Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TERAPI TAMSULOSIN DENGAN DUTASTERID TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN Benign Prostate Hyperplasia di RSUD GUNUNG JATI CIREBON Pandanwangi TW, Siti; Fauzia, Rizki Rahmah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.965 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.1510

Abstract

Penyakit pembesaran prostat jinak, disebut juga BPH (Benign Prostate Hyperplasia)  menjadi urutan kedua penyakit tersering, setelah penyakit batu saluran kemih yang sering dijumpai di klinik urologi Indonesia. Secara umum, 5% atau sekitar 5 juta dari jumlah pria di Indonesia sudah masuk ke dalam kelompok usia 60 tahun ke atas, dan dinyatakan bahwa sekitar 2,5 juta pria Indonesia menderita penyakit BPH. Kajian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terapi tunggal Tamsulosin, Dutasteride pada pasien pembesaran prostat jinak atau BPH (Benign Prostate Hyperplasia) di RSUD Gunung Jati Cirebon terhadap penurunan kualitas hidupnya.  Populasi dan sampel adalah pasien BPH dengan kriteria usia ? 50 tahun tanpa penyakit penyerta Diabetes Melitus maupun Hipertensi yang berkunjung ke poli Urologi RSUD. Gunung Jati Cirebon dari Bulan Maret 2016 ? Agustus 2016. Diperoleh sampel 14 pasien dengan terapi Tamsulosin, 14 pasien dengan terapi Dutasteride. Data diperoleh dari alat bantu nilai IPSS (International Prostate Symptom Score) dan kriteria penurunan kualitas hidup. Analisa data menggunakan regresi linear untuk melihat pengaruh terapi terhadap penurunan kualitas hidup. Pemberian terapi tunggal Tamsulosin dalam penurunan rata-rata kualitas hidup pasien BPH adalah 3.109 ; Dutasteride adalah 3.276. Artinya penggunaan terapi tamsulosin lebih baik dibanding Dutasterid
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL TERHADAP JUMLAH SEL CD4 PASIEN HIV/AIDS RSUD GUNUNGJATI CIREBON Hidayati, Nur Rahmi; Pandanwangi, Siti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29625.03 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.1509

Abstract

Respon terapi ARV ditunjukkan salahsatunya dengan perbaikan jumlah sel CD4. Kepatuhan pasien merupakan hal kritis untuk mendapatkan kemanfaatan dari terapi ARV. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pasien dan pengobatan, perubahan jumlah sel CD4, tingkat kepatuhan pasien dan hubungan tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, melibatkan 75 pasien. Data diperoleh dari rekam medik dan hasil kuesioner Morisky Modified Scale (MMS). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan usia terbanyak kisaran usia 31-40 tahun 48 orang (64 %), jenis kelamin laki-laki 42 orang (56 %), tingkat pendidikan SMA 38 orang (50,7%), pekerjaan swasta 45 orang (60 %). Karakteristik pengobatan terbanyak menggunakan kombinasi Tenofovir + Lamivudin + Evafirenz sebanyak 34 orang (45.3%). Perubahan jumlah sel CD4 terjadi kenaikan pada 54 orang (72%) dan penurunan pada 21 orang (28%) selama 1 tahun terakhir. Tingkat kepatuhan pasien terbanyak yaitu tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 33 orang (44%). Ada hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral (ARV) terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, dilihat dari nilai p value 0,000 (p < 0,05).
Tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS terhadap penggunaan obat anti retroviral (ARV) di RSUD Gunung Jati Cirebon Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Siti Pandanwangi
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol14.iss2.art1

