Nurmaeta, St.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSISTENSI NILAI LOKAL DALAM INOVASI PEMERINTAH DAERAH STUDI KASUS : PROGRAM BRIGADE SIAGA BENCANA (BSB) DI KABUPATEN BANTAENG Mansur, Ahmad Nitozi; Taufik, Ahmad; Nurmaeta, St.
Gorontalo Journal of Government and Political Studies Vol 3, No 1 (2020): Gorontalo Journal of Government and Political Studies
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.396 KB) | DOI: 10.32662/gjgops.v3i1.740

Abstract

This article aims to describe the innovation of Bantaeng Local Government in the Disaster Preparedness Brigade program (BSB) and investigating the existence of local wisdom values on the program. The informants in this research included the Head of Innovation and Development Subdivision of the Regional Development Planning Board, the Head of Culture Division of the Education and Culture Office, Doctors assigned by the Health Office to the program, Traditional leaders and people who have benefited from the program. The data analysis includes data reduction, data display and conclusion drawing. The techniques of data collection used were in-depth interviews, direct observation, literature review and documentation. The results of this research indicate: (1) that integrated services of the BSB innovation program in Bantaeng Regency equalize health services between those who live in urban areas and in remote villages, (2) Decentralization  (3) Cooperation involving three government agencies and foreign parties, (4) Involvement of community members, and (5) Use of information and communication technology. Furthermore, the local values existing on the local government innovation in the BSB program in Bantaeng Regency include (1) Honesty, (2) Obedience, (3) Intellectual Value and (4) Tenacity.Artikel ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang inovasi pemerintah daerah dalam program Brigade Siaga Bencana (BSB) serta mengetahui eksistensi nilai lokal pada inovasi pemerintah dalam program BSB tersebut. Informan dalam artikel ini ialah Kasubag Inovasi dan Pengembangan Bappeda, Kabag Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dokter yang ditugaskan oleh Dinas Kesehatan pada program BSB, Pemangku adat, serta masyarakat yang pernah merasakan manfaat dari program BSB tersebut. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi langsung, kajian pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengindikasikan: (1) Bahwa layanan terintegrasi program inovasi Brigade Siaga Bencana di Kabupaten Bantaeng menyetarakan pelayanan kesehatan antara yang tinggal di perkotaan dan di pelosok Desa, (2) Desentralisasi (3) Pemanfaatan kerjasama yang melibatkan tiga instansi pemerintah serta pihak asing, (4) Pelibatan anggota masyarakat, dan (5) Pemanfaatan Teknologi komunikasi dan informasi. Kemudian, eksistensi nilai-nilai lokal pada inovasi pemerintah daerah dalam program inovasi Brigade Siaga Bencana di Kabupaten Bantaeng terlaksana berdasarkan nilai yang ditemukan, yaitu: (1) Nilai Kejujuran, (2) Nilai Kepatutan, (3) Nilai Cendekia dan (4) Nilai Keteguhan.
Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Smart Mobility Di Kota Makassar Rachmat, Amaliah Widyastuti; Prianto, Andi Luhur; Hamrun, Hamrun; Nurmaeta, St.
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2019): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v4i1.739

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengembangan trasportasi publik berbasis smart mobility di kota Makassar dan untuk mengetahui hambatan dalam pengembangan trasportasi publik berbasis smart mobility di Kota Makassar. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data diproses dari hasil wawancara, dan observasi kemudian dianalisa dengan melihat ditinjau dari sejumlah aspek manajemen transportasi perkotaan yang dikemukakan yaitu Sistem Transportasi, Alternatif Akses, Acceptability, dan Berbasis Data (Aplikasi). Kemudian penelitian ini juga melihat hambatan yang ditemukan dalam penelitian ini. Adapun aktifitas dalam analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem transportasi di Kota Makassar terintegrasi dengan sistem transportasi yang dirancang oleh pemerintah provinsi selain itu sistem didukung dengan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam implementasi BRT (Bus Rapid Transit). Proses pengintegrasian sistem transportasi melalui proyek BRT telah menyiapkan sejumlah sarana prasana seperti pembukaan koridor halte yang telah memiliki jalur Bus Line namun belum optimal karena tidak memiliki jalur Busway sendiri masih melewati jalur umum bersama dengan kendaraan lainnya padahal BRT ini dapat maksimal dan efektif bila menggunakan jalur Busway tersendiri. Kemudahan masyarakat dalam memanfaatkan BRT belum terwujud secara optimal ini terlihat dari waktu menunggu dan jadwal kedatangan BRT yang sulit diprediksi, oleh karena itu akses BRT ini masih belum dapat dikategorikan sebagai alternatif akses. Aplikasi yang diakses masyarakat melalui smart phone berbasis android masih membutuhkan pengembangan dan penyesuaian fitur-fitur dalam aplikasinya. Selain itu, penggunaan aplikasi transportasi seperti Grab dan Gojek yang diaplikasikan secara online lebih diminati masyarakat karena lebih cepat dan sangat fleksibel sementara BRT mesti menunggu pada halte yang disediakan dengan perkiraan waktu yang tidak menentu.