Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Biaya Pengeluaran Sendiri dan Pengaruhnya Terhadap Kesulitan Ekonomi Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cirebon Ayuditiawati, Meita; Kumala, Shirly; Sarnianto, Prih
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.684 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i4.1078

Abstract

Terapi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang paling banyak dipilih di Indonesia adalah hemodialisa. Hemodialisa harus dilakukan secara rutin dan berlangsung seumur hidup sehingga menimbulkan beban ekonomi dan biaya pengeluaran sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosio-demografi dengan kesulitan ekonomi dan faktor penentu yang dapat mempengaruhi kesulitan ekonomi serta komponen terbesar biaya pengeluaran sendiri di RSUD Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan rancangan non ekperimental secara potong lintang (Cross Sectional) dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara pasien dengan kuisioner terstruktur dan data sekunder dari rekam medis pasien. Subyek penelitian adalah pasien Hemodialisa di RSUD Kabupaten Cirebon sebanyak 100 pasien. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil multivariat penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara jarak rumah pasien ke rumah sakit OR 6,674 (1,444-30,85), pendapatan pasien OR 0,164 (0,027-1,000), pengeluaran kesehatan OR 0,206 (0,008-0,286) dan lama hemodialisa OR 46,37 (4,171-515,488) dengan kesulitan ekonomi. Pasien penyakit ginjal kronik mengalami kesulitan ekonomi akibat hemodialisis 68%. Komponen biaya terbesar adalah biaya transport dan makan minum sebesar Rp.750.000/bulan yang menyebabkan kesulitan ekonomi pada pasien PGK di RSUD Kabupaten Cirebon. Kata kunci : Biaya pengeluaran sendiri, kesulitan ekonomi, hemodialisis.
Evaluasi Efektivitas dan Kepatuhan Penggunaan Obat Tb pada Penyembuhan Pasien Tb di Puskesmas Margajaya-Majalengka Ayuditiawati, Meita; Karsidin, Bambang; Pandanwangi, Siti; Wiguna, Taufik Marta
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.55160

Abstract

Tingkat keberhasilan pengobatan TB tahun 2022 adalah 85% dmana pada tahun 2021 tingkat keberhasilan pengobatan TB adalah 86%, sedangkan target keberhasilan pengobatan TB pada adalah 90%. Tingkat kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor dalam keberhasilan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pengobatan TB di Puskesmas Margajaya-Majalengka, mengetahui tingkat kepatuhan minum obat dan mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat, jenis kelamin, usia, dan riwayat penyakit DM terhadap efektivitas pengobatan TB. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Puskesmas Margajaya efektifitas pengobatan atau keberhasilan pengobatan sebesar 96% dimana dari 50 pasien, 48 pasien berhasil dalam pengobatan TB. Untuk tingkat kepatuhan minum obat, 43 pasien (86%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, 5 pasien (10%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, dan 2 pasien (4%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Analisa statistik dengan mengunakan uji exact fisher pada α = 0.05, untuk hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan efektivitas pengobatan p valuenya sebesar 0.017, untuk hubungan antara jenis kelamin dengan efektivitas pengobatan p value sebesar 0.503, untuk hubungan antara usia dengan efektivitas pengobatan p valuenya sebesar 0.045, dan untuk hubungan antara riwayat penyakit DM dengan efektivitas pengobatan p valuenya sebesar 0.005. Kesimpulannya adalah bahwa efektivitas pengobatan TB di Puskesmas Margajaya sudah sesuai target, tingkat kepatuhan minum obat juga dominan patuh, faktor kepatuhan minum obat, usia dan riwayat DM berhubungan secara signifikan dengan efektivitas pengobatan, tetapi faktor jenis kelamin tidak berhubungan secara signifikan dengan efektivitas pengobatan.
UJI EFEKTIVITAS PENUMBUH RAMBUT GEL KOLAGEN TULANG SAPI (BOS TAURUS) PADA KELINCI JANTAN (LEPUS NIGRICOLLIS) Ayuditiawati, Meita; Azrul Zuniarto, Ahmad; Mega Tri Utami
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 2 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/sqrhv246

Abstract

Sediaan penumbuh rambut termasuk formula yang dirancang untuk menstimulasi pertumbuhan rambut, membuatnya lebih subur dan tebal guna mencegah kebotakan akibat kerontokan. Kolagen tulang sapi mengandung asam amino prolin yang dimana salah satu manfaatnya yaitu menghasilkan keratin untuk merangsang pertumbuhan folikel kecil dikulit kepala pada pria ataupun wanita yang mulai mengalami kerontokan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas berbagai konsentrasi 0,3%, 0,6%, dan 0,9% gel kolagen tulang sapi terhadap pertumbuhan rambut kelinci jantan, menentukan konsentrasi paling efektif, serta melakukan uji evaluasi sediaan pada konsentrasi terpilih tersebut. Pengujian efektivitas dilakukan dengan mengaplikasikan gel pada area punggung kelinci, kemudian dilakukan pengukuran terhadap panjang dan bobot rambut. Evaluasi terhadap sediaan gel mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta daya lekat. Hewan uji yang digunakan adalah empat ekor kelinci jantan, dan pada masing-masing punggung kelinci dibuat enam petak dengan perlakuan berbeda, yaitu X1, X2, X3, kontrol positif (menggunakan produk Matrix Biolage Gel Tonic), kontrol negatif (menggunakan bahan dasar gel), serta kontrol normal (tanpa perlakuan). Pengujian berlangsung selama 28 hari, dengan aplikasi gel dilakukan dua kali setiap hari, yaitu pada pagi dan sore. Pengukuran panjang rambut dilakukan pada hari ke-7, 14, 21, dan 28, sedangkan pengukuran bobot rambut dilakukan pada hari ke-28. Hasil menunjukan bahwa gel kolagen tulang sapi X3 konsentrasi 0,9% memmiliki efektivitas yang setara dengan kontrol positif (biolage gel tonic) sebagai penumbuh rambut. Hasil dari evaluasi sediaan gel menunjukkan hasil yang baik karena memenuhi persyaratan gel yang baik.