Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jiluna Arabiyah

نائب الفاعل وفوائده في سورة النساء (دراسة نحوية): Naibul Fail dan Manfaatnya dalam Surat An-Nisa’ (Studi Nahwu) Ruslan, Mohammad
Jiluna Arabiyah: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab Vol 3 No 1 (2025): Jiluna Arabiyah
Publisher : STAI At-Tahdzib Rejoagung Ngoro Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/jiluna.v3i1.529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep naibul fā‘il (subjek pengganti) dalam ilmu nahwu serta penerapannya dalam Surah An-Nisā’. Naibul fā‘il merupakan unsur penting dalam struktur kalimat pasif dalam bahasa Arab، di mana objek dari kalimat aktif beralih fungsi menjadi subjek dalam bentuk pasif. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis sintaksis terhadap ayat-ayat pilihan dari Surah An-Nisā’ yang mengandung konstruksi naibul fā‘il. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan pelengkap subjek dalam Surat An-Nisa hanya terbatas pada bagian samping. Jenis-jenis pelengkap subjek yang disebutkan dalam Surat An-Nisa dan manfaat pelengkap subjek yang disebutkan dalam Surat An-Nisa merupakan kajian gramatikal. Penelitian dalam penelitian ini merekomendasikan pentingnya kajian mendalam tentang metode gramatikal dalam Al-Qur’an untuk memahami pesan ilahi secara lebih akurat dan komprehensif.
Feminist Ideological Bias in the Interpretation of the Qur'an: Implications for Arabic Language Education Ruslan, Mohammad
Jiluna Arabiyah: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab Vol 2 No 1 (2024): Jiluna Arabiyah
Publisher : STAI At-Tahdzib Rejoagung Ngoro Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/jiluna.v2i1.526

Abstract

Qur’anic interpretation is inevitably influenced by the ideological and epistemological backgrounds of its exegetes. In recent decades, feminist interpretations of the Qur’an have emerged as a response to patriarchal readings that dominate traditional exegesis. Feminist scholars attempt to reconstruct the meaning of certain Qur’anic verses—particularly those perceived as marginalizing women—by employing critical hermeneutics and contextual approaches. This study aims to analyze the forms of ideological bias embedded in feminist interpretations of the Qur’an and explore their implications for Arabic language education, especially in Islamic educational settings. Using a descriptive qualitative approach, the research examines feminist tafsir texts alongside pedagogical literature on Arabic language instruction. Findings reveal that feminist ideological bias often leads to reinterpretations that prioritize gender equality, at times diverging from classical Qur’anic sciences and linguistic principles. In the realm of Arabic education, such biases may affect how teachers and students engage with Qur’anic texts, impacting their understanding of linguistic structures, semantic nuances, and the socio-cultural context of the Arabic language. Consequently, there is a growing need for Arabic language pedagogy that is both critical and contextual, while remaining grounded in authoritative interpretative traditions. This study contributes to the discourse on integrating gender-aware readings without compromising the scholarly integrity of Qur’anic interpretation and language instruction.