiswa tingkat pertama di Universitas Andalas, Sumatera Barat yang direkrut secara purposif pada Juni 2019. Panduan wawancara dikembangkan dari 16 pertanyaan dalam instrumen HLS-EU-Q16 yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil: Secara umum informan banyak yang kurang paham dengan penggunaan frasa yang baku (seperti “mengambil keputusan”, “membutuhkan pemeriksaan kesehatan” dan “menilai mana perilaku sehari-hari” serta informan mengakui kesulitan memahami kosa kata “dokter lain atau second opinion”). Kesimpulan: Instrumen HLSE-EU-Q16 dapat digunakan untuk kalangan usia remaja akhir dan dewasa muda dengan penyesuaian pada pilihan frasa yang lebih mudah dipahami.
ADOLESCENT KNOWLEDGE AND PERCEPTION OF HIV/ AIDS STIGMATIZATION IN THE INDONESIAN CONTEXT: Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Remaja Terhadap Stigma Kepada Orang Dengan HIV/AIDS Di Indonesia Stella Maris Bakara; Elvi Sahara Lubis; Yessy Fitriani
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V11I32023.287-294

Abstract

Background: Stigmatization of People Living with HIV/AIDS (PLWHA) among adolescents today has become a significant barrier to preventing the increase of HIV/AIDS cases, including understanding those at risk and PLWHA themselves. Adolescents' knowledge and perceptions about PLWHA significantly influence HIV/AIDS stigma, given that adolescence signifies a phase of profound biological, psychological, and social transition. Objective: This research aims to determine the correlation between knowledge and perception of the stigma against people living with HIV/AIDS. Methods: This study utilizes secondary data from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2017, analyzed using a cross-sectional method. The sample consisted of 14,270 adolescents in Indonesia aged 15 to 24 years. The study employed questionnaires on HIV/AIDS knowledge, perception towards PLWHA, and stigma towards PLWHA. Data analysis was conducted using univariate analysis to observe frequency distribution and bivariate analysis with a chi-square test to examine the relationship between two variables. Results: The research results indicate a significant correlation between adolescents' knowledge and stigma towards PLWHA at 0.00 (p<0.05), as well as a significant correlation between adolescents' perception and stigma towards people with HIV/AIDS at 0.00 (p<0.05). Conclusion: Prevention efforts through education and comprehensive approaches in delivering health information in a way that is well-received by adolescents can be presented innovatively.
Faktor Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 0 bulan - 24 bulan: Analisis Data SDKI 2017 Apri Yulda; Yessy Fitriani
Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/hmaps.v1i2.1619

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kesakitan dan kematian pada bayi dan anak-anak. Berdasarkan data SDKI tahun 2017 prevalensi diare tertinggi pada anak usia 0 bulan - 24 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia 0 bulan - 24 bulan.Subjek dan Metode: penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 6,056 sampel dari 7,389 populasi pada anak usia 0 bulan - 24 bulan yang menderita diare di Indonesia Tahun 2017. Pengambilan sampel penelitian menggunakan data SDKI Tahun 2017 berdasarkan kelengkapan data pada anak usia 0 bulan - 24 bulan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Jenis data penelitian menggunakan data sekunder SDKI Tahun 2017. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji chi square) .Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkkan bahwa terdapat pengaruh perilaku membuang tinja (p =0.026) dan sarana pembuangan tinja (p<0.001) terhadap kejadian diare pada anak usia 0 bulan - 24 bulan. Tidak ada hubungan sarana air bersih dengan kejadian diare pada anak usia 0 bulan - 24 bulan ( p = 0.626).Kesimpulan: Perilaku membuang tinja yang buruk dan sarana pembuangan tinja tidak memenuhi syarat meningkatkan resiko kerjadian diare pada anak usia 0 bulan - 24 bulan.
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga Kecamatan Pasar Muara Bungo, Jambi Mila Mila Wati; Yessy Fitriani
Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/hmaps.v1i2.1622

Abstract

Latar Belakang : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu program pemerintah yang diharapkan untuk menyelesaikan berbagai penyakit dan masalah kesehatan. Lingkungan bersih dan nyaman akan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.Subjek dan Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga majelis ta’lim RW 05, Kelurahan Bungo Timur Kecamatan Pasar Muara Bungo. Sampel yang diteliti sebanyak 13 orang dengan menggunakan teknik sampel random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan sedangkan variabel terikatnya adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Mengumpulkan data menggunakan kuesioner.Hasil: Tidak ada hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) di Majelis Ta’lim RW 05, Kelurahan Bungo Timur Kecamatan Pasar Muara Bungo (p=1.000).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) di Kecamatan Pasar Muara Bungo.
Early Marriage as a Solution or a Problem? Adolescent Perspective in The Modern Era Milawati Milawati; Dodi Putra; Wahyu Riddizon; Marjohan Marjohan; Yessy Fitriani; Apri Yulda
Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/healthmaps.v3i1.3185

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di Indonesia, meskipun akses informasi di era modern semakin luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman dan perspektif remaja terhadap pernikahan dini, serta dampak dari kegiatan edukatif yang diberikan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proyek pengabdian masyarakat di SMAN 2 Muara Bungo oleh tim dari Program Studi Informatika Medis, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, yang disertai dengan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai risiko pernikahan dini—dari 30% sebelum kegiatan menjadi 95% setelahnya. Inisiatif edukatif ini berhasil mengubah pandangan remaja, menunjukkan bahwa pernikahan dini bukanlah solusi, melainkan masalah kompleks yang berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan guru.