Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Restitusi Terhadap Korban Kekerasan Seksual di LPSK Medan; Analisis Hukum Pidana Dan Hukum Pidana Islam Mustika, Vina; Iwan
Legalite : Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam Vol 9 No 2 (2024): Legalite: Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/legalite.v9i2.9224

Abstract

Sexual violence, which includes actions that demean or attack an individual's body and reproductive functions, causes profound physical and psychological suffering and hinders victims' access to education and healthcare. Ideally, restitution aims to compensate victims for both material and immaterial losses, as stipulated in Law No. 31 of 2014, Supreme Court Regulation No. 1 of 2022, and Law No. 12 of 2022. However, in practice, many restitution cases are not effectively implemented due to the financial incapacity of the perpetrators. This study uses a juridical-empirical method to evaluate the restitution mechanism at the LPSK Representative Office in Medan and assess the restitution system from the perspectives of Criminal Law and Islamic Criminal Law. The research findings indicate that from the perspective of Criminal Law, the restitution system faces major challenges due to the inability of perpetrators to meet their payment obligations, despite adequate regulations and procedures. From the perspective of Islamic Criminal Law, the restoration of victims' rights, known as mahr mitsil or diyat, offers a restorative approach that can complement the restitution system by emphasizing the perpetrator's responsibility to fairly compensate for the losses. This study highlights the need for adjustments in the restitution procedure and detailed evaluation of the perpetrators' financial capacity to enhance the effectiveness of the restitution system.
Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Masyarakat Petani dan Nelayan di Kabupaten Konawe Kepulauan Kasim, Syaifuddin Suhri; Laxmi; Asriani; Taufik; Sultrayansa; Iwan; Fallz, Irvon
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/trimas.v4i2.961

Abstract

The aim of this community service is to provide knowledge and understanding regarding political education as a learning process for the community in Konawe Islands Regency. Through the dissemination of political education for farming and fishing communities in Konawe Kepualaun Regency, this activity is considered very effective in providing political education related to legal policies in the form of threats to perpetrators and recipients of money, especially in general elections. The results of implementing this activity created an active and focused discussion due to the participation of the community who were willing to give their time and presence to participate as participants in community service activities in Konawe Islands Regency. In this discussion, the aim of this activity is to find out the public's knowledge regarding legal policies, as well as providing an opportunity for the public to convey their hopes and realities in accepting legal policies in Konawe Islands Regency. Thus, the results of the discussion in this activity show that public knowledge regarding legal policies in the Konawe Islands Regency is still very lacking, this is due to the lack of information that the public has regarding this matter. Therefore, it is hoped that this service activity will continue and requires evaluation in order to improve political education for the community in Konawe Islands Regency.
Reconceptualizing the Marriage Age Limit in Indonesia: Efforts to Strengthen Family Resilience in North Sumatra Iwan; Fatimah; Betawi, Usman; Nasution, Muhammad Iqbal Hanafi
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/mnh.v18i1.11090

Abstract

The issue of early marriage has become a polemic and still occurs frequently in Indonesian society. This paper considers the importance of limiting the age of marriage to prevent negative physical, social and emotional impacts on children. This paper abstracts how early marriage in Indonesia impacts family resilience. This type of research is field research, with a text analysis approach related to social issues to answer related factors that influence early marriage and how to improve family resilience. The author conducted research by interviewing five people, one of whom is the deputy head of the Religious Court, the other four are actors who play the role of parents in fulfilling the economical and social needs of children in low-income families, the impact of the increase in the marriage age limit on the rise in marriage dispensation applications at the Indonesian Religious Court, irregularities in marriage dispensation, the phenomenon of underage marriage, the practice of nikah sirri and its implications for marriage registration in Indonesia. The results show the need for better education, economic access, substantial law enforcement, and changes in social and cultural norms to address early marriage, concluding that limiting the age of marriage is vital to achieving family stability, happiness and well-being in Indonesia.
Meningkatkan Kreativitas dan inovasi bagi guru-guru SD pada pembelajaran muatan IPS melalui pengembangan media pembelajaran King Ludo berbasis kurikulum 2013 di Kota Tangerang Selatan Ajat Sudrajat1; Ojat Darojat; Iwan; Syaeful Mikdar; Sri Sumiyati; Ary Purwantiningsih; Sardjiyo; Irzan Tahar
Journal Civics And Social Studies Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Civicos Vol 4 No 2 Tahun 2020
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v4i2.134

