Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Metode Diskusi terhadap Peningkatan Hasil Belajar Agama Hindu Suardana, Made
Journal of Education Action Reseach Vol 4, No 2 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v4i2.24735

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu siswa klas V SD Negeri 1 Tianyar Tengah Semester 1 tahun ajaran 2018/2019. Metode diskusi dipilih dengan pertimbangan metode ini akan membangkitkan semangat siswa dengan cara siswa belajar dengan temannya yang merupakan tutor sebaya. Disamping itu siswa akan terbiasa berfikir kritis, kreatif dan mampu berpendapat sehingga dapat meningkatkan pemahamannya. Dengan meningkatnya pemahaman maka hasil belajarnya juga meningkat. Penerapan metode ini tentunya tidak akan berdiri sendiri,namun tetap didukung dengan metode yang lain, hanya saja prioritas tetap pada metode diskusi. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dinyatakan bahwa dengan menggunakan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada siswa. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan nilai hasil belajar yang diperoleh siswa. Pada akhirnya, jumlah siswa yang mencapai nilai ≥75 semakin banyak dan mencapai kriteria keberhasilan yaitu 75%. Peningkatan presentase pencapaian KKM siswa pada siklus I sebesar 57,14% meningkat menjadi 100% pada siklus II. Peningkatan rata-rata hasil belajar pendidikan agama hindu siswa pada siklus I sebesar 75,23, dan pada siklus II meningkat menjadi 86,19. Oleh karena itu, pada penelitian ini siswa yang mendapatkan nilai ≥75 mencapai kriteria keberhasilan yaitu ≥75%, sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dan di hentikan pada siklus II.
Efektivitas Metode Diskusi terhadap Peningkatan Hasil Belajar Agama Hindu Suardana, Made
Journal of Education Action Reseach Vol 4 No 2 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v4i2.24735

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu siswa klas V SD Negeri 1 Tianyar Tengah Semester 1 tahun ajaran 2018/2019. Metode diskusi dipilih dengan pertimbangan metode ini akan membangkitkan semangat siswa dengan cara siswa belajar dengan temannya yang merupakan tutor sebaya. Disamping itu siswa akan terbiasa berfikir kritis, kreatif dan mampu berpendapat sehingga dapat meningkatkan pemahamannya. Dengan meningkatnya pemahaman maka hasil belajarnya juga meningkat. Penerapan metode ini tentunya tidak akan berdiri sendiri,namun tetap didukung dengan metode yang lain, hanya saja prioritas tetap pada metode diskusi. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dinyatakan bahwa dengan menggunakan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada siswa. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan nilai hasil belajar yang diperoleh siswa. Pada akhirnya, jumlah siswa yang mencapai nilai ≥75 semakin banyak dan mencapai kriteria keberhasilan yaitu 75%. Peningkatan presentase pencapaian KKM siswa pada siklus I sebesar 57,14% meningkat menjadi 100% pada siklus II. Peningkatan rata-rata hasil belajar pendidikan agama hindu siswa pada siklus I sebesar 75,23, dan pada siklus II meningkat menjadi 86,19. Oleh karena itu, pada penelitian ini siswa yang mendapatkan nilai ≥75 mencapai kriteria keberhasilan yaitu ≥75%, sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dan di hentikan pada siklus II.
Translation Techniques Applied in Bilingual Texts on Information Boards at Starbucks Reserve Dewata Lastiar, Rachel Annaully; Suardana, Made; Sari, Rima Andriani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik penerjemahan yang digunakan dalam teks dwibahasa yang terdapat pada papan informasi di Starbucks Reserve Dewata, Bali. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui dokumentasi dua puluh delapan pasang teks dwibahasa dan observasi yang terlibat dalam pembuatan konten. Analisis difokuskan pada unit penerjemahan untuk mengidentifikasi teknik yang digunakan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihannya. Hasilnya menunjukkan bahwa ada tujuh teknik penerjemahan utama yang digunakan: penerjemahan harfiah, pemindahan, modulasi, adaptasi, reduksi, parafrase, dan perluasan. Penerjemahan harfiah dan pengalihan biasanya digunakan untuk nama produk dan frasa standar untuk menjaga konsistensi merek. Adaptasi dan modulasi digunakan untuk menyelaraskan pesan dengan norma-norma budaya setempat. Pengurangan digunakan untuk papan yang terbatas ruangnya, sementara parafrase dan perluasan digunakan secara selektif untuk memperjelas petunjuk layanan dan memperkaya konten naratif. Pilihan teknik penerjemahan dipengaruhi oleh profil pengunjung yang beragam, fungsi komunikatif setiap papan, dan kendala desain visual. Meskipun sebagian besar terjemahan berhasil menyampaikan pesan yang dimaksud, beberapa masalah seperti yang terlalu harfiah atau terjemahan yang tidak sesuai dengan budaya masih ditemukan. Oleh karena itu, evaluasi rutin terhadap kualitas terjemahan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan meningkatkan pengalaman pengunjung.
The Comparison Between Balinese and Singaporean Swear Words in Terms of References Used Virginia, Puput; Budasi, I Gede; Suardana, Made
IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Vol. 9 No. 1 (2026): IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education
Publisher : Master Program in Indonesian Language Education and The Institute for Research and Community Service STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/617c1103

Abstract

This study aims to compare the use of swear words in Balinese and Singaporean languages based on the references employed. This study applied a qualitative approach with a document study method, where data were obtained from relevant previous studies. The data were analyzed by classifying swear words into ten reference categories based on the framework of Malo and Adindarena (2021), which includes social conditions, concrete objects, abstract concepts, religion or supernatural beings, sexual organs or activities, body excretions, body parts, animals, actions, and professions. The results show that both languages have similarities in the use of universal references, such as social conditions and abstract concepts, to express negative evaluations and emotions. However, Balinese swear words show a wider variety of references through the presence of religious or supernatural, animals, concrete objects, and professions, which are not found in the Singaporean language. This difference reflects the influence of cultural values and social context on the selection of references in cross-cultural swear words. Also, this study contributes to sociolinguistics and discourse analysis by demonstrating that swear words can be systematically categorized through reference types.
Hallyu Fans’ Perceptions of The Use of Korean Swear Words in Everyday Communication Sari, Ni Komang Cantika Hyang; Budasi, I Gede; Suardana, Made
IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Vol. 9 No. 1 (2026): IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education
Publisher : Master Program in Indonesian Language Education and The Institute for Research and Community Service STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/r8rhbd67

Abstract

The increasing popularity of Korean culture (Hallyu) over time has also influenced the increased exposure of Hallyu, such as Korean dramas, music, films, and language to Hallyu fans, especially fans who are non-native Korean speakers. One of the exposures of Korean language elements is swear words through media and online interactions, so that some fans also use these words, some even use them without knowing their meaning. This study aims to find out Hallyu fans’ perception of the use of Korean swear words and what factors influence them to use these words. This study is a qualitative study. Data collection was carried out by conducting semi-structured interviews using Indonesian with Hallyu fans who have different characteristics, backgrounds, and Korean proficiencies. The results of the interviews were converted into transcripts then translated into English. The collected data were analyzed using the thematic analysis method which has six stages, namely familiarization, generating codes, searching for themes, reviewing themes, defining and naming the themes, and report. The results of the study show that Hallyu fans' perceptions of Korean swear words are relative, depending on the context. The factors that influence the use of swear words are Korean content and the social environment. In addition, this study can help learners avoid misuse and develop more appropriate pragmatic competence in real-life communication.