Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektifitas Pijat Oksitosin dan Endorphin Pada Pengeluaran ASI Ibu Postpartum di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak Fitriani, Henny; Pangestu, Jehani Fajar; Hartikasih, Eqka
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v7i1.706

Abstract

Latar Belakang: Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu prioritas pembangunan Indonesia, untuk itu perlu adanya upaya pembangunan inovatif yaitu investasi kesehatan gizi salah satunya ASI Eksklusif (Perinasia, 2013). Faktor ibu yang menjadi masalah dalam pemberian ASI adalah pengeluaran ASI yang sedikit.Tujuan: Menganalisis efektivitas pijat oksitosin dan endorpin pada pengeluaran ASI ibu postpartum di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Quasi Experiment. Rancangan yang digunakan adalah pretest posttest one group design. Teknik Sampling menggunakan  purposive sampling didapatkan sampel 16 orang. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan sebelum diberikan intervensi berupa pijat oksitosin dan endorphine nilai mean 9,906. Jumlah pengeluaran ASI ibu nifas sesudah diberikan intervensi berupa pijat oksitosin dan endorphin didapatkan nilai mean 20,625. Hasil analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon nilai P=0,000 < 0,05, terdapat perbedaan peningkatan jumlah pengeluaran ASI ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa diberikan pijat oksitosin dan endorpin di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak. Kesimpulan: Terdapat perbedaan jumlah pengeluaran ASI pada ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa pijat oksitosin dan endorphin di wilayah kerja Puskesmas Alianyang Kota Pontianak
PENGARUH SENAM KEGEL TERHADAP FREKUENSI BUANG AIR KECIL PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBAWI KABUPATEN SAMBAS Pangestu, Jehani Fajar; Oktavianty, Merry; Dianna, Dianna
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v9i2.1286

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan adalah masa dimulainya pertemuan antara sel telur dan sel sperma kemudian berkembang menjadi zigot dan berlanjut menjadi janin. Ibu hamil sering mengalami ketidaknyamanan seperti sering buang air kecil akibat pembesaran rahim dan menekan kandung kemih sehingga cepat penuh, sering buang air kecil dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Senam kegel adalah latihan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mengatasi sering buang air kecil karena dapat memperkuat sfingterani dan otot dasar panggul. Tujuan: Mengetahui pengaruh senam kegel terhadap  frekuensi buang air kecil pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Sebawi Kabupaten Sambas. Metode Penelitian: Desain penelitian quasy eksperimental dengan rancangan pre and post without control, instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Pengambilan sampel dengan total sampling. Hasil Penelitian : Ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan senam kegel terhadap penurunan frekuensi buang air kecil ibu hamil trimester III (p<0.000). Kesimpulan: Senam kegel berpengaruh terhadap frekuensi buang air kecil pada ibu hamil trimester  III diwilayah kerja Puskesmas Sebawi
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STUNTING PADA BALITA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KABUPATEN KAPUAS HULU Akbarini, Oon Fatonah; Rinyasari, Khatarina Ellyani; Pangestu, Jehani Fajar
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i1.1390

Abstract

Stunting (pendek) adalah suatu kondisi dimana balita memiliki tinggi badan menurut umur berada di bawah minus 2 Standar Deviasi (<-2SD) dari standar median WHO. Stunting terjadi karena dampak kekurangan gizi kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan anak. Faktor penyebab masalah gizi pada anak ( termasuk stunting) antara lain berhubungan dengan ketahanan pangan khususnya akses terhadap pangan bergizi (makanan), lingkungan sosial yang terkait dengan praktik pemberian makanan bayi dan anak (pengasuhan), akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan (kesehatan), serta kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi (lingkungan). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi stunting pada balita di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Kapuas Hulu. Desain penelitian ini cross sectional. Subjek penelitian adalah balita stunting dan tidak stunting usia 24 - 60 bulan yang ada di Kecamatan Selimbau, Kecamatan Jongkong, Kecamatan Bunut Hilir, Kecamatan Embaloh Hilir. Sampel dalam penelitian berjumlah 88 sampel. Analisis uji bivariat yang digunakan adalah uji chi square. penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI ekslusif, memiliki akses jamban, penggunaan air bersih, dan tersedianya akses pelayanan kesehatan mempengaruhi kejadian stunting dengan nilai p value <0,05. Sedangkan untuk status ekonomi keluarga dan pendidikan ibu tidak ada hubungan yang bermakna dengan nilai p value >0,05.
Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hipertensi Dalam Kehamilan di Puskesmas Perumnas II Pontianak Barat Pangestu, Jehani Fajar; Fitriani, Henny
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.367

