Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Kompetensi Persamaan Dan Fungsi Kuadrat Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Stad Pada Peserta Didik Kelas XI TKRO2 SMK Negeri 2 Slawi Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020 Sulistiyorini, Sulistiyorini
Integral (Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika) Vol. 2 No. 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jppm.v2i2.45

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi adanya masalah kurang aktifnya peserta didik dalam pembelajaran matematika pada kompetensi persamaan dan fungsi kuadrat sehingga mengakibatkan hasil belajar rendah pada peserta didik kelas XI TKRO2 SMK Negeri 2 Slawi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kompetensi persamaan dan fungsi kuadrat pada peserta didik kelas XI TKRO 2 di SMK Negeri 2 Slawi melalui model pembelajara Cooperative Learning tipe STAD. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajara Cooperative Learning tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas peserta didik, dilihat dari adanya peningkatan banyaknya peserta didik yang mendengarkan penjelasan dari guru, banyaknya peserta didik yang menanyakan hal yang belum dipahami, banyaknya peserta didik yang mau menjawab pertanyaan dari guru, dan banyaknya siswa yang aktif mengerjakan tugas-tugas dari guru. Penguasaan materi juga mengalami peningkatan dilihat dari adanya peningkatan hasil belajar. Sebelum dilakukan tindakan nilai rata-rata hasil hasil belajar 6,91. Setelah diberi tindakan pada siklus 1 nilai rata- rata mengalami peningkatan menjadi 7,48 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 7,85. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan, dari 33 peserta didik sebelum tindakan hanya ada 20 speserta didik (60,61%) yang tuntas belajar, pada siklus 1 menjadi23 peserta didik (69,70 %) yang tuntas dan pada siklus 2 menjadi 26 peserta didik (78,79 %) yang tuntas. Kesimpulan yang diperoleh dari data tersebut di atas menunjukkan bahwa model pembelajara Cooperative Learning tipe STAD secara signifikan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada kompetensi persamaan dan fungsi kuadrat.
Perilaku organisasi terhadap kinerja MAN 1 Kota Kediri Fatawi, Rahadian; Sulistiyorini, Sulistiyorini
Efektor Vol 6 No 2 (2019): Efektor Vol 6 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.927 KB) | DOI: 10.29407/e.v6i2.14085

Abstract

Kepala madrasah merupakan pejabat profesional yang ada dalam organisasi madrasah, yang bertugas mengatur semua sumber daya sekolah dan bekerjasama dengan guru-guru, staf dan pegawai lainnya dalam mencapai tujuan pendidikan serta memiliki peranan dalam perkembangan organisasi. Dengan posisi tersebut kepala madrasah mempunyai peran strategis dalam lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan strategi kepala Madrasah terhadap perilaku organisasi dalam meningkatkan kinerja madrasah. (2) Menjelaskan upaya kepala MAN 1 Kota Kediri dalam meningkatkan perilaku organisasi sebagai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian ini adalah MAN 1 Kota Kediri. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi non partisipan. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Reduksi data dimaksudkan sebagai proses memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting. reduksi data bukan hanya sekedar membuang data yang tidak diperlukan. Berdasarkan proses pengumpulan dan analisis data, penelitian ini menghasilkan dua temuan. Pertama perilaku organisasi merupakan perilaku individu yang ada dalam suatu organisasi pendidikan yang melibatkan banyak komponen anatarlain guru, staf dan karyawan, diketahui bahwa dalam organisasi memiliki perilaku individu yang berbeda-beda baik dari tingkat emosional dan intelektual. Kepala madrasah berperan penting dalam mengatasi perilaku yang berbeda tersebut. kepala madrasah di MAN 1 Kota Kediri mengambil cara dengan memberikan tugas sesuai dengan latar belakang pendidikan, skill, dan kemampuan yang dimiliki. Adanya perbedaan dalam organisasi dapat terorganisir dan tidak menimbulkan konflik dalam organisasi. Kedua terorganisirnya perbedaan dalam organisasi maka guru dapat bekerja dengan aman nyaman dan terkendali. dengan begitu pekerjaan guru dan karyawan dapat berjalan dengan efektif dan efisien, dan organisasi dapat meningkat sesuai dengan tujuan yang diharapkan
The Influence of Perfectionism and Self-Esteem on Academic Stress in Students during Online Learning Nur Hasanah, Rosy; Azalia Wenvi Annora, Baiq; Sulistiyorini, Sulistiyorini
International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics Vol. 3 No. 4 (2024): October
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sj.v3i4.396

Abstract

This study aims to determine the effect of perfectionism and self esteem on academic stress in college students during online learning. The Research method used is a quantitative method with multiple regression analysis techniques. The sampling technique in this study is convenience sampling. The sample in this study amounted to 299 students, consisting of 81 males and 281 females. The measuring tools used in this research are Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA), Frost Multidimensional Perfectionism Scale (FMPS), dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). The result showed that self-esteem didn’t significantly affect academic stress, but when together with perfectionism (maladaptive perfectionism) these two variables interact and contribute significantly to academic stress. The results of the coefficient of determination show that the contribution of perfectionism and self-esteem is 4,4% to academic stress. This shows that 4.4% of academic stress is influenced by perfectionism (maladaptive perfectionism) and self-esteem, 95.6% is influenced by other variables not examined in this study.