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa mata pelajaran IPS di SD perlu dicarikan suatu solusi agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat memberikan hasil optimal. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan suatu media pembelajaran yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa. Media pembelajaran sebagai wahana untuk memberikan pengalaman belajar, sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses belajar mengajar, salah satu media pembelajaran yang menyenangkan dalam pembelajaran adalah media pembelajaran bermain King Ludo. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan pendekatan kolaboratif antara pengusul dengan mitra. Pendekatan ini perlu dilakukan agar pelaksanakan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan tidak ada halangan yang bersifat teknis. Reid (2004) mengemukakan bahwa collaborative learning memiliki lima tahapan, yaitu: 1) Engagement. 2) Exploration. 3) Transformation. 4) Presentation. 5) Reflection. Pembahasan King Ludo adalah model yang menggunakan papan catur dimainkan oleh 4 orang siswa, semua siswa bermain games memainkan bidak-bidak dari start sampai finish. King ludo ini adalah suatu games yang bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran pada mata pelajaran IPS SD. Media King Ludo terdiri dari papan catur, bidak, dadu, gelas, dan kotak soal. Hasil Penilaian Ketercapaian Program dari jumlah peserta 30 orang menyatakan bahwa 100% memiliki kebermanfaatan yang sangat signifikan dalam rangka untuk menambah pengetahuan para guru yang berada di Kota Tangerang Selatan. Sedang kepuasan mitra terhadap pelaksanaan PkM dosen ini menyatakan 97.2% menyatakan sangat puas hal ini ditandai dengan para peserta antusias mengikuti pelatihan ini sampai waktu yang ditentukan berakhir.
Sosialisasi Tanggap Bencana pada Masyarakat Desa Sambo Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi untuk Mewujudkan Desa Tangguh Bencana Melalui Pembentukan Relawan Penanggulangan Bencana: Disaster Response Socialization in the Sambo Village Community, Dolo Selatan District, Sigi Regency to Create Disaster Resilient Villages Through the Formation of Disaster Management Volunteers Supriadi Abdul Malik; Iwan; Amyadin; Amir
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5609

Abstract

Bencana adalah sebuah gangguan serius terhadap berfungsinya sebuah masyarakat yang melampaui kemampuan masyarakat yang terkena dampak tersebut untuk mengatasinya hanya dengan menggunakan sumber daya mereka sendiri sehingga mengakibatkan kerugian dan dampak yang meluas terhadap manusia, ekonomi, materi serta lingkungan. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah seluruh Masyarakat yang ada Di Desa Sambo Kcematan Dolo. Kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai peningkatan pengetahuan tentang banjir dan penyakit pasca banjir berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat di Desa Sambo, Kecamatan Dolo Selatan. Implikasi terhadap dilakukannya pengabmas di Desa Sambo terus mengaktifkan KSB Desa yang selama ini telah terbentuk, sehingga pendidikan kebencanaan atau mitigasi bencana terus dilakukan dan dikembangkan oleh pihak-pihak terkait.
Peningkatan Kapasitas Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Tsunami di Desa Wani Satu Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah: Increasing Community Preparedness Capacity in Facing Tsunami Disaster in Wani Satu Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Baharuddin Condeng; Amyadin; Supriadi Abdul Malik; Iwan; Azizah Saleh
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5703