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO hipertensi adalah persentasi tertinggi kedua penyebab kematian ibu setelah perdarahan. Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi pada sekitar 8-10% kehamilan. Kalimantan Barat termasuk persentasi hipertensi tertinggi ke 2 setelah Sumatera Selatan. Pemberian pengetahuan melalui media pendidikan kesehatan tentang hipertensi dalam kehamilan sangat penting dilakukan mengingat banyaknya ibu hamil yang belum menyadari bahayanya hipertensi pada kehamilan. Tujuan Penelitian ini menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas Perumnas II Pontianak Barat. Metode Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan design one group pre test post test pada 35 ibu hamil dengan Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik simple randome sampling. Media pendidikan kesehatan yang digunakan yaitu video dan pengambilan data pengetahuan dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini Berdasarkan uji Paried T-Test diperoleh nilai p=0.000 terdapat perbedaan peningkatkan pengetahuan yang signifikan. Simpulan: Terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan kesehatan dengan media video.
The Effect of Red Binahong Extract (Andredera cordifolia (Ten.) Steenis) on Healing of Cesarean Section Surgical Wounds Nurulita, Tien Tirta; Pangestu, Jehani Fajar; Dianna, Dianna
MEDICA (International Medical Scientific Journal) Vol. 7 No. 3 (2025): MEDICA (International Medical Scientific Journal)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/medica.v7i3.676

Abstract

Cesarean section is an artificial delivery procedure involving an incision in the abdominal wall and uterus, which can cause pain at the suture site for up to six months. Binahong leaves are known to have properties that accelerate wound healing, both externally and internally. This study aims to determine the effect of binahong leaf extract on wound healing after cesarean section at the Sambas Regional General Hospital, Sambas Regency. This study used a quantitative method with a quasi-experimental design and a posttest nonequivalent control group design. Sampling was conducted using non-probability sampling with purposive sampling techniques, involving 34 respondents. The Shapiro-Wilk normality test showed that the data were not normally distributed (p<0.05), so the analysis was continued with the Mann Whitney non-parametric test. The test results showed a p-value of 0.000, which means that there was a significant difference between the intervention and control groups. Thus, the administration of binahong leaf extract had an effect on accelerating the healing of cesarean section wounds. The conclusion of this study is that binahong leaf extract significantly accelerates the average healing of post-cesarean section wounds at Sambas Regional General Hospital, making it a potential adjunct therapy in post-surgical care.
Posyandu Cadres: stunting frontliners – innovative IEC training at Perumnas II Health Center, Pontianak Zakiyya, Affi; Pangestu, Jehani Fajar; Aristia, Eriza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jpmki.v4i2.3416

Abstract

Stunting, a consequence of chronic malnutrition during the first 1000 days of life, significantly impedes child growth and development. Indonesia continues to face a high prevalence of stunting, including an increase in cases within the working area of Perumnas II Community Health Center in Pontianak. Given the crucial role of Posyandu cadres in the early detection and education regarding both growth and developmental aspects of stunting, strengthening their Communication, Information, and Education (CIE) capabilities becomes an urgent priority to support optimal toddler development at the community level. This community service activity aimed to enhance cadres' CIE skills in detecting developmental delays in stunted toddlers, foster closer cross-sectoral collaboration, and prepare adequate resources for more effective stunting management at the community level. The methodology employed a participatory and educational approach through a series of activities. The results of this activity demonstrated a significant increase in Posyandu cadres' knowledge of CIE for stimulating stunted toddler development following the training. Cadres were able to effectively utilize CIE techniques and media in disseminating information to the community. In conclusion, this community service project effectively improved Posyandu cadres' knowledge and skills in conveying information about stimulating stunted toddler development, thereby empowering them to play a more active role in stunting prevention efforts at the community level.