Yusup, Ucup
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Analysis of Shuttlecock Velocity Based on the Field Test Method of The Home Industry Products in Indonesia Yusup, Ucup; Rusdiana, Agus
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 5, No 1 (2020): Improving Physical Education to Promote Healthy Growth
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.992 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v5i1.23178

Abstract

One of the main components of badminton games is shuttlecock. The shuttlecock home industries in Indonesia mainly employ for about 20-40 freelance workers. The workers in the home industries are able to produce 500-100 slops of shuttlecock daily. The guarantee of the shuttlecock quality produced by home industries, either through the laboratory tests or field tests, is rarely conducted formally. Therefore, we are interested in conducting an academic study on the velocity of the shuttlecocks produced by the workers of the shuttlecock home industries that have been distributed in Indonesia markets. There are eight widely distributed shuttlecock brands produced by the home industries in Indonesia, including Taiso, Saporate, Netra, Arjuna, Kuda Mas, Rivals, Purnama, and Spin. The purpose of this study was to examine the quality of aerodynamics rate of the shuttlecock produced by home industries by comparing the rate of motion of the shuttlecock in different distances started from the initial velocity to the final velocity when the shuttlecocks impact to the ground. The method used in this study was a descriptive qualitative study. The instruments used were three high resolution handy cams, a set of calibration, and the 3D motion analysis system software (Frame Diaz IV). The result of this study showed that the average velocity of the shuttlecock, started from the initial velocity to the final velocity with 5 meter distance, reached 85.0 m/s., while the average final velocity reached 29.8m/s at 5 meter distance. From all of the shuttlecock types tested in the field test for their velocity, it was found that the Spin brand moved with a high velocity with 12.8% of percentage. Meanwhile, the lowest velocity of the shuttlecock was found in the Taiso brand where the percentage was 15.3% in 9 meter and12 meter distances. The study concludes that the average of various shuttlecock brands’ speeds are in the normal category except for the Taiso and Spin brands.
HUBUNGAN KONDISI FISIK, TINGKAT KESEHATAN, PSIKOLOGIS DENGAN PRESTASI ATLET CABANG OLAHRAGA BELADIRI JAWA BARAT DI PON XIX 2016 Yusup, Ucup; Erawan, Bambang; Hermanu, Entang
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v10i2.16143

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan kondisi fisik, psikologi, dan tingkat kesehatan, dengan prestasi atlet cabang olahraga beladiri jawa barat di pon xix 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eks-pos fakto. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet beladiri jawa barat yang mengikuti PON XIX 2016. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan total sampling. Seluruh atlet beladiri merupakan atlet yang sudah mengikuti PON XIX 2016. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik anova. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Instrumen untuk kondisi fisik (Vo2 max) adalah bleep test, (2) Instrumen untuk mengetahui psikologi (motivasi) dengan angket Maslow, (3) Instrumen untuk mengetahui tingkat kesehatan test kesehatan umum, dan (4) intrumen prestasi adalah dengan kuesioner. Hasil penelitian yang diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi fisik dengan prestasi atlet bela diri di PON XIX dengan skor 0,494, kemudian terdapat hubungan yang signifikan antara psikologi dengan prestasi atlet bela diri di PON XIX dengan skor 0,736, dan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan dengan prestasi atlet bela diri di PON XIX dengan skor 0,143. Sedangkan untuk keseluruhan terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi fisik, psikologi, dan kesehatan terhadap prestasi atlet bela diri di PON XIX. Kesimpulan adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi fisik, psikologi, dan kesehatan terhadap prestasi atlet bela diri di PON XIX.
PENGARUH LATIHAN 40-YARD LADDER SPRINT DAN LATIHAN ZIGZAG RUN TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN SISWA PADA CABANG OLAHRAGA BOLABASKET Solihin, Ahmad; Yusup, Ucup; Satria, Satria; Kusumah, Widi
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v8i2.16076

Abstract

Permasalahan yang menjadi acuan penulis dalam penelitian ini adalah untukmencari ada tidaknya pengaruh yang signifikan dari latihan 40-yard laddersprint dan zig-zag run terhadap peningkatan kelincahan pemain bola basketpada ekstrakulikuler MA I’anatut thalibin. Penulis ingin mengetahui sejauhmana perbedaan pengaruh kedua latihan tersebut terhadap peningkatankelincahan serta perbedaannya. Metode yang digunakan oleh penulis adalahmetode eksperimen, sampel yang digunakan adalah sampel jenuh sebanyak 20orang yang merupakan anggota ekstrakulikuler bola basket MA I’anatutthalibin, sampel dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok A diberikan latihan40-yard ladder sprint sedangkan kelompok B diberikan latihan zig-zag run.Selanjutnya, kedua bentuk latihan tersebut dibandingkan untuk melihatpengaruhnya terhadap peningkatan kelincahan. Data diperoleh dari hasil tes,yaitu tes awal dan tes akhir dengan menggunakan bentuk tes kelincahanshuttle run 6X10m yang memiliki tingkat validitas 0.93, dan reabilitas 0.82dalam menganalisis data digunakan uji signifikan dua rata-rata dua pihak.Penulis menyimpulkan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan bahwa; (1)Latihan 40-yard ladder sprint memberikan pengaruh yang signifikan terhadappeningkatan kelincahan pemain bolabasket. (2) Latihan Zig-zag runmemberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahanpemain bolabasket. (3) Terdapat perbedaan pengaruh antara latihan 40-yardladder sprint dengan latihan Zig-zag run terhadap peningkatan kelincahanpemain bolabasket.
TINGKAT KEJENUHAN ATLET USIA DINI DALAM LATIHAN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA ginanjar, mochamad; yusup, ucup; hermanu, entang
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v7i1.16293

