Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengenalan Eco Print dan Gas Tancap: Membangun Kesadaran Lingkungan dan Kreativitas Anak di SDN Badean 3 Puspito, Agung Nugroho; Ashilia, Indah; Nugroho, Alfin; Andini, Azizah Dian; Hidayat, Adrian Shevchenko; Az-zahro, Aulia Fatimah; Aprilia, Sofi; Suud, Hasbi Mubarak; Ubaidillah, Mohammad; Karyaningtyas, Setyowati
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 5 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v5i3.1099

Abstract

The GAS TANCAP (Chili Planting Elementary School Children's Movement) and Eco Print activities are activities that aim to develop the character of creativity and caring for the surrounding environment in elementary school children. Apart from that, this activity also aims to enable elementary school children to fill their free time with activities that are beneficial for them. This social project activity was carried out at SDN Badean 03 which is located in Bondowoso District, Bondowoso Regency, with a total number of students from grade 1 to grade 6 of 50 students. The method used in this social project is the integrated learning method. This method includes providing material or direction to students, then students practice the material that has been given outside of class. The results obtained from this social project are that students can find out how to cultivate chilies properly and correctly, and students gain insight into how to make batik using the Eco Print technique which comes from natural materials. The hope is that students at SDN Badean 03 can apply the knowledge they have gained in their daily lives, and become the successors of a nation that cares more about and loves the environment around them.
PENGARUH BERMAIN MENIUP BALON (BALLOON THERAPY) TERHADAP STATUS OKSIGENASI ANAKUSIA 3-5 TAHUN DENGAN PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT TK.II PELAMONIA Nugroho, Alfin; Dewi, Indra; Alam, Arham
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2018): Edisi Juli - Desember 2018
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.453 KB) | DOI: 10.53345/bimiki.v6i2.33

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia adalah radang akut yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya yang dapat berdampak pada status oksigenasi khususnya pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Bermain Meniup Balon (Balloon Therapy) Terhadap Status Oksigenasi Anak Usia 3-5 Tahun Dengan Pneumonia Di Rumah Sakit Tk.II Pelamonia tahun 2018. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pra-eksperimen dengan rancangan penelitian One group pre test and post test design dengan jumlah sampel 22 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan aplikasi kegiatan bermain meniup balon (balloon therapy) terhadap status oksigenasi Heart Rate (HR) dan Saturasi Oksigen (SaO2) dengan masing-masing nilai ρ Value 0,000. Namun tidak terdapat perbedaan signifikan yang ditemukan pada tingkat Respiratory Rate (RR) nilai ρ Value 0,124. Kesimpulan: Hasil penelitian ini diharapkan dapat diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak yang mengalami gangguan status oksigenasi dengan menggunakan pendekatan atraumatic care.
Faktor risiko kejadian unplanned extubation pada pasien anak di pediatric intensive care unit: Sebuah tinjauan sistematis Sihotang, Jojor; Huda, Mega Hasanul; Nurhaeni, Nani; Wanda, Dessie; Nugroho, Alfin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1939

Abstract

Background: Introduction: Unplanned extubation (UE) is a common adverse event in the Pediatric Intensive Care Unit (PICU) and can lead to clinical deterioration, increased morbidity, and decreased quality of care. Despite various preventative measures, UE remains a challenge in pediatric intensive care. Purpose: To synthesize current evidence on risk factors associated with unplanned extubation in pediatric patients to support the development of effective, evidence-based prevention strategies. Method: A systematic literature search was conducted in Scopus, ProQuest, and PubMed databases for observational studies published in the past 15 years following PRISMA guidelines. The methodological quality of included studies was assessed using the Newcastle–Ottawa Scale (NOS). Narrative synthesis was used to summarize and integrate the study findings. Results: Eleven observational studies met the inclusion criteria, with eight studies demonstrating a low risk of bias. The most consistent risk factors associated with UE were inadequate sedation and patient agitation. Other important risk factors include suboptimal endotracheal tube (ETT) fixation, high nurse-to-patient ratios, night shift care, and limited nursing experience. The relationship between patient age and UE risk has shown varying results across studies. Conclusion: The incidence of unplanned extubation in pediatric patients in the PICU is multifactorial and influenced by patient factors, clinical conditions, the care environment, and equipment and procedures. Modifiable factors, such as sedation management, standardization of ETT fixation, and optimization of nursing resources, are the most potential targets for intervention. UE significantly impacts the quality of care, particularly the quality of nursing care, due to variations in the preventive interventions implemented. Therefore, implementing a best-practice-based prevention bundle is crucial to reducing UE rates in the PICU.   Keywords: Pediatric Intensive Care Unit; Pediatric Patients; Risk Factors; Unplanned Extubation.   Pendahuluan: Unplanned extubation (UE) merupakan kejadian tidak diinginkan yang sering terjadi di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan dapat menyebabkan penurunan kondisi klinis pasien, peningkatan morbiditas, serta penurunan mutu pelayanan. Meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, kejadian UE masih menjadi tantangan dalam perawatan intensif anak.Tujuan: Untuk mensintesis bukti terkini mengenai faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian unplanned extubation pada pasien anak guna mendukung pengembangan strategi pencegahan yang efektif dan berbasis bukti.Metode: Pencarian literatur sistematis dilakukan pada basis data Scopus, ProQuest, dan PubMed terhadap studi observasional yang dipublikasikan dalam 15 tahun terakhir dengan mengikuti pedoman PRISMA. Kualitas metodologis studi yang diinklusi dinilai menggunakan Newcastle–Ottawa Scale (NOS). Sintesis naratif digunakan untuk merangkum dan mengintegrasikan temuan penelitian.Hasil: Sebanyak 11 studi observasional memenuhi kriteria inklusi, dengan 8 studi menunjukkan risiko bias yang rendah. Faktor risiko yang paling konsisten terkait dengan kejadian UE adalah sedasi yang tidak adekuat dan agitasi pasien. Faktor risiko penting lainnya meliputi fiksasi endotracheal tube (ETT) yang tidak optimal, rasio perawat–pasien yang tinggi, perawatan pada shift malam, serta pengalaman perawat yang terbatas. Hubungan antara usia pasien dan risiko UE menunjukkan hasil yang bervariasi antar penelitian.Simpulan: Kejadian unplanned extubation pada pasien anak di PICU bersifat multifaktorial dan dipengaruhi oleh faktor pasien, kondisi klinis, lingkungan perawatan, serta aspek alat dan prosedur. Faktor-faktor yang dapat dimodifikasi, seperti manajemen sedasi, standarisasi fiksasi ETT, dan optimalisasi sumber daya keperawatan, merupakan target intervensi yang paling potensial. Kejadian UE berdampak signifikan terhadap mutu pelayanan, khususnya mutu asuhan keperawatan, akibat variasi intervensi pencegahan yang diterapkan. Oleh karena itu, implementasi bundle pencegahan berbasis praktik terbaik sangat penting untuk menurunkan angka kejadian UE di PICU.   Kata Kunci: Faktor Risiko; Pasien Anak; Pediatric Intensive Care Unit; Unplanned Extubation.