Meitasari, Indah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Pariwisata Situs Candi Jiwa Batujaya Kabupaten Karawang Muhamad Ridwan; Meitasari, Indah
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28126

Abstract

Situs Candi Jiwa merupakan bentuk wisata Cagar Budaya dimana keberadaannya patut dilestarikan sebab mempunyai nilai esensial terhadap sejarah, pengetahuan, pendidikan, agama,serta budaya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau potensi dari sudut pandang Ilmu Geografi Parwisataa terhadap keadaan penawaran dan permintaan pariwisata serta keadaan geografis pada objek wisata Situs Candi Jiwa.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung, pengelola, dan orang yang berkegiatan di Situs Candi Jiwa. Pengambilan sampel dengan cara Sampling Insidental untuk pengunjung serta orang yang berkegiatan disekitar Candi Jiwa, dan Sampling Purposive untuk pengelola. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut: objek wisata Situs Candi Jiwa memiliki potensi pariwisata, karena terdapat beberapa indikator yaitu atraksi, fasilitas pelayanan, dan infrastruktur yang sudah mendukung, serta kondisi geografis yang menunjang karena topografi yang berbentuk dataran dan merupakan kawasan yang relatif aman dari bencana gempa bumi. Maka dari itu, diperlukannya pengembangan objek wisata agar dilakukan peningkatan kapabilitas dan perawatan secara rutin terhadap Situs Candi Jiwa Batujaya.   The Soul Temple Site is a form of Cultural Heritage tourism where its existence should be preserved because it has essential values for history, knowledge, education, religion, and culture. This study aims to review the potential from the point of view of Tourism Geography on the state of tourism supply and demand as well as the geographical conditions of The Soul Temple Site tourist attractions. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The population in this study are visitors, managers, and people who are active at The Soul Temple Site. Sampling by Incidental Sampling for visitors and people who are active around The Soul Temple Site, and Purposive Sampling for manager. Data collection techniques used are observation, interviews, questionaires, and documentation. Data analysiss techniques were carried out interactively. The result of the study show the following: the tourist attraction of The Soul Temple Site has tourism potential, because there are several indicators, namely attractions, service facilities and supporting infrastructure, as well as geographical condition that support it because the topography is in the form of plains and is an area that is relatively safe from earthquakes earth. Therefore, it is necessary to develop tourist objects in order to increase the capability and routine maintenance of The Soul Temple Site Batujaya.
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN DEMOGRAFI PEMULUNG DI BANTARGEBANG KELURAHAN CIKETING UDIK TAHUN 2024 Juliani, Ayu Karina; Winarno, Winarno; Meitasari, Indah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24164

Abstract

Abstrak: Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) menjadi tempat yang digunakan warga sekitar atau luar sebagai sumber penghasilan, dengan cara mengumpulkan sampah-sampah, para pelaku aktivitas tersebut disebut dengan pemulung. Pemulung di TPST Bantargebang sebagian besar berasal dari wilayah Jawa Barat dan sebagian kecil berasal dari luar Jawa Barat. Beragamnya daerah asal pemulung tersebut memberikan karakteristik sosial, ekonomi dan demografi yang bervariasi. Penelitian ini dilakukan melihat jumlah pemulung di Kelurahan Ciketing Udik yang terus bertambah dan sebagian besar pemulung menetap secara permanen dengan status kependudukan yang belum diganti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial, ekonomi dan demografi pemulung lokal Kelurahan Ciketing Udik. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan kualitatif. Kalimat verbatim dari informan ditambahkan kedalam hasil penulisan yang menunjukan penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil analisis dari data wawancara bahwasanya sebagian besar pemulung memiliki pendidikan yang rendah. Hal yang sama terjadi pada kondisi perekonomian pemulung dengan pendapatan perhari sebagian pemulung sebesar Rp.100.000. Masyarakat yang tercatat sebagai penduduk Kecamatan Bantargebang dijamin oleh pemerintah setempat mendapatkan uang kompensasi penciuman, maka dari itu sebagian besar pemulung lebih memilih untuk melakukan mobilitas permanen.  Abstract:  The Integrated Waste Disposal Site (TPST) is a place used by local residents or outsiders as a source of income, by collecting garbage. The perpetrators of this activity are called waste pickers. Waste pickers in Bantargebang TPST mostly come from the West Java region and a small number come from other parts of Java Island. The diverse origin areas of the waste pickers give them varied social, economic and demographic characteristics. This research was conducted considering that the number of waste pickers in Kelurahan Ciketing Udik continues to grow and most of them live permanently with unchanged residency status. This study aims to determine the social, economic and demographic conditions of local waste pickers in Kelurahan Ciketing Udik. The method used in this research is qualitative. Verbatim sentences from informants are added to the writing results which show that this research uses qualitative methods. The result of the analysis from the interview data is that most of the waste pickers have low education. The same thing happens to the economic condition of the scavengers with the daily income of some scavengers amounting to Rp.100,000. People who are registered as residents of Bantargebang Sub-district are guaranteed by the local government to get smell compensation money, therefore most of the waste pickers prefer to do permanent mobility.