Abstract

Kajian dalam penelitian ini adalah latihan penguasaan keterampilan teknik dasar dalam permainan sepak bola khususnya untuk anak usia dini, diperlukan latihan intensif yang bersifat menggembleng dan berkesinambungan agar dapat melahirkan keterampilan (skill) yang terasah, tetapi sejalan dengan itu, dengan menerapkan latihan intensif dan berkesinambungan (metode drill), pemain terlihat jenuh dan bosan karena dilakukan terus-menerus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sampel penelitian adalah pelatih dan 25 pemain dari setiap sekolah sepak bola yaitu SSB Produta, SSB BSA, dan SSB Perciba yang berumur 10-12 tahun. Teknik pengumpulan data melalui teknik angket, wawancara, observasi, dan temuan peneliti. Hasil dari penelitian bahwa tingkat kejenuhan pada semua SSB yang paling tinggi disebabkan oleh faktor/komponen perhatian. Rata-rata tingkat kejenuhan pada setiap responden berada pada tingkat/taraf “sedang” ini membuktikan bahwa setiap aktivitas atau latihan yang benar dan berkesinambungan akan menyebabkan kejenuhan.
KORELASI ANTARA DAYA TAHAN KECEPATAN DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN HASIL LARI 800 METER nugraha, kusuma; yusup, ucup; mulyana, dadan
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v4i2.16234

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan daya tahan kecepatan dengan hasil lari 800 meter pada cabang olahraga atletik. Untuk mengetahui hubungan panjang tungkai dengan hasil lari 800 meter pada cabang olahraga atletik. Untuk mengetahui hubungan antara daya tahan kecepatan dan panjang tungkai secara bersama-sama dengan hasil lari 800 meter pada cabang olahraga atletik.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jumlah subjek sebanyak 7 orang dengan penarikan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling.Untuk mengetahui dan menguji hipotesis, penulis menggunakan tes dan pengukuran sebagai alat pengumpul data dengan menggunakan instrument tes lari 400 meter dan pengukuran panjang tungkai. Data-data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan pendekatan statistik dengan teknik analisis korelasi dan determinasi.Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, diketahui bahwa daya tahan kecepatan ( memiliki hubungan yang positif dan signifikan, panjang tungkai ( memiliki hubungan yang positif tetapi tidak signifikan dengan hasil lari 800 meter (Selain itu daya tahan kecepatan dan panjang tungkai secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif tetapi tidak signifikan dengan hasil lari 800 meter.Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada para pembina dan pelatih atletik untuk memberikan latihan daya tahan kecepatan karena daya tahan kecepatan mutlak sekali dimiliki oleh pelari 800 meter
Profil Antropometri Atlet Elit Dayung Puteri Indonesia Tafaqur, Muhamad; Yusup, Ucup; Kusdinar, Yopi; Nurjaya, Dede Rohmat
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v15i2.63042

Abstract

Rowing athletes' anthropometry is one of the factors that influences performance in rowing. The aim of this research is to determine the anthropometric profile of Indonesian women's rowing athletes in the 2023 rowing numbers. The research method used in this research is a descriptive method. The instruments used are anthropometric tests using a height measuring device (microtoise), a weight measuring device (digital scales with an accuracy of 0.1 kg), and a skinfold caliper. The sample in this study was 4 Indonesian female rowing elite athletes in 2023. The sampling technique uses total sampling. The results of the research show that the average height of Indonesian elite female rowing athletes in 2023 in rowing is 171.8 cm, the average body weight is 63 kg, and the average body mass index is 21.32 kg/m2. The Body Mass Index (BMI) of Indonesia's elite female rowing athletes in 2023 rowing numbers are all in the normal category. The body fat percentage of one elite Indonesian female rowing athlete in 2023 rowing numbers is in the ideal category and three athletes are in the excessive category. It is hoped that the results of this research can be a reflection for both coaches and athletes in efforts to improve the performance of female rowing athletes in accordance with the expected targets.