Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Association Between Length Of Use Of Smartphone With Tension Type Headache Incident In Faculty Of Medicine Students Of Udayana University Rismayanti, Ni Putu; Samatra, Dewa Putu Gde Purwa; Wijayanti, Ida Ayu Sri; Widyastuti, Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P16

Abstract

Nyeri kepala tipe tegang merupakan nyeri kepala primer yang paling sering ditemui di masyarakat. Saat ini ponsel pintar telah menghadirkan berbagai macam fitur canggih yang dapat diakses melalui internet. Penggunaan ponsel pintar yang terlalu lama dapat menimbulkan dampak yang merugikan pada kesehatan manusia salah satunya adalah nyeri kepala tipe tegang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan ponsel pintar dengan kejadian nyeri kepala tipe tegangpada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional study (studi potong-lintang). Teknik yang digunakan adalah non-probability sampling yaitu consecutive sampling dengan minimal 83 subjek yang didapatkan sejumlah 127 mahasiswa dari angkatan 2018 dan 2019. Peneliti menggunakan data primer yang diperoleh dari pengisian google formulir secara daring. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami nyeri kepala tipe tegang sebanyak 73 orang (57,5%) sedangkan 54 orang (42,5%) tidak mengalami nyeri kepala tipe tegang. Penggunaan ponsel pintar kategori lama (>3 jam sehari) sebanyak 118 orang (92,9%) dan 9 orang (7,1%) dalam kategori tidak lama (?3 jam dalam sehari). Pada uji fisher ditemukan nilai p = 0,168 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama penggunaan ponsel pintar dengan kejadian nyeri kepala tipe tegang.
Karakteristik Nyeri Kepala Tipe Tegang pada Perawat di Rumah Sakit Universitas Udayana Savitri, Ni Putu Sista Ijya; Wijayanti, Ida Ayu Sri; Widyastuti, Ketut; Indrayani, Ida Ayu Sri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i08.P12

Abstract

Background: Headache is the most common complaint experienced by people in the world with the highest prevalence spesifically tension-type headache. Nurses are one of the professions with the risk of experiencing tension-type headache that can affect performance, costs, and work results. The purpose of this study was to determine the prevalence and characteristics of tension-type headache among nurses who work in the hospital. Method: This research is a cross-sectional descriptive study with consequtive sampling technique involving 89 nurses at Udayana University Hospital using primary data obtained from questionnaires (google form) and then analyzed by using SPSS 26. Results: The results showed that the prevalence of tension-type headache in nurses was 46.1%. Based on the most common characteristic in nurses, spesifically within the age of 26-35 years about 80.5%, female gender about 65.9%, obesity category about 39%, no stress category about 95.1%, sleep duration > 6 hours about 58.5%, shift nurses about 92.7%, nurses in inpatient room about 70,7%, and below 3 years duration of work about 80.5%. Conclusion: The prevalence of tension-type headache in nurses is 46.1% with the most characteristics at the age of 26-35 years (early adulthood), female gender, dominated by obesity category, no stress category, sleep duration > 6 hours, dominant in shift nurses, mostly in inpatient room nurses and below 3 years duration of work. Keywords: Tension-type headache, characteristics, nurse
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR DAN KUALITAS HIDUP MAHASISWA PSSKPD FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA DENGAN DAN TANPA NYERI KEPALA TIPE TEGANG EPISODIK Setiawan, Okky Yani; Widyadharma, I Putu Eka; Wijayanti, Ida Ayu Sri; Widyastuti, Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i01.P06

Abstract

Prestasi belajar adalah suatu penguasaan atau keterampilan dan dikembangkan oleh mata pelajaran, biasanya dilihat dalam hasil tes atau nilai. Selain itu, terdapat faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap prestasi belajar seorang mahasiswa. Seorang mahasiswa tentunya tidak terlepas dari permasalahan yang terjadi dalam kehidupan. Permasalahan tersebut juga memiliki dampak pada kualitas hidup. Seseorang yang memiliki pandangan psikologis, kesejahteraan emosional, kesehatan fisik, dan kesehatan mental yang baik, dikatakan memiliki kualitas hidup yang positif. Terjadinya penurunan prestasi belajar dan gangguan kualitas hidup mahasiswa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya gangguan kesehatan fisik seperti nyeri kepala. Nyeri kepala merupakan keluhan yang umum terjadi pada hampir semua orang. Ada tiga kategori utama nyeri kepala, salah satunya nyeri kepala primer, dengan salah satu klasifikasinya yaitu nyeri kepala tipe tegang yang memiliki prevalensi tertinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan prestasi belajar dan kualitas hidup dengan kejadian nyeri kepala tipe tegang episodik infrekuen di kalangan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian dilakukan dengan metode analitik menggunakan studi potong lintang. Data diperoleh menggunakan kuesioner nyeri kepala, prestasi belajar, dan SF-36, dibagikan secara daring dengan 100 responden. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Berdasarkan analisis, didapatkan hasil p>0,05, yang tidak signifikan pada prestasi belajar dan p<0,05, yang signifikan pada kualitas hidup dengan kejadian nyeri kepala. Disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rerata yang bermakna pada prestasi belajar namun signifikan pada kualitas hidup terhadap kejadian ada atau tidaknya nyeri kepala tipe tegang episodik infrekuen pada mahasiswa.
PENYULUHAN KOMPLIKASI DIABETES PADA SISTEM SARAF UNTUK LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR SELATAN Widyadharma, I Putu Eka; Adnyana, I Made Oka; Utami, Desak Ketut Indrasari; Widyastuti, Ketut; Tini, Kumara; Susilawathi, Ni Made; Wijayanti, Ida Ayu Sri; Mahadewi, Ni Putu Ayu Putri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.46978