Abstract

Desa Wani Satu di Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, merupakan daerah yang rawan terhadap bencana tsunami. Untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman ini, berbagai upaya telah dilakukan. Peningkatan kapasitas ini melibatkan beberapa aspek penting yaitu Edukasi dan Pelatihan: Masyarakat diberikan edukasi mengenai tanda-tanda tsunami dan tindakan yang harus diambil ketika bencana terjadi. Pelatihan evakuasi rutin dilakukan untuk memastikan warga mengetahui rute evakuasi dan titik kumpul yang aman, pembangunan Infrastruktur : Pembangunan dan perbaikan infrastruktur, seperti jalur evakuasi dan tempat perlindungan sementara, sangat penting untuk memastikan evakuasi yang cepat dan aman. Penempatan rambu-rambu evakuasi di tempat-tempat strategis juga menjadi prioritas. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyrakat Desa Wani Satu dengan partisipan Babinsa, Babinkatibmas, Petugas Puskesmas, dan Kader. Kondisi Sistem Peringatan Dini sangat diperlukan untu Implementasi sistem peringatan dini yang efektif untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat mengenai potensi tsunami. Ini termasuk penggunaan sirene dan teknologi komunikasi lainnya, selanjutnya kerjasama dan Koordinasi: Penguatan kerjasama antara pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat setempat untuk memastikan kesiapsiagaan yang terintegrasi. Koordinasi ini mencakup simulasi bencana dan penyusunan rencana aksi tanggap darurat dan kesadaran dan Partisipasi Masyarakat: Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan kesiapsiagaan melalui pembentukan kelompok-kelompok siaga bencana di tingkat desa. Peningkatan kesadaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan juga dilakukan melalui kampanye dan sosialisasi.
Urgensi Regulasi PERDA Kabupaten Sambas Nomor 10 Tahun 2024 Tentang Tata Tertib Pengelolaan Perparkiran mengenai Pelayanan Parkir di Pasar Sambas, Indonesia Iwan
Jurnal Global Futuristik Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Global Futuristik : Kajian Ilmu Sosial Multidisipliner
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/globalistik.v2i2.571

Abstract

Di pasar pusat Sambas masih ditemukan juru parkir yang tidak menjalankan tugas sebagaimana diatur dalam Daerah Kabupaten Sambas Nomor 10 Tahun 2004 tentang Tata Tertib Pengelolaan Parkir seperti tidak menggunakan rompi khusus juru parkir, tidak memberikan karcis kepada pengguna layanan parkir, serta tidak menggunakan tanda pengenal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana pelayanan parkir di Pasar Sambas dalam Perspektif Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2004 tentang Tata Tertib Pengelolaan Perparkiran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang besifat penelitian lapangan (field research). Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pelayanan parkir di Pasar Sambas dimulai dari penyediaan fasilitas parkir, pemberian izin parkir, penyelenggara fasilitas parkir, dan juru parkir. Secara umum pelayanan parkir di pasar sambas masih belum sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2004 tentang Tata Tertib Pengelolaan Perparkiran. Hal ini terlihat dari fasilitas parkir yang belum sepenuhnya memadai, masih ada lokasi parkir yang menggunakan bahu jalan yang sempit. Selain itu, juru parkir tidak menggunakan rompi khusus juru parkir, tidak memberikan karcis kepada pengguna layanan parkir, serta tidak menggunakan tanda pengenal. Faktor yang mempengaruhi kurang maksimalnya pelayanan parkir di pasar sambas antara lain faktor kebijakan, faktor instansi Pelaksana, faktor lingkungan, dan faktor sumber daya manusia.
BALANCING TRADITION AND PUBLIC HEALTH: THE AL-SHAFI'I PERSPECTIVE ON FEMALE CIRCUMCISION IN LIGHT OF PP NO. 28/2024 AND MUI FATWA NO. 9A/2008 Rambe, Sahri; Iwan
Al-Risalah VOLUME 24 NO 2, NOPEMBER (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.vi.52545

Abstract

This research examines the regulatory and religious perspectives on female circumcision in Indonesia, focusing on the interplay between Peraturan Pemerintah (PP) No. 28/2024 and Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 9A/2008. The study aims to analyze the compatibility of these regulations with Islamic traditions, particularly the Shafi'i school of thought, and assess their implications for women’s rights and health. A qualitative comparative approach was employed, utilizing document analysis of the two regulations alongside relevant Islamic jurisprudential sources. Data were further contextualized through a normative-juridical framework, allowing for an in-depth exploration of religious, legal, and public health considerations. The findings reveal significant tensions between the two regulatory frameworks. While the MUI fatwa permits female circumcision within safe procedural limits and aligns with Shafi'i jurisprudence, PP No. 28/2024 emphasizes the protection of women's physical and psychological health, categorizing female circumcision as potentially harmful. Both frameworks aim to safeguard women’s well-being, yet diverge in their application of this principle. This study contributes original insights by situating the debate within the broader discourse on the intersection of religion and modern regulatory systems in Indonesia. It highlights the need for a balanced approach that respects religious traditions while prioritizing women’s rights and health. The findings have significant implications for policymakers and religious leaders, suggesting the necessity of harmonizing religious practices with modern legal standards to address public health concerns and uphold human rights in a pluralistic society.
Analisa Efektivitas Organisasi Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Sulawesi Barat Iwan; Sudarman Supardi; Watono
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.574

