Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Relationship between Trust and Family Empowerment to Prevent Transmission of Pulmonary Tuberculosis Nirmala Kusumaningrum Sunaryo; Joni Haryanto; Florentina Sustini
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 3 No. 1 (2020): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.865 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v3i1.166

Abstract

Tuberculosis (TB) is infectious diseases directly caused by TB bacteria (Mycobacterium tuberculosis). Tuberculosis has been around for thousands of years and remains a significant issue of global health issues. This study aimed to analyze the relationship between trust and family empowerment in preventing pulmonary TB transmission. A cross-sectional design was applied in this study. The results showed that there was a relationship between trust and family empowerment to avoid the transmission of pulmonary TB (p-value = 0.028). Health workers needed to concern about this transmission of diseases and educated of family members on the transmission of pulmonary TB.
DIRECT INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENANGANAN PERDARAHAN PADA KELOMPOK DISABILITAS (TUNA RUNGU) rahmawati, Elfi quyumi; Sunaryo, Nirmala Kusumaningrum; Atmojo, Didik Susetiyanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.280

Abstract

Pendarahan karena kasus trauma yang tidak mendapatkan pertolongan pertama yang tepat dapat memperburuk kondisi korban, hal tersebut menjadi sangat penting bagi penolong untuk menghentikannya secepat mungkin. Pertolongan pertama pada kecelakaan pada masyarakat umum, termasuk kelompok disabilitas tuna rungu bertujuan menyelamatkan jiwa penderita, meringankan penderitaan dan mencegah agar korban tidak menjadi lebih parah hingga pertolongan lebih lanjut diberikan. Mengingat penanganan perdarahan sangat penting dipahami dan dikuasai oleh orang awam, sehingga perlu dilakukan pendekatan yang tepat salah satunya melalui metode pembelajaran langsung. Direct Instruction merupakan salah satu pendekatan yang menunjang proses belajar yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan pola kegiatan yang bertahap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan pengetahuan pada kelompok disabilitas tuna rungu terhadap penanganan perdarahan. Penelitian ini menggunakan metode direct instruction menggunakan alat ukur kuesioner untuk mengukur pengetahuan. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok disabilitas tuna rungu yang berada di Kabupaten Kediri yaitu sejumlah 39 responden dengan menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023. Variabel pada penelitian ini adalah pengetahuan kelompok disabiltas tuna rungu terhadap penanganan perdarahan. Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan rerata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi menggunakan metode direct instruction. Didapatkan nilai Sig. 0.000 < 0.05, maka dapat dikatakan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan mean yang signifikan antara pretest. Implementasi Direct Instruction pada kelompok disabilitas tuna rungu dapat meningkatkan kemampuan kreatif. Hal ini terlihat dari kemampuan peserta dalam menjawab kuesioner yang diberikan dan mempresentasikan ketrampilan dalam penanganan perdarahan pada trauma. Mereka mempunyai wawasan dan pemahaman yang lebih luas dengan belajar secara langsung dengan kelompok kelompok kecil. Pembelajaran secara langsung memberikan pengalaman yang bermakna untuk pembelajaran
Program Pendampingan Kelompok Disabilitas Rungu dalam Pertolongan Pertama pada Trauma di Kabupaten Kediri Rahmawati, Elfi Quyumi; Sunaryo, Nirmala Kusumaningrum; Atmojo, Didik Susetiyanto; Rahayu, Dwi; Rinawati, Fajar
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1953

