Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Aktivitas Tabir Surya Lotion Ekstrak Kulit Buah Nanas Madu (Ananas comosus Merr ) Rahmawati, Agustina Anggun; Karsidin, Bambang; Nurohman, Ikra
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.340

Abstract

Pendahuluan: Tabir surya adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk melindungi kulit manusia yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap dan memantulkan sinar matahari, sehingga dapat digunakan untuk melindungi fungsi dan struktur kulit manusia dari kerusakan akibat sinar matahari. Tujuan: penelitian ini yang pertama untuk mengetahui apakah lotion ekstrak kulit buah nanas madu (Ananas comosus merr) mempunyai aktivitas sebagai tabir surya dengan metode spektrofotometri uv-vis. Yang kedua untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak pada lotion kulit buah nanas madu (Ananas comosus merr) yang paling baik sebagai tabir surya dengan metode spektrofotometri uv-vis. Dan yang ketiga, untuk mengetahui stabilitas sediaan lotion ekstrak kulit buah nanas madu (Ananas comosus merr) sebagai tabir surya. Metode: Penelitian ini menggunakaan metode desain penelitian eksperimen sampel kulit buah nanas madu. Penelitian ini menggunakan konsentrasi yaitu X1 (8%), X2 (10%), dan X3 (12%) untuk mengetahui sediaan tabir surya dengan menggunakan alat spektrofotometri uv-vis dan untuk mengetahui evaluasi dan stabilitas sediaan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian Lotion Ekstrak Kulit Buah Nanas Madu (Ananas comosus merr) memenuhi persyaratan setelah dilakukan uji evaluasi dan stabilitas. Pada persen pigmentasi dengan konsentrasi 8%, 10% dan 12% masing-masing memiliki nilai 76, 75, 73. Konsentrasi lotion ekstrak kulit buah nanas madu 8% dengan nilai spf 1,33741, dan semakin meningkat konsentrasi yakni 10% dengan nilai spf 1,52288 dan 12% dengan nilai SPF 1,69896. Kesimpulan: bahwa nilai SPF yang terkandung menunjukan semakin tinggi nilai SPF namun tetap tidak memenuhi standar sebagai lotion tabir surya dan data persen eritema tidak masuk dalam kategori penilaian sunblock.
A Systematic Review of Knowledge and Perception Regarding Generic Medicines Among Indonesians Pandanwangi TW, Siti; Agustina, Diana; Karsidin, Bambang
Journal La Medihealtico Vol. 5 No. 2 (2024): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v5i2.1187

Abstract

Generic medicines are a type of medicine with an official name that has been assigned to the efficacious substance it contains. Generic medicines have the same effectiveness as patented medicines. Many people think that generic medicines are of low quality, so they prefer branded generic medicines or patented medicines. This systematic review aims to report the results of a search for previously reviewed studies that focus on the level of public knowledge and perception of generic medicines. The research method used is a literature study method using journal data from the last 10 years. Journal collection was carried out by searching online journal databases indexed in Google Scholar, and PubMed using Mesh (Medical Subject Headings) with a focus on the keywords "knowledge", "perception", and "generic medicines". The results of this research are that the level of Indonesian people's knowledge of generic medicines is quite good but not evenly distributed, especially among groups of people who have a strong belief that cheap medicines are of lower quality. Acceptance of generic medicines tends to be higher in communities with higher levels of education. Communities with low socio-economic conditions generally have a low level of education so they tend to have greater distrust of generic medicines. This research concludes that it is important to provide information about generic medicines aggressively and continuously to the public to increase public trust in generic medicines. In addition, prescribing generic medicines by physicians is the main thing to eliminate public distrust about generic medicines.
Formulasi Lotion Sari Buah Mangga (Mangifera Indica L.) Sebagai Pelembab Kulit Karphiawati, Aldilla Shalsa; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi TW, Siti; Karsidin, Bambang; Nafi'ah, Rahma; Zakiah, Fitri; Dewi, Komala
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol7no1p28-34

Abstract

Making mango juice lotion (Mangifera indica L.) using various concentration variations is expected to produce mango juice lotion (Mangifera indica L.) which meets the requirements for a good lotion and tests skin moisture against the mango juice lotion formula (Mangifera indica L.). This study aims to determine the best concentration of mango (Mangifera indica L.). In this study, mango juice was obtained by extortion, made in the form of lotion and tested for skin moisture using a Skin Analyzer. Data analysis in the form of SPPS (Statistical Product and Service Solution) tables. The results showed that the addition of the concentration of mango juice (Mangifera indica L.) had an effect on the resulting skin moisture. The selected formula of Mango juice lotion (Mangifera indica L.), namely formula 1 with a concentration of 5%, has a skin moisture value of 70,55%, and Mango fruit juice lotion (Mangifera indica L.).
Hedonic Test Of Lipstick Combination Of Red Dragon Fruit Peel Extract (Hylocereus Polyrhizus) And Beetroot Tuber Extract (Beta Vulgaris L.) As Natural Colorant Fauzia, Rizki Rahmah; Karsidin, Bambang; Tristianti, Deswita
Media Farmasi Indonesia Vol. 20 No. 1 (2025): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v20i1.303