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik menahun yang paling sering di dunia, dengan tren yang semakin meningkat dan juga berdampak pada masyarakat di Indonesia. Komplikasi dari penyakit DM dapat berdampak pada angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penyakit DM memiliki komplikasi yang berdampak ke sistem saraf seperti stroke, gangguan fungsi kognitif, gangguan tidur, serta nyeri neuropati diabetik (NND). Komplikasi diabetes sering tidak diketahui oleh masyarakat. Kurangnya pemahaman masyarakat indonesia terhadap DM, komplikasi dan upaya pencegahan menjadi salah satu kendala yang masih terjadi. Komplikasi ini semakin meningkat risikonya pada kelompok usia lanjut (lansia) dan menganggu kualitas hidup hingga segi ekonomi di masyarakat. Peran fase kesehatan pertama yaitu Puskesmas sangat berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit diabetes, seperti deteksi dini sehingga dapat pencegahan dan penanganan kepada pasien diabetes. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang komplikasi DM pada sistem saraf di area kerja Puskesmas I Denpasar Selatan. Metode kegiatan yang akan dilakukan yaitu ceramah, diskusi, hand-on dalam penegakan diagnosis dan kuisioner pre dan post-test terselenggara pada tanggal 30 Oktober 2022 di Banjar Pegok, Denpasar. Hasil kuisioner pre dan post-test didapatkan adanya peningkatan nilai pengetahuan peserta setelah dilakukan pelatihan. Simpulan dan implikasi yang didapatkan yaitu diharapkan setelah adanya pelatihan ini, para masyarakat di Puskesmas I Denpasar Selatan dapat lebih memahami tentang penyakit DM dan komplikasinya terhadap sistem saraf.
PARKINSON’S DISEASE DEMENTIA: A COMPREHENSIVE CASE REPORT Fitriasari, Elsye; Laksmidewi, Anak Agung Ayu Putri; Widyastuti, Ketut; Mahadewi, Ni Putu Ayu Putri
MNJ (Malang Neurology Journal) Vol. 12 No. 1 (2026): January
Publisher : PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Cabang Malang) - Indonesian Neurological Association Branch of Malang cooperated with Neurology Residency Program, Faculty of Medicine Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mnj.2025.012.01.18

Abstract

Background: Parkinson’s disease (PD) is a progressive neurodegenerative disorder affecting 1–2% of individuals over 60 years old. Beyond motor symptoms, PD is often associated with dementia, especially with advancing age and disease duration. The risk of Parkinson’s Disease Dementia (PDD) increases markedly in older patients, reaching up to 80–90% by age 90. Key risk factors include age, severity of parkinsonism, male gender, psychiatric symptoms, and mild cognitive impairment. PDD differs from Alzheimer’s disease, with more prominent deficits in attention, executive function, and visuospatial skills. Its pathogenesis involves dopaminergic neuronal loss, α-synuclein deposition, inflammation, and oxidative stress. Case Report: A 70-year-old man with a five-year history of worsening hand tremors, gait disturbance, and bradykinesia presented with additional cognitive decline, including forgetfulness and difficulty managing daily tasks. He had a known diagnosis of PD, hypertension, and hearing impairment. Physical exam showed classic PD features, and brain MRI revealed cortical atrophy and an absent swallow tail sign. He was diagnosed with PDD, Hoehn and Yahr stage 3, and treated with pharmacologic therapy and rehabilitation. Discussion: The diagnosis of PDD in this patient was based on the Movement Disorder Society (MDS) criteria, which require pre-existing PD, gradual onset of dementia, and significant cognitive decline affecting daily function, without other identifiable causes. Cognitive testing and MRI findings supported the diagnosis. PDD is associated with neurodegeneration involving dopaminergic and other neurotransmitter systems, particularly affecting executive function and memory. Management aims to address both motor and cognitive symptoms, with cholinesterase inhibitors like rivastigmine shown to improve cognitive outcomes. Conclusion: Patients with PD may experience progression to dementia, marked by both motor and non-motor symptoms. Compared to age-matched individuals without PD, those with PD are at a substantially higher risk of developing dementia.
Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio Cut-off of > 10,75 as a Predictor of Mortality in Adult Patients with Bacterial Meningitis at Prof. Ngoerah General Hospital Margo, Wandy; Susilawathi, Ni M; Laksmidewi, Anak A A P; Widyastuti, Ketut; Widyantara, I W; Sudewi, Anak A R
Journal of Medicine and Health Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v8i1.11841

Abstract

Pathogenic microorganisms of Mycobacterium tuberculosis cause bacterial meningitis. One in six patients with bacterial meningitis dies, according to WHO (2023). Inflammatory marker neutrophil-lymphocyte ratio (NLR) is easy to measure and inexpensive. The objective of this investigation is to validate NLR >10,75 as a prognostic indicator of mortality in adult patients with bacterial meningitis at Prof. Ngoerah General Hospital. This retrospective cohort observational analytic analysis included 156 patients treated from March 2021 to October 2024. Chi-square bivariate testing and logistic regression using SPSS IBM version 30 will be performed on this research data. After statistical analysis, the research subjects were separated into high and low NLR groups based on ROC of 10.75 and AUC of 79.8%. A study found that NLR >10.75 increases mortality risk in adult patients with bacterial meningitis by 2.842, with a 95% Confidence Interval of 1.871-4.317 and a p-value of <0.001. Bivariate and multivariate analyses indicated that sex, cerebrospinal fluid glucose levels, and NLR significantly affect mortality from bacterial meningitis. This study demonstrated that an NLR value exceeding 10.75 is a predictor of mortality in adult patients with bacterial meningitis at Prof. Ngoerah General Hospital.