Abstract

IntisariLatar belakang: Acquired Immune Deficiency syndrome (AIDS) merupakan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit dengan karakteristik defisiensi imun yang berat, yang merupakan manifestasi stadium akhir. Anti retroviral (ARV) adalah obat yang dapat menekan perkembangan HIV dalam tubuh. Beberapa ARV yang biasa digunakan di Indonesia antara lain Lamivudin dan Zidovudin. Kepatuhan pada pengobatan ARV telah diketahui sebagai komponen penting untuk mencapai keberhasilan suatu program terapi yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, karakteristik pengobatan, tingkat kepatuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien HIV AIDS (karakteristik pasien dan jenis terapi ARV) di klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Metode: Penelitian ini melibatkan 75 pasien, menggunakan kuesioner Morisky Modifikasi Scale (MMS). Hasil: Hasil yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif untuk data karakteristik pasien, karakteristik pengobatan, tingkat kepatuhan pasien, dan dilakukan uji statistik Chi square untuk mengetahui korelasi faktor individu pasien terhadap tingkat kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari jenis kelamin yang terbanyak yaitu laki-laki sebesar 56%, usia yang terbanyak yaitu usia 31-40 tahun sebesar 64%, tingkat pendidikan yang terbanyak yaitu SMA sebesar 50,67%, dan pekerjaan yang terbanyak yaitu swasta sebesar 60%. Karakteristik pengobatan yang terbanyak yaitu kombinasi Tenofovir+Lamivudin+Efavirenz sebesar 45,3%. Tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon yang sedang 34,7% dan rendah 21,3%. Kesimpulan: Hasil Chi Square Tes menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik pasien usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan jenis terapi ARV terhadap kepatuhan pasien HIV/AIDS.Kata kunci : HIV/AIDS, Anti Retroviral (ARV), Kepatuhan pasien Level of HIV/AIDS patient adherence to use of antiretroviral (ARV) drug in RSUD Gunung Jati CirebonAbstractBackground: Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a syndrome or symptoms with severe immune deficiency as a late-stage manifestation. Antiretroviral (ARV) is a drug that can suppress the development of HIV in the body. Some ARVs commonly used in Indonesia include Lamivudin and Zidovudin. Adherence to antiretroviral treatment has been recognized as an essential component for achieving an optimal therapeutic program.Objective: This study aimed to determine the characteristics of patients, treatment characteristics, adherence levels, and factors that affect the level of adherence of HIV/AIDS patients (patient characteristics and types of antiretroviral therapy) at Seroja Clinic RSUD Gunung Jati Cirebon. Method: The study involved 75 patients, using the Morisky Modified Scale (MMS) questionnaire. Result: The results obtained were descriptive analysis for patient characteristic data, treatment characteristics, patient adherence level, and Chi square statistical test to identify the correlation between patient's individual factors and adherence level. The results of the research showed that 56% of the patients were male, 64% of them aged 31-40 years, 50.67% went to SMA (high school) as their highest education attainment, and 60% took private jobs. The most treatment characteristic was the combination of Tenofovir + Lamivudin + Efavirenz at 45.3%. The adherence level of HIV/AIDS patients in Seroja Clinic of RSUD Gunung Jati Cirebon was currently 34.7% (moderate) and low (21.3%). Conclusion: The Chi Square Test results showed that there was no correlation between such patient characteristics as age, sex, education level, occupation, and types of antiretroviral therapy and HIV/AIDS patient adherence. Keywords: HIV/AIDS, Anti Retroviral (ARV), Patient adherence 
FORMULASI DAN UJI IRITASI DARI KRIM YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban) Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Siti Pandanwangi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.653 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i2.17

Abstract

ABSTRAK Herba pegagan (Centella asiatica (L) Urban) mengandung triterpenoid yang bersifat sebagai antibakteri. Pada penelitian ini herba pegagan konsentrasi 10% dibuat sediaan krim dengan basis tipe m/a. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mengetahui stabilitas dan indeks iritasi sediaan krim ekstrak etanol herba pegagan. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus dengan pengamatan organoleptis, homogenitas, uji daya sebar, viskositas, pH dan tipe krim. Uji iritasi menggunakan metode draize dengan teknik patch test yang dilakukan pada 4 ekor kelinci , pengamatan eritema dan edema pada jam ke 24 dan 72. Sampel yang digunakan adalah Sodium Lauril Sulfas, basis formula krim, dan formula krim. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim tipe m/a dengan stabilitas krim formula 1 dan 2 memiliki bau khas ekstrak, homogen, pH berkisar 5 – 7 , tipe krim M/A, dan daya sebar untuk formula 1 yaitu 4,44 – 6,1 cm dan formula 2 yaitu 4,41 – 6,1 cm dengan nilai viskositas berkisar formula 1 55.333 cps-76.000 cps dan formula 2 64.000 – 50.333cps. Untuk hasil uji iritasi krim tersebut berpotensi menyebabkan iritasi dengan nilai indeks iritasi pada formula 1 sebesar 0,249 dan formula 2 sebesar 0,438.
UJI EFEKTIFITAS PENURUNAN KADAR KOLESTEROL SARI BUAH STROBERI (Fragaria x-ananassa Duchesne) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Iin Indawati; Siti Pandanwangi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.442 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i1.37