Abstract

Pendarahan yang terjadi karena kasus trauma, menjadi sangat penting bagi penolong untuk menghentikannya secepat mungkin. Untuk mewujudkan Program Aksi Keselamatan Jalan (Road Safety) perlu sinergi berbagai pihak dalam keselamatan lalu lintas di jalan. Pertolongan pertama pada kecelakaan berguna untuk masyarakat umum, karyawan, tenaga kerja, dan semua individu. Pertolongan pertama bertujuan menyelamatkan jiwa penderita, meringankan penderitaan dan mencegah agar korban tidak menjadi lebih parah serta mempertahankan jiwa penderita hingga pertolongan lebih lanjut diberikan. Mengingat pertolongan pertama pada trauma sangat penting dipahami dan dikuasai oleh orang awam, sehingga perlu dilakukan pendekatan yang tepat salah satunya melalui metode pembelajaran langsung. Disabilitas merupakan bagian dari kelompok sosial di masyarakat dengan berbagai macam keterbatasan (intelektual, mental, dan/atau sensorik) dalam jangka waktu lama, sehingga mengalami hambatan dan kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan dan berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan lingkungan di sekitarnya. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan mendampingi kelompok disabilitas tuna rungu melakukan praktek penanganan perdarahan dan pertolongan pertama pada trauma. Metode yang digunakan adalah dengam memberikan Pendidikan Kesehatan tentang penanganan perdarahan dan pertolongan pertama pada trauma. Program pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di ruang Kilisuci Pemkab Kediri pada hari Minggu, 30 Juli 2023 pada 42 anggota gerkatin. Setelah diberikan edukasi tentang penanganan perdarahan dan pertolongan pertama pada trauma, dilakukan evaluasi dengan memberi pertanyaan kepada peserta. Peningkatan pengetahuan diketahui ketika mampu menjawab pertanyaan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Mereka mampu menyebutkan dengan benar tentang perdarahan dan Langkah apa saja yang harus dilakukan ketika bertemu dengan penderita, serta bagaimana cara meminta bantuan. Selanjutnya, secara umum dapat mempraktekkan dengan temannya tahapan dalam melakukan pertolongan pertama pada trauma.
Upaya Upaya Pendampingan Siswa dalam Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar di MTS Al-Amien Rahmawati, Elfi Quyumi; Sunaryo, Nirmala Kusumaningrum; Africia, Fresty
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i1.495

Abstract

Latar Belakang : Luka bakar merupakan jenis cedera yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi serius. Urgensinya ketika siswa terpapar kondisi luka bakar, dapat melakukan pertolongan pertama, minimal untuk dirinya senndiri ataupun orang disekitarnya Tujuan: meningkatkan pengetahuan siswa MTs Al-Amien tentang pertolongan pertama pada luka bakar dengan memberikan pendampingan. Metode: ceramah, demonstrasi, dan simulasi. Materi pendampingan mencakup jenis-jenis luka bakar, langkah-langkah pertolongan pertama, dan teknik penanganan yang benar. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil: Setelah diberikan pendampingan tentang pertolongan pertama pada luka bakar, dilakukan evaluasi dengan memberi pertanyaan kepada peserta. Peningkatan pengetahuan diketahui ketika mampu menjawab pertanyaan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Mereka mampu menyebutkan dengan benar tentang luka bakar dan langkah apa saja yang harus dilakukan ketika bertemu dengan penderita, serta bagaimana cara meminta bantuan. Kesimpulan: Pendampingan melalui pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada luka bakar sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat di sekolah. Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk kegiatan serupa di sekolah lain guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan siswa.
PENYULUHAN DAN SCREENING DETEKSI DINI KESEHATAN JIWA PADA IBU-IBU DI RW 03 KELURAHAN REJOMULYO KOTA KEDIRI : COUNSELING AND SCREENING EARLY DETECTION OF MENTAL HEALTH IN MOTHERS IN REJOMULYO VILLAGE, KEDIRI CITY Rahmawati, Elfi Quyumi; Fajar Rinawati; Fresty Africia; Nirmala Kusumaningrum Sunaryo
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.365