Abstract

BP2JK currently has an organizational structure with duties and authorities that have been determined for each section. However, in its implementation there are still some unclear instructions from leaders in carrying out tasks, and there are still leaders who do not pay attention to the needs and desires of subordinates. The effectiveness of an organization can be influenced by work engagement, transformational leadership, organizational culture, and knowledge management. Therefore, improvements through human resources are very necessary in restoring the performance of a company or organization. Objective: The aim of this research is to identify factors and analyze the level of significance of factors that influence the effectiveness of the BP2JK organization in the West Sulawesi Region. Method: The research method used is quantitative research. The unit of analysis used in this research focuses on individual employees of BP2JK West Sulawesi Region with a population of 100 people. The sampling technique to determine the sample that will be used in this research uses a non-probability sampling technique, namely purposive sampling with a sample result of 80 people. The instrument used in this research was a questionnaire. Results: The results obtained in this research are the influence of transformational leadership on organizational effectiveness resulting in a t-statistic of 2,632 > 1.98. Can be concluded Acceptable. The influence of organizational culture on organizational effectiveness produces a t-statistic of 1.257 < 1.98. Can be concluded Unacceptable. The influence of knowledge management on organizational effectiveness produces a t-statistic of 0.818 < 1.98. Can be concluded Unacceptable. The influence of work engagement on organizational effectiveness produces a t-statistic of 4,775 > 1.98. Can be concluded Acceptable. Conclusion: Transformational leadership factors and work engagement have a significant effect on organizational effectiveness. The factors of organizational culture and knowledge management do not have a significant effect on organizational effectiveness. It is hoped that the results of this research can provide input to the BP2JK West Sulawesi Region in an effort to increase organizational effectiveness.
Implementasi Manajemen Nyeri Dengan Teknik Imajinasi Terbimbing Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dalam Upaya Penurunan Skala Nyeri Diruangan Nifas RS Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah: Implementation of Pain Management with Guided Imagery Techniques in Post Sectio Caesarea Patients in an Effort to Reduce the Pain Scale in the Postpartum Ward of the Bhayangkara Hospital, Central Sulawesi Police Adeliani; Rosita; Indri Iriani; Iwan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.4431

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan pada dinding perut atau rahim untuk melahirkan janin. Operasi sectio caesarea merupakan opsi yang dilakukan jika persalinan pervaginan beresiko besar bagi janin maupun ibu. Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang bersifat subjektif. Salah satu penanganan nyeri yaitu dengan imajinasi terbimbing.Teknik imajinasi terbimbing adalah intervensi komplementer nonfarmakologis dalam berbagai pengaturan klinis untuk membayangkan adegan, gambar, atau pengalaman yang mempromosikan penyembuhan tubuh Prosesnya menggunakan citra mental sehingga menghasilkan efek fisiologis dan mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien. Tujuan studi kasus ini mengetahui efektifitas implementasi manajeman nyeri dengan teknik imajinasi terbimbing pada pasien post sectio caesarea dalam upaya penurunan skala nyeri. Metode yang digunakan dalam Penelitian Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian yang pasien mengatakan nyeri pada abdomen tembus sampai belakang. Setelah dilakukan teknik imajinasi terbimbing nyeri yang dirasakan menurun dari skala nyeri 6 (sedang) menjadi skala nyeri 2. Penerapan dilakukan 1 kali sehari selama 3 hari. Analisa data dilakukan penerapan menunjukan bahwa setelah dilakukan penerapan imajinasi terbimbing, terjadi penurunan skala nyeri skala nyeri 6 (sedang) menjadi skala 2. Kesimpulan penelitian yang didapatkan bahwa Pemberian imajinasi terbimbing ini efektif terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post sectio caesarea.