Abstract

Buah Stroberi (Fragaria x-ananassa Duch.) mengandung senyawa flavonoid.Kandungan senyawa flavonoid dalam Stroberi dapat mencegah penyakit jantung dengan membantu melebarkan pembuluh darah dan melawan penumpukan plak yang dapat menyebabkan penyumbatan pada arteri koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan pada dosis berapa sari buah Stroberi (Fragaria x-anassa Duch.) dapat efektif sebagai penurun kadar kolesterol darah pada tikus putih jantan galur wistar. Pengujian dilakukan dengan mengamati penurunan kadar kolesterol dalam darah yang terdapat pada hewan uji setelah diberikan perlakuan. Hasil data stastistik anava one way menggunakan aplikasi SPSS versi 21.0 untuk program windows. Menunjukan bahwa sari buah Stroberi (Fragaria x-ananassa Duch.) mempunyai efektifitas sebagai penurun kadar kolesterol terhadap tikus putih jantan galur wistar yang sebelumnya diinduksi telur ayam ras dan lemak hewan. Sari buah Stroberi dosis 1,44 g/200 g tikus, 1,62 g/200 g tikus, dan 1,8 g/200 g tikus mempunyai efek menurunkan kadar kolesterol darah pada tikus putih jantan galur wistar.
UJI BAKTERI COLIFORM AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALITANJUNG, KEJAKSAN, SUNYARAGI DENGAN METODE MPN TAHUN 2016 Didi Rohadi; Deni Firmansyah; Iin Indawati; Siti Pandanwangi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.165 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i1.41

Abstract

Kebutuhan konsumsi air minum masyarakat yang tinggi memunculkan berbagai macam produk air minum, salah satu alternatifnya yaitu muncul air minum dalam kemasan (AMDK). Tetapi harga AMDK itu relatif mahal sehingga banyak bermunculan depot air minum isi ulang. Air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi harus jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Selain itu, air minum tersebut harus memenuhi persyaratan mikrobiologi yaitu tidak boleh mengandung bakteri patogen, misalnya golongan bakteri coliform. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan air minum isi ulang yang diteliti terdapat bakteri coliform. Penelitian dilakukan pada sampel yang diperoleh dari depot air minum isi ulang di wilayah kerja puskesmas Kalitanjung, Kejaksan, Sunyaragi, sebanyak 5 sampel tiap wilayah kerja puskesmas dengan metode MPN (Most Probable Number) yang terdiri dari tes perkiraan dengan menggunakan media lactose Broth (LB) dan tes penegasan dengan menggunakan media Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel air minum isi ulang yang diteliti terdapat 3 sampel yang positif coliform yaitu 1 sampel di wilayah kerja puskesmas Sunyaragi dengan nilai MPN 2,2, serta 2 sampel di wilayah kerja puskesmas Kalitanjung dengan nilai MPN 38 dan 240. Sehingga dari ketiga sampel yang positif tersebut tidak memenuhi syarat total coliform, karena dalam PERMENKES RI NO 492/Menkes/Per/IV/2010 menyatakan bahwa kadar maksimum yang diperbolehkan untuk parameter coliform pada air minum adalah 0 dalam 100ml sampel.
KAJIAN PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TAMSULOSIN, DUTASTERIDE DAN KOMBINASINYA PADA PASIEN BPH DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON Siti Pandanwangi TW; Amirudin .
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.843 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i2.51