Abstract

Ibu mempunyai peran penting dalam memberikan pengasuhan dan pengaruh positif pada tumbuh kembang anak, sehingga kesehatan jiwa pada ibu mutlak diperlukan. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan dan skrining deteksi dini kesehatan jiwa. Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu wujud kepedulian terhadap kesehatan jiwa khususnya ibu-ibu di Kelurahan Rejomulyo, Kota, Kota Kediri dengan jumlah 27 orang. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Juli 2024, melalui skrining dan pemaparan materi terkait kesehatan mental, seperti pengenalan tanda-tanda awal gangguan jiwa, cara mengatasi masalah mental, dan pentingnya memperhatikan kesehatan jiwa. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari hasil sebaran kuesioner SRQ-29, menggambarkan bahwa status kesehatan jiwa ibu di Kelurahan Rejomulyo, Kota, Kota Kediri. Jumlah responden ibu sebanyak 27 orang dengan usia responden tertua adalah 65 tahun dan termuda adalah 34 tahun. Dengan latar Pendidikan paling tinggi adalah D1 dan terendah SD. Hasil sebaran kuesioner SRQ-29 terdapat 2 orang mengalami gangguan cemas dan PTSD, 1 orang mengalami gangguan cemas, dan 1 orang mengalami PTSD. Dan 22 orang tidak mengalami gangguan kejiwaan. Hasilnya menunjukkan adanya beberapa warga yang memerlukan tindak lanjut penanganan lebih lanjut terkait kondisi kesehatannya. Skrining dan penyuluhan ini penting untuk memastikan bahwa masalah kesehatan jiwa dapat ditangani dengan tepat waktu dan efektif, membantu individu untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Kata kunci : screening, deteksi dini, kesehatan jiwa   Abstract   Mothers have an important role in providing care and positive influence on the growth and development of children, so mental health in mothers is absolutely necessary. The purpose of this activity is to conduct screening and counseling related to early detection of mental health. Community service activities are a form of concern for mental health, especially mothers in Rejomulyo Village, Kota, Kediri City with a total of 27 people. The activity was carried out in July 2024, through screening and presentation of materials related to mental health, such as recognizing early signs of mental disorders, how to overcome mental problems, and the importance of paying attention to mental health. Based on the results of the evaluation carried out from the results of the distribution of the SRQ-29 questionnaire, it illustrates the mental health status of mothers in Rejomulyo Village, Kota, Kediri City. The number of mother respondents was 27 people with the oldest respondent age being 65 years and the youngest being 34 years. With the highest educational background being D1 and the lowest elementary school. The results of the distribution of the SRQ-29 questionnaire showed that 2 people experienced anxiety disorders and PTSD, 1 person experienced anxiety disorders, and 1 person experienced PTSD. And 22 people did not experience mental disorders. The results showed that there were several residents who needed further follow-up treatment related to their health conditions. This screening and counseling is important to ensure that mental health problems can be handled in a timely and effective manner, helping individuals to have a better quality of life. Keywords: screening, early detection, mental health
Management of Expressed Breast Milk as a Strategy to Optimize of Exclusive Breastfeeding Nirmala Kusumaningrum Sunaryo; Elfi Quyumi Rahmawati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v7i1.576

Abstract

Exclusive breastfeeding had many benefits for mothers and babies. Maternal employment was one of the factors that was closely related to the decline in exclusive breastfeeding coverage. Therefore, there was a need for education for mothers of toddlers to continue providing breast milk even though they were working. This community service program aimed to provide education to mothers of toddlers on how to manage expressed breast milk so that even though the mother was working, her child still received breast milk. The method used was to provide health education about the importance of exclusive breastfeeding and procedures for managing expressed breast milk. The number of Posyandu Balita participants was 123 toddlers and their mothers, but around 61 toddlers and their mothers actively participated in Posyandu. The demographic target for this community service activity is mothers of toddlers who were registered at Posyandu and were willing to take part in educational activities until completion, they were 30 mothers of toddlers. After being given education, an evaluation was carried out by giving questions to participants. Increased knowledge was known when participants were able to answer questions after conducting outreach activities. Before education process 85% of participants said that they did not understand and after education process 100% participants said that they understood.
Analisis Pengetahuan Ibu tentang Stunting terhadap Upaya Pencegahan Stunting di Posyandu Ratna Feti Wulandari; Nirmala Kusumaningrum Sunaryo; Vide Bahtera Dinastiti
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 10 No 1 (2025): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v10i1.1467

Abstract

Background: Stunting is a condition of impaired growth in children under five years of age (toddlers) due to chronic malnutrition and recurrent infections, particularly during the first 1,000 days of life. It is caused by multiple factors. Some of the primary causes of stunting include poor parenting practices, such as the mother's lack of knowledge about nutrition, limited access to health services, insufficient access to nutritious food, and inadequate access to clean water and sanitation. Objective: This study aims to analyze mothers' knowledge of stunting and its impact on stunting prevention efforts. Method: This research employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of mothers of toddlers from Posyandu Kenanga 5, with a population of 55. Purposive sampling was used to select 40 respondents. A questionnaire was utilized as the instrument for data collection. The Chi-square statistical test was applied to analyze the data. Results: The findings of this study indicate that 53% of the mothers had sufficient knowledge about stunting. In terms of stunting prevention efforts, 50% of the respondents were categorized as having sufficient efforts. The Chi-square statistical test revealed a significant relationship between mothers' knowledge of stunting and their efforts to prevent it, with a p-value of 0.000.