Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Keuangan dan Risiko Perusahaan Transportasi Angkutan Darat Selama Pandemi COVID-19 Nainggolan, Yunieta Anny; Syaputri, Annisa Rizkia; Afgani, Kurnia Fajar; Purbayati, Radia; Subaryata, Subaryata
Jurnal Transportasi Multimoda Vol. 21 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v21i2.2133

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 menyebabkan mobilitas masyarakat menurun secara drastis yang menyebabkan penurunan volume penumpang dan berdampak pada kelangsungan bisnis operator transportasi angkutan penumpang. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk dapat mengendalikan penyebaran virus dengan anjuran berkegiatan di rumah. Selain anjuran tersebut, pemerintah juga mewajibkan penerapan protokol kesehatan yang ketat terutama di area public, termasuk transportasi umum. Hal tersebut berdampak pada biaya operasional kendaraan (BOK) operator bisnis transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi keuangan dan risiko operator transportasi angkutan darat selama pandemi COVID-19 yang dilihat dari tiga aspek, yaitu struktur biaya, rasio keuangan dan risiko. Data yang dikumpulkan diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dan berbagai sumber daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biaya sangat memengaruhi pendapatan operator dikarenakan adanya biaya penerapan protokol kesehatan. Identifikasi rasio keuangan memprediksi terjadinya penurunan kinerja sebagai dampak pandemi. Hasil identifikasi risiko menunjukkan bahwa risiko paling tinggi adalah penurunan pendapatan dan terjadinya kredit macet serta meningkatnya biaya operasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi operator bisnis transportasi angkutan darat dalam menyusun strategi selama masa pendemi. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah untuk memberikan stimulus agar operator dapat menjalankan bisnisnya. Adapun stimulus yang direkomendasikan adalah berupa subsidi biaya protokol kesehatan, subsidi perizinan serta keringanan pajak dan pinjaman.
Kajian Efektmtas Dan Efisiensi Proses Perizinan Perpotongan Dan Persinggungan Jalur Kereta Api Dengan Bangunan Lain Purwoko, Purwoko; Subaryata, Subaryata
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v23i5.1101

Abstract

Act No. 23 of 2007 on the Railways, in Article 91 paragraph (1) mandates that the intersection between the rail and roads made no plot. Exceptions to the provisions referred to in paragraph (1) can only be done while ensuring safety and smooth running train rides and road traffic. I71e study tries to review the drafting of the concept of the licensing process the intersection and railroad intersection with another building of effective and efficient, and recommendations for improvements of licensing. As a tool used for analysis is a method Analytical Hierarchy Process (AHP), with secondary data collection in related institutions and primary data collection through questionnaires to the experts as respondents in the field of railway infrastructure in some instances. I71e results obtained from the study indicate the priority that need attention include reducing the processing time, one-stop, telecommunications, information communication, shorten theprocess and delegation of authority, determination. To improve the licensing process effective and efficient need to change the five scale.Keywords: Effectiveness, Efficiency, Licensing Process
Peningkatan Keselamatan Bus Penumpang dengan Metode Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) Mutharuddin, Mutharuddin; Puriningsih, Feronika Sekar; Maulidina Siregar, Nurul Aldha; Mardiana, Tetty Sulastry; Subaryata, Subaryata; Putra, Hasriwan
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.2181

Abstract

Rasio kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia menempati posisi pertama di dunia. Jumlah korban tewas mencapai 25.266 orang dari 103.645 kasus kecelakaan pada tahun 2021. Sementara itu, kesalahan manusia sering ditunjuk sebagai kontributor utama dalam investigasi kecelakaan, yaitu sebesar 61%. Kasus kecelakaan yang melibatkan bus jarak jauh menjadi perhatian besar karena berpotensi menelan banyak korban dalam satu kali kecelakaan. Oleh karena itu, langkah konkret untuk menyelesaikan hal ini menjadi urgen. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengidentifikasi tindakan tidak aman secara sistematis. Artikel ini menggunakan prinsip-prinsip Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan faktor manusia dan organisasi yang terlibat dalam kecelakaan bus jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi pustaka data investigasi kecelakaan KNKT tahun 2020-2021. Analisis data penelitian mengunakan piranti lunak Nvivo. Hasil penelitian menemukan bahwa beberapa tidakan tidak aman dilakukan oleh bebagai pihak. Tindakan tidak aman yang dilakukan oleh pengemudi meliputi menunda perjalanan, gagal menyalip kendaraan, berulang kali menggunakan rem, tidak menggunakan engine brake dan exhaust brake, melakukan kebiasaan tidak aman, dan tidak memakai sabuk pengaman. Selain itu, prasyarat tindakan tidak aman yang rumuskan oleh manajemen sumber daya personel adalah kurangnya pemahaman tentang rute jalan, keterbatasan informasi cuaca, dan tidak memahami kondisi jalan. Adapun tingkat pengawasan yang tidak aman meliputi tindakan yang menugaskan pengemudi yang tidak terdaftar, tidak ada pelacak GPS, dan pengemudi bus yang tidak patuh. Adapun di tingkat atas, tindakan tidak aman organisasi meliputi kurangnya sosialisasi fasilitas tanggap darurat, pelatihan pengemudi yang minim, kurangnya penilaian pemadam kebakaran, tidak ada penilaian risiko, tidak dilakukan identifikasi potensi bahaya, SOP diterapkan, dan tidak ada manajemen risiko dan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK). Dengan memahami penyebab kecelakaan lalu lintas, maka perbaikan perlu dilakukan di setiap tingkatan.
Analisis Keuangan dan Risiko Perusahaan Transportasi Angkutan Darat Selama Pandemi COVID-19 Nainggolan, Yunieta Anny; Syaputri, Annisa Rizkia; Afgani, Kurnia Fajar; Purbayati, Radia; Subaryata, Subaryata
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 21 No 2 (2023): Desember
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v21i2.2133

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 menyebabkan mobilitas masyarakat menurun secara drastis yang menyebabkan penurunan volume penumpang dan berdampak pada kelangsungan bisnis operator transportasi angkutan penumpang. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk dapat mengendalikan penyebaran virus dengan anjuran berkegiatan di rumah. Selain anjuran tersebut, pemerintah juga mewajibkan penerapan protokol kesehatan yang ketat terutama di area public, termasuk transportasi umum. Hal tersebut berdampak pada biaya operasional kendaraan (BOK) operator bisnis transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi keuangan dan risiko operator transportasi angkutan darat selama pandemi COVID-19 yang dilihat dari tiga aspek, yaitu struktur biaya, rasio keuangan dan risiko. Data yang dikumpulkan diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dan berbagai sumber daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biaya sangat memengaruhi pendapatan operator dikarenakan adanya biaya penerapan protokol kesehatan. Identifikasi rasio keuangan memprediksi terjadinya penurunan kinerja sebagai dampak pandemi. Hasil identifikasi risiko menunjukkan bahwa risiko paling tinggi adalah penurunan pendapatan dan terjadinya kredit macet serta meningkatnya biaya operasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi operator bisnis transportasi angkutan darat dalam menyusun strategi selama masa pendemi. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah untuk memberikan stimulus agar operator dapat menjalankan bisnisnya. Adapun stimulus yang direkomendasikan adalah berupa subsidi biaya protokol kesehatan, subsidi perizinan serta keringanan pajak dan pinjaman.