Abstract

Kajian perbandingan efektivitas Tamsulosin, Dutasteride dan Kombinasinya pada pasien pembesaran prostat jinak atau BPH (Benign Prostate Hyperplasia) di RSUD. Gunung Jati Cirebon dengan melihat penurunan nilai skor IPSS dan meningkatnya kualitas hidupnya, dengan kriteria usia ≥ 50 tahun tanpa penyakit penyerta Diabetes Melitus maupun Hipertensi dengan gejala LUTS (Lower Urinary Tract Symptoms) sedang – berat nilai skor IPSS (International Prostatic Symptom Score) 8 – 35 dan berkunjung ke poli Urologi dari Bulan Maret 2016 – Agustus 2016.Jumlah pasien yang diikutkan 42 pasien, dengan bulan Maret – Juni 2016 yaitu melihat medical record pasien BPH dan memasukkannya ke nilai IPSS maupun kualitas hidupnya, untuk bulan Juli – Agustus 2016 dengan interview IPSS dan kualitas hidup langsung ke pasiennya.Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Chi Square untuk menganalisis perbandingan beberapa kelompok pengobatan terhadap penyembuhan.Pemberian monoterapi Tamsulosin, monoterapi Dutasteride maupun kombinasi Tamsulosin–Dutasteride efektif menurunkan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien BPH.Pemberian monoterapi Tamsulosin dalam penurunan rata-rata IPSS pasien BPH adalah 1.985 ; Dutasteride 0.748 ; dan kombinasi Tamsulosin–Dutasteride 3.245. Pemberian monoterapi Tamsulosin dalam penurunan rata-rata kualitas hidup pasien BPH 3.109 ; Dutasteride 3.276 ; dan kombinasi Tamsulosin–Dutasteride adalah 2.853 sehingga peningkatan kualitas hidup terapi kombinasi lebih baik dibandingkan masingmasing monoterapi karena mempunyai nilai yang lebih kecil.
KAJIAN INTERAKSI OBAT TERHADAP RESEP POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON Siti Pandanwangi TW; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.829 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i2.52

Abstract

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan atau hampir bersamaan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya interaksi obat dari peresepan obat, mengetahui hubungan antara jenis kelamin pasien terhadap peresepan obat,untuk mengetahui hubungan antara usia pasien obat terhadap peresepan obat dan untuk mengetahui hubungan antara jumlah resep dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam di RSUD Gunung Jati Cirebon.Jenis obat dan penyakit dari resep yang diperoleh dari instalasi farmasi rawat jalan poli penyakit dalam RSUD Gunung Jati Cirebon Juli 2016, jumlah resep , Jenis kelamin pasien yang resepnya mengalami interaksi obat, usia pasien yang resepnya mengalami interaksi obat, Jumlah obat yang resepnya mengalami interaksi obat. Sample dalam penelitian ini sebanyak 333 resep. Data yang diperoleh dihitung dan divalidasi menggunakan Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan terdapat interaksi obat dalam peresepan poli penyakit dalam RSUD Gunung Jati sebesar 46,546 %.Berdasarkan analisa statistik bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam, ada hubungan antara usia pasien dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam dan ada hubungan antara jumlah obat dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam di RSUD Gunung Jati Cirebon.
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Ekstrak Umbi Wortel (Daucus carota L.) Dengan Menggunakan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Siti Pandanwangi TW; Arsyad Bachtiar; Deni Firmansyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.745 KB) | DOI: 10.37874/ms.v3i1.62

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat meredam radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini. Daun jambu biji dan umbi wortel salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan krim kombinasi ekstrak daun jambu biji dan ekstrak umbi wortel dengan menggunakan metode DPPH. Daun jambu biji dan umbi wortel yang sudah dimaserasi dibuat dalam bentuk sediaan krim kombinasi. Formulasi I perbandingan ekstraks daun jambu biji : ekstrak umbi wortel 1% : 3%, Formula II perbandingannya 2% : 2%, dan Formula III perbandingannya 3% : 1%. Kombinasi krim ini diuji aktivitas antioksidannya dengan alat spektrofotometri UV-Vis. Krim kombinasi ekstrak daun jambu biji formula I memiliki aktivitas antioksidan sebesar 102,69 ppm, Formula II memiliki aktivitas antioksidan sebesar 82,52 ppm, formula III memiliki aktivitas antioksidan sebesar 132,45 ppm, kontrol negatif memiliki aktivitas antioksidan sebesar 380,28 ppm, sedangkan untuk kontrol positif memiliki aktivitas antioksidan sebesar 13,32 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa krim kombinasi ekstrak daun jambu biji dan ekstrak umbi wortel pada konsentrasi 2%: 2% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 82,52 ppm.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL TERHADAP JUMLAH SEL CD4 PASIEN HIV/AIDS RSUD GUNUNGJATI CIREBON Nur Rahmi Hidayati; Siti Pandanwangi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29625.03 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.1509