Abstract

Not all waste from natural materials produced can be utilized properly by humans to produce higher economic value. The waste in question is red dragon fruit skin which contains anthocyanin pigments and betasianin pigments. Pigments can be used as colorants in lipstick but the intensity of the resulting color is less attractive. This study aims to determine the lipstick combination of Red Dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) and Beet tuber extract (Beta vulgaris L.) most preferred by panelists as a natural colorant. The method used in this study was experimental. Preparation of Red Dragon fruit peel extract and Beetroot tuber extract using maceration method with 70% ethanol solvent. Then the extract was made into 3 lipstick preparation formulas at a concentration of 30% with a ratio of 1: 2 (X1), 1,5 : 1.5 (X2) and 2: 1 (X3). Hedonic tests include texture, color, aroma and appearance of lipstick preparations using a Likert scale. The combination lipstick produces color and percentage of liking, namely purple and preferred by 43.75% (X1), pink with 51.25% hedonic percentage (X2), and the most preferred by 58.75% (X3) with a dark red color, while the negative control has a yellow color with the smallest liking value of 28.75%.
Uji Aktivitas Tabir Surya Lotion Ekstrak Kulit Buah Nanas Madu (Ananas comosus Merr ) Rahmawati, Agustina Anggun; Karsidin, Bambang; Nurohman, Ikra
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.340

Abstract

Pendahuluan: Tabir surya adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk melindungi kulit manusia yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap dan memantulkan sinar matahari, sehingga dapat digunakan untuk melindungi fungsi dan struktur kulit manusia dari kerusakan akibat sinar matahari. Tujuan: penelitian ini yang pertama untuk mengetahui apakah lotion ekstrak kulit buah nanas madu (Ananas comosus merr) mempunyai aktivitas sebagai tabir surya dengan metode spektrofotometri uv-vis. Yang kedua untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak pada lotion kulit buah nanas madu (Ananas comosus merr) yang paling baik sebagai tabir surya dengan metode spektrofotometri uv-vis. Dan yang ketiga, untuk mengetahui stabilitas sediaan lotion ekstrak kulit buah nanas madu (Ananas comosus merr) sebagai tabir surya. Metode: Penelitian ini menggunakaan metode desain penelitian eksperimen sampel kulit buah nanas madu. Penelitian ini menggunakan konsentrasi yaitu X1 (8%), X2 (10%), dan X3 (12%) untuk mengetahui sediaan tabir surya dengan menggunakan alat spektrofotometri uv-vis dan untuk mengetahui evaluasi dan stabilitas sediaan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian Lotion Ekstrak Kulit Buah Nanas Madu (Ananas comosus merr) memenuhi persyaratan setelah dilakukan uji evaluasi dan stabilitas. Pada persen pigmentasi dengan konsentrasi 8%, 10% dan 12% masing-masing memiliki nilai 76, 75, 73. Konsentrasi lotion ekstrak kulit buah nanas madu 8% dengan nilai spf 1,33741, dan semakin meningkat konsentrasi yakni 10% dengan nilai spf 1,52288 dan 12% dengan nilai SPF 1,69896. Kesimpulan: bahwa nilai SPF yang terkandung menunjukan semakin tinggi nilai SPF namun tetap tidak memenuhi standar sebagai lotion tabir surya dan data persen eritema tidak masuk dalam kategori penilaian sunblock.
Evaluasi Efektivitas dan Kepatuhan Penggunaan Obat Tb pada Penyembuhan Pasien Tb di Puskesmas Margajaya-Majalengka Ayuditiawati, Meita; Karsidin, Bambang; Pandanwangi, Siti; Wiguna, Taufik Marta
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.55160

Abstract

Tingkat keberhasilan pengobatan TB tahun 2022 adalah 85% dmana pada tahun 2021 tingkat keberhasilan pengobatan TB adalah 86%, sedangkan target keberhasilan pengobatan TB pada adalah 90%. Tingkat kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor dalam keberhasilan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pengobatan TB di Puskesmas Margajaya-Majalengka, mengetahui tingkat kepatuhan minum obat dan mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat, jenis kelamin, usia, dan riwayat penyakit DM terhadap efektivitas pengobatan TB. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Puskesmas Margajaya efektifitas pengobatan atau keberhasilan pengobatan sebesar 96% dimana dari 50 pasien, 48 pasien berhasil dalam pengobatan TB. Untuk tingkat kepatuhan minum obat, 43 pasien (86%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, 5 pasien (10%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, dan 2 pasien (4%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Analisa statistik dengan mengunakan uji exact fisher pada α = 0.05, untuk hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan efektivitas pengobatan p valuenya sebesar 0.017, untuk hubungan antara jenis kelamin dengan efektivitas pengobatan p value sebesar 0.503, untuk hubungan antara usia dengan efektivitas pengobatan p valuenya sebesar 0.045, dan untuk hubungan antara riwayat penyakit DM dengan efektivitas pengobatan p valuenya sebesar 0.005. Kesimpulannya adalah bahwa efektivitas pengobatan TB di Puskesmas Margajaya sudah sesuai target, tingkat kepatuhan minum obat juga dominan patuh, faktor kepatuhan minum obat, usia dan riwayat DM berhubungan secara signifikan dengan efektivitas pengobatan, tetapi faktor jenis kelamin tidak berhubungan secara signifikan dengan efektivitas pengobatan.