Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Herbal Lada Hitam (Piper nigrum L.) untuk Terapi Tambahan Tuberkulosis Paru di Wilayah Endemik Ismail, Ismail; Saini, Sukma; Yakub, Alfi Syahar; Sukriyadi, Sukriyadi; Sain, Iwan
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v8i2.3079

Abstract

Prevalensi tuberkulosis paru (TB paru) masih tinggi di Indonesia, ditambah dengan tantangan seperti resistensi obat dan terbatasnya penggunaan terapi herbal. Inisiatif keterlibatan masyarakat ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat Puskesmas Kaluku Bodoa, Makassar, dengan memperkenalkan lada hitam (Piper nigrum L.) sebagai terapi tambahan untuk TB paru. Program ini bertujuan untuk mengurangi gejala TB paru dan meningkatkan respons imun sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi melalui diversifikasi produk herbal lokal. Metode yang digunakan meliputi edukasi peserta, suplementasi lada hitam (dosis rendah, sedang, dan tinggi), dan pemantauan sistematis selama delapan minggu. Hasilnya menunjukkan pengurangan gejala sebesar 70% dan peningkatan respons imun sebesar 65% pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, program ini mengilhami transformasi sosial, menumbuhkan kesadaran kesehatan, dan peluang ekonomi. Temuan ini menitikberatkan potensi Piper nigrum sebagai terapi pelengkap dan perannya dalam memajukan invovasi kesehatan masyarakat terpadu.
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS Basri, Muhammad; Rahmatiah, Sitti; .K, Baharuddin; Khaerunnisa, Khaerunnisa; Yakub, Alfi Syahar
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v17i2.1040

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupkan penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai peningkatan glukosa darah (Hiperglikemia) disebabkan karena ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan insulin.Insulin dalam tubuh dibutuhkan untuk memfasilitasi masuknya glukosa dalam sel agar dapat digunakan untuk metabolisme dan pertumbuhan sel. Tujuan: untuk mengetahui kepatuhan diet dengan tingkat kadar gula darah pada pasien diabetes melitus . Metode: Studi literature dengan terbitan tahun 2015-2021 dengan database Google Scholer, Pubmed dan Proquest. Hasil: Terdapat 10 jurnal sesuai kriteria inklusi, yang berhasil mengontrol gula darah dalam kepatuhan diet ( n=6), masih memerlukan waktu untuk mengetahui perubahan kadar gula darah dalam kepatuhan diet ( n=4), variabel yang berkontribusi menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Kesimpulan: Terdapat hubungan kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.
PENERAPAN TEKNIK BATUK EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU: Effective Cough Technique Implementation to Overcome Ineffective Airway Clearance in Pulmonary Tuberculosis Patients Iwan; Saini, Sukma; Yakub, Alfi Syahar
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang sering menyebabkan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik batuk efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien tuberculosis paru di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan subjek 3 pasien tuberculosis paru yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi medik pasien sebelum dan sesudah penerapan teknik batuk efektif selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien setelah penerapan teknik batuk efektif yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi pernapasan, suara napas, dan meningkatnya ketahanan pasien untuk mengeluarkan dahak. Dapat disimpulkan bahwa teknik batuk efektif efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien tuberculosis paru.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Melalui Pengukuran Kebugaran Jasmani Bagi Pegawai Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar Basri, Muhammad; Ismail, Ismail; Sukriyadi, Sukriyadi; Saini, Sukma; Yakub, Alfi Syahar
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 6 No 2 (2025): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v6i1.1405

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Gaya hidup tidak aktif dan rendahnya kesadaran akan kebugaran jasmani merupakan faktor risiko utama yang dapat dicegah melalui deteksi dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai kebugaran fisik pegawai Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar sebagai strategi pencegahan PTM. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometrik (tinggi badan, berat badan, Indeks Massa Tubuh/IMT, dan lingkar perut), parameter metabolik (gula darah puasa dan kadar kolesterol), serta penilaian kebugaran kardiovaskular (tekanan darah). Sebanyak 42 peserta berusia 30–65 tahun berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa 61,9% peserta mengalami obesitas, 47,6% memiliki kadar gula darah tinggi, dan 26,2% memiliki kadar kolesterol tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas peserta memiliki risiko tinggi terhadap PTM. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya kebugaran jasmani dan deteksi dini faktor risiko PTM. Implementasi rutin skrining kebugaran di lingkungan kerja dapat menjadi langkah strategis dalam mencegah dan mengendalikan PTM, serta meningkatkan kualitas hidup tenaga kesehatan. Hasil ini menegaskan bahwa program pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata dalam upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular di lingkungan tenaga kesehatan
Education and Training on the Use of Personal Protective Equipment (PPE) as a Strategy to Improve Patient Safety in Preventing Nosocomial Infections Yakub, Alfi Syahar; Adi, Sukriyadi
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Celebes Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Celebes Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65852/pnszc654

Abstract

Nosocomial infections remain a significant problem in the healthcare system due to increased morbidity, mortality, and healthcare costs. The use of personal protective equipment (PPE) is a key strategy in infection prevention and patient safety improvement. This study aims to analyze the role of education and training in PPE use as a strategy to improve patient safety in preventing nosocomial infections among healthcare workers. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach conducted at Madising Pinrang Hospital from December 2025–January 2026. The study sample consisted of 35 healthcare workers selected using a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed through descriptive, bivariate, and logistic regression analyses. The results showed that knowledge, training in PPE use, and availability of PPE were significantly associated with PPE use, while attitudes did not show a significant relationship. PPE availability was the dominant factor influencing PPE use. Education, training, and facility support are important strategies to improve compliance with PPE use in preventing nosocomial infections.
The Impact of Complementary Cupping Therapy on Immunity Changes (Interleukin-10) in Coastal Fishermen with Hypertension Hadi, Indriono; Rosyanti, Lilin; Akhmad, Akhmad; Yakub, Alfi Syahar
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i1.3921

Abstract

This study investigated the impact of complementary cupping therapy on immunity changes, specifically interleukin-10 (IL-10) levels, in coastal fishermen with hypertension. Forty participants, aged 20-50 years, were randomly allocated to either a cupping therapy intervention group or a placebo group. Blood pressure, pulse rate, and IL-10 levels were measured before and two weeks after the intervention. The cupping therapy procedure followed a six-step protocol, including informed consent, equipment preparation, point selection, scarification, and post-treatment care. Data were analyzed using paired and independent t-tests. The results showed a significant increase in IL-10 levels (P=0.049) and a significant decrease in systolic and diastolic blood pressure (P<0.05) in the hypertension group receiving cupping therapy. In contrast, no significant changes were observed in the normotensive group. The findings suggest that wet cupping therapy may enhance the immune system by increasing IL-10 levels and lowering blood pressure in hypertensive coastal fishermen. The underlying mechanisms may involve local inflammation, activation of the complement system, increased nitric oxide production, and stimulation of the autonomic nervous system. However, the limited sample size and potential methodological limitations warrant further high-quality trials to confirm these results. The study concludes that wet cupping therapy could serve as a viable complementary treatment for hypertension in fishing communities, but a comprehensive approach considering cultural, religious, and psychological perspectives is necessary to understand its full impact on individuals and society.