Abstract

Respon terapi ARV ditunjukkan salahsatunya dengan perbaikan jumlah sel CD4. Kepatuhan pasien merupakan hal kritis untuk mendapatkan kemanfaatan dari terapi ARV. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pasien dan pengobatan, perubahan jumlah sel CD4, tingkat kepatuhan pasien dan hubungan tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, melibatkan 75 pasien. Data diperoleh dari rekam medik dan hasil kuesioner Morisky Modified Scale (MMS). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan usia terbanyak kisaran usia 31-40 tahun 48 orang (64 %), jenis kelamin laki-laki 42 orang (56 %), tingkat pendidikan SMA 38 orang (50,7%), pekerjaan swasta 45 orang (60 %). Karakteristik pengobatan terbanyak menggunakan kombinasi Tenofovir + Lamivudin + Evafirenz sebanyak 34 orang (45.3%). Perubahan jumlah sel CD4 terjadi kenaikan pada 54 orang (72%) dan penurunan pada 21 orang (28%) selama 1 tahun terakhir. Tingkat kepatuhan pasien terbanyak yaitu tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 33 orang (44%). Ada hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral (ARV) terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, dilihat dari nilai p value 0,000 (p < 0,05).
Co-Authors , stf1 ., Amirudin Afief, Arief R. Akrom, Akrom Aldhi Bayu Ali, Taufik Amirudin . Andriswana, Dwi Meiria Anjastika, Luky Septiansyah Anna Pradiningsih Aribowo Aribowo ARIS ARIS, ARIS ASEP SUPARMAN Ayuditiawati, Meita Azrul Zuniarto, Ahmad Bachtiar, Arsyad Deni Firmansyah Dewi, Komala Diana Agustina Didi Rohadi Dzulhijjah, Hawa Eka Putri Wulandari, Eka Putri Farhan Alfawwaz, Azriel Fatmawati, Eva Fauzia, Rizki Rahmah Febriawan, Toyyib Viat Fitri Zakiah Haerunnisa, Tita HARYATI, ETI Hasimun, Patonah Husni Mubarok IIN INDAWATI Indah Setyaningsih Joharudin, Ade Karphiawati, Aldilla Shalsa Karsidin, Bambang KRISNAWWATI, IKE Lela Sulastri, Lela Lestar, Puri Mardhiyyah, Cut Ainul Meiria A, Dwi Meriska, Caroline Merita Kristianti Minhatul Maula, Ajni Mundzir, O. Ahmad Nabila, Esra Reinanda Nafi'ah, Rahma Nafilah, Nella noviani, Adis Nuari, Ris Ayu Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurhasanah, Sarah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah NURPATMAWATI, NURPATMAWATI Nurrahma Berlian, Febia Oktaviani, Dian Regar, Dhea Novakinanda Rizki Rahmah Fauzia Rubihatlan, Encis Sabarudin, Cecep Salafi, Akil Septiansyah, Luky Setriyadi, Dedy Sodik, Jajang Japar Sri Virgianti, Deby Subagja, Subagja Sugiharto, Anto Suharmono, Soni Sulistiorini Indriaty Sunandi, Retno Tresno Sundari, Retno T Sundari, Retno Tresno Titiek Suhardi Haripurnomo Kushadiwijaya Hidayati Tsai, Mei Ling Utami, Amanda Dwi Wahyuni, Yenny Sri Widianingsih, Nining Wiguna, Taufik Marta Zakiah, Fitri Zanki, Alfriani Melia Zuniarto, Ahmad Azrul