Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Bahan Acuan Baku Pasir Besi Menggunakan Inter-Laboratory Study Nahar, Khoirun; Dinarsih, Dedeh
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7 No 2 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v7i2.104

Abstract

Pasir besi yang dijadikan sebagai bahan acuan baku (standard reference material)diperoleh dari pesisir pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta dan pesisir pantai selatan Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Metode pembuatan bahan acuan bakumeliputi metode pengambilan dan penanganan conto di lapangan, preparasi conto di laboratorium, pelabelan, analisis kimia di delapan laboratorium terhadap conto pasir besi, serta metoda pengolahan dan analisis data secara statistik. Analisis kimia di delapan laboratorium terhadap empat jenis conto pasir besi menghasilkan bahan acuan baku pasir besi dengan konsentrasi (% berat) berkisar antara 23,81% - 50,46% Fe total, 19,63% - 43,16% Fe O , 19,90% - 25,22% FeO, dan 3,74% - 7,60% TiO.
PEMBUATAN IN-HOUSE STANDARDBAHAN ACUAN BAKU (STANDARD REFERENCE MATERIAL) BATUGAMPING Dinarsih, Dedeh; Nahar, Khoirun; Rodiana, Herry
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5 No 2 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v5i2.260

Abstract

Permintaan pelayanan jasa untuk pengujian/analisis dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga diperlukan Bahan Acuan Baku yang cukup banyak sebagai kontrol untuk menjamin mutu hasil pengujian setiap parameter yang terkandung di dalam mineral-mineral tersebut. Mengingat Bahan Acuan Baku yang bersertifikat (Standard Reference Material /SRM) sulit didapatkan dan mahal harganya, maka perlu dilakukan pembuatan conto in house standard sebagai pengganti SRM.Pembuatan in-house standard bahan acuan baku batugamping meliputi pengambilan dan preparasi conto di lapangan, preparasi conto di laboratorium, pelabelan conto, analisis conto di laboratorium, pengolahan dan analisis data, serta pelaporan hasil. Kegiatan pengambilan conto batugamping untuk pembuatan in-house standard dilakukan pada tiga lokasi, dengan kriteria kandungan CaO rendah, sedang dan tinggi. Lokasi tersebut adalah Bukit Sampare, Desa Labuan Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat; Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur; dan Bukit Karang Putih, Desa Batugadang, Kecamatan Kilangan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.Hasil uji homogenitas untuk conto batugamping cukup baik. Prosedur analisis kimia batugamping yang digunakan di Laboratorium Pengujian Kimia-Fisika Mineral dan Batubara, Pusat Sumber Daya Geologi cukup valid. Hasil analisis untuk conto in-house standard batugamping TL.1a 90% termasuk dalam rataan hasil analisis sembilan laboratorium dan PD.1c 90% termasuk dalam rataan hasil analisis tujuh laboratorium. Artinya laboratorium tersebut sudah dapat dianggap kompeten dalam menganalisis conto batugamping. Hal ini tidak terlepas dari pemilihan prosedur analisis dan conto standar yang tepat.Pengujian In-House Standard Batugamping diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi Conto Nasional Standar Batugamping dengan melibatkan laboratorium yang berkompeten baik laboratorium Pusat Penelitian maupun laboratorium Industri Batugamping (Semen, Quick Lime & Hydrat Lime, dll.) di seluruh Indonesia dan melibatkan beberapa laboratorium diluar Indonesia (Negara ASEAN).
RANCANG BANGUN IMPACT SMOKE WARHEAD PADA ROKET LATIH EXPERIMENT (ROLEX) 70 mm : TERASENMIL Nahar, Khoirun; yono, Mar; Ali, Mohammad
Jurnal Otoranpur Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Otoranpur
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v6i2.636

Abstract

Smoke Warhead merupakan suatu bagian besar roket yang biasanya terletak di bagian nose yang berfungsi untuk mengeluarkan suatu isyarat dalam bentuk asap. Impact Smoke Warhead ini suatu terobosan guna menjawab persoalan yang sedang dihadapi pada penelitian sebelumnya yaitu Rancang Bangun Smoke Warhead pada Roket Latih Experiment (Rolex) 70 mm. Pada saat uji fungsi Smoke Warhead dengan menggunakan system elektrik ada kendala yang dihadapi yaitu sistem keamanan kurang, maka dengan menggunakan system Impact Smoke Warhead nantinya keamanan bagi personal terjamin aman pada saat proses pengangkutan maupun proses penggunaan. Bahan yang digunakan pada Impact Smoke Warhead adalah menggunakan bahan Kalium Klorat (KClO3), Sukrosa (C12H22O11), dan 1-Aminoanthraqinone (C14H9NO2). Hasil perhitungan formula kimia isian asap didapatkan komposisi bahan dasar yaitu 37% Kalium Klorat (KClO3), 13% Sukrosa (C12H22O11), dan penambahan zat warna yaitu 50% 1-Amonianthraquinone (C14H9NO2) dengan menggunakan massa isian asap 50 gr. Sehingga hasil dari pengujian Impact Smoke Warhead didapatkan waktu emisi lama asap 60 detik, dengan warna asap orange. Hasil dari perhitungan dan pengujian Impact Smoke Warhead dijatuhkan dengan ketinggian berbeda, dengan massa landasan pemukul yaitu 200 gr, maka didapatkan dengan ketinggian 2,020 m Impact Smoke Warhead dapat meledak dan mengeluarkan isian asap.