Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tipologi Dan Morfologi Fasade Rumah Tradisional Kampung Ciptagelar Ramli, Syamsun
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 10 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v10i2.2680

Abstract

The people of Kampung Ciptagelar are indigenous people who still hold tatali parantikaruhun. The traditional house of Ciptagelar village is rumah panggung. The facade of thetraditional house of Kampung Ciptagelar has developed. The purpose of this research isto describe typology and morphology of traditional house of Kampung Ciptagelar. Thisresearch is descriptive research using qualitative data collection techniques. Primarydata was obtained through observing the field. Secondary references are obtained throughhistorical-comparative research related to the research sites and research topics. Theresults showed that there are two types of roofs, three types of roof terraces, six door types,eight types of windows, two types of walls, and four types of terraces. The researcherclassifies the change of facade of traditional house of kampong into eight groups. Thechange of facade is influenced by social, economic, climate change, and community knowledgeof Kampung Ciptagelar. Tatali paranti karuhun as a cultural factor while maintainingthe red thread of the traditional house of Kampong Ciptagelar. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v10i2.2680
Makna Ruang Sebagai Aspek Pelestarian Situs Sumberawan Ramli, Syamsun; Wikantiyoso, Respati
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 10 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v10i1.2399

Abstract

Situs Sumberawan merupakan salah satu tempat wisata di kabupaten Malang. Situs initerletak di Desa Toyomerto, Kecamatan Singosari. Stupa Sumberawan berada di kakigunung Arjuno. Stupa Sumberawan dibangun pada akhir era Majapahit, yaitu sekitarabad ke-14 sampai 15. Di area stupa terdapat beberapa mata air. Mata air ini membentuktelaga mata air. Stupa Sumberawan dibangun untuk mentransformasi mata air menjaditirta amerta. Tirta amerta adalah air suci sebagai saripati kehidupan. Masyarakat masihmempercayai mitos dan larangan di telaga mata air ini. Situs Sumberawan sangat menarikuntuk diteliti dengan keberadaan telaga mata airnya. Stupa dan telaga mata air ini menjadiruang berbagai aktivitas. Warga sekitar memanfaatkannya untuk kebutuhan air bersih,mencuci, memancing, dan mengairi sawah. Umat Budha melakukan ritual pradaksinadi Stupa Sumberawan. Penganut kejawen melaksanakan ritual mandi suci pada malamjumat legi di telaga mata air. Wisatawan berkunjung dengan tujuan rekreasi. Penelitiingin mengetahui makna ruang Situs Sumberawan bagi masing-masing pengguna.Penelitian menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukan perbedaanpemaknaan dan penggunaan ruang di Situs Sumberawan. Perbedaan makna ruang inidapat menjadi landasan dalam upaya pelestarian Situs Sumberawan. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v10i1.2399
Tingkat Keberlanjutan Masyarakat Kampung Biru “AREMA” di Kota Malang Utami, Sri; Ramli, Syamsun; Widiana, Fenny; Santoso, Dian Kartika; Finaldi, Andi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.216

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Jawa Timur. Sebagai ciri kota besar maka di Malang juga bermunculan kampung-kampung berciri khas kota, salah satunya Kampung Rembuyung Embong Brantas. Keberadaan Kampung lama dibantaran Sungai Brantas ini telah bermetamorfosa dari kampung berpenampilan heterogen menjadi Kampung yang homogen dengan penampilan “Biru Arema”. Hal ini menjadi menarik karena keberagaman telah menjadi keseragaman penampilan beridentitas klub sepak bola Arema. Sementara perubahan penampilan ini masih mampu menjadi daya tarik wisatawan. Namun perlu dilakukan penilaian terkait tingkat keberlanjutan masyarakatnya. Sesuai format Community Sustainability Assessment (CSA), bagaimana hasil penilaian terhadap tingkat keberlanjutan masyarakat (PKM) Kampung Biru Arema ditinjau dari aspek sosial, spiritual dan ekologis. Lokasi kampung berada di RW 04 dan RW 05, Kelurahan Kidul Dalem, Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan secara yuridis normatif dan pendekatan secara yuridis empiris. Hasil penelitian berupa rekomendasi untuk meningkatkan tingkat kemampuan masyarakatnya.