Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penentuan Prioritas Penanganan Air Bersih Dengan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) Novianti, Diah
Cakrawala Vol. 8 No. 1: Juni 2014
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v8i1.210

Abstract

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bagaimana menentukan urutan prioritas penanganan kawasan air bersih berdasarkan evaluasi kondisi yang ada mengingat adanya keterbatasan kemampuan Pemerintah dalam menangani permasalahan penyediaan air bersih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan urutan prioritas kawasan rawan air bersih yang harus ditangani berdasarkan suatu evaluasi kondisi yang ada dan penilaian tingkat kepentingan oleh ahlinya dengan menggunakan metode Analysis Hierarchy Process (AHP). AHP mampu membuat orang menyaring definisi dari suatu permasalahan dan mengembangkan penilaian serta pengertian mereka melalui proses pengulangan.
Pemberdayaan Angkutan Umum Sebagai Salah Satu Faktor Penting Dalam Keberhasilan Pembangunan Novianti, Diah
Cakrawala Vol. 8 No. 1: Desember 2013
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v8i1.220

Abstract

Kegiatan pembangunan dan pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan peningkatan kebutuhan termasuk diantaranya kebutuhan akan transportasi meliputi sarana dan prasarana transportasi. Sarana transportasi adalah kendaraan, baik kendaraan pribadi dan juga angkutan umum. Hasil penelitian di salah satu jalur padat Kota Surabaya, Jalan Ahmad Yani, menunjukkan layanan angkutan umum kurang nyaman, khsusnya dari sisi jadwal dan waktu tempuh serta kemudahan dalam mencapai akses angkutan umum, sehingga banyak pengguuna jalan memilih menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor (R2) maupun mobil (R4). Keadaan ini berpengaruh terhadap tingginya jumlah kendaraan yang melintas hingga melampaui kapasitas jalan. Saat ini operasional lalu lintas Jalan Ahmad Yani saat jam sibuk pagi berada pada kondisi melampaui kapasitas sehingga sering terjadi laju kendaraan berhenti.
DAMPAK LINGKUNGAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN STUDI KASUS DI KABUPATEN LAMONGAN Novianti, Diah
Cakrawala Vol. 9 No. 2: Desember 2015
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v9i2.228

Abstract

Pembangunan perumahan dan kawasan pemukiman beberapa tahun ini meningkat tajam seiring dengan peningkatan kebutuhan perumahan. Pembangunan tersebut dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya melalui berbagai aktivitas pembangunan/ pengembangan kawasan itu sendiri ataupun melelui aktivitas warganya. Dampak tersebut antara lain terjadinya penggunaan lahan, perubahan pada tingkat layanan, lalu lintas, sistem drainase kawasan. Untuk mengetahui dampak lingkungan pembangunan perumahan dan kawasan pemukiman di Kabupaten Lamongan, penelitian dilakukan metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian di beberapa lokasi perumahan dan kawasan pemukiman pada 6 (enam) Kecamatan menunjukkan dalam jangka waktu antara 2010-2014 telah banyak tumbuh perumahan dan pemukiman yang mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian menjadi non pertanian sebesar 61 Ha atau 0,18%. Perubahan tersebuat tidak berpengaruh terhadap produksi maupun produktivitas pangan, khususnya padi dan ikan. Pemangunan perumahan dan pemukiman menimbulkan dampak positif yaitu mempercepat suatu pertumbuhan kawasan yg berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Di sisi lain, khususnya yg berada di kawasan padat hunian, berdampak terhadap penurunan kualitas layanan jalan dan sistem drainase. Untuk mengatasinya dilakukan upaya peningkatan antara lain dengan pengurangan akses jalan masuk dan evaluasi sistem drainase kawasan.
DETEKSI KELONGSORAN DENGAN SURVEY GEOLISTRIK LANDSLIDES DETECTION BY GEOELECTRIC SURVEY Studi kasus di Jalan Provinsi Bojonegoro-Jatirogo Km.125+300 novianti, diah
Cakrawala Vol. 13 No. 2: Desember 2019
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v13i2.296

Abstract

Longsor merupakan salah satu bencana yang kerap mengancam keamanan kawasan. Sepertinya bencana tersebut terjadi secara tiba-tiba, terjadi pada saat turun hujan deras, terutama bila terjadi secara terus menerus. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terus dikembangkan untuk memprediksi akan terjadinya bencana longsor pada suatu kawasan. Jalan raya Bojonegoro-Jatirogo merupakan jalan provinsi yang menghubungkan wilayah di Kabupaten Bojonegoro dengan wilayah di Kabupaten Tuban. Jalan ini merupakan jalur penting dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat Bojonegoro maupun Tuban. Akan tetapi keberlanjutan jalan ini dibayang-bayangi oleh kejadian longsor pada lahan di sekitar jalan. Hal ini dibuktikan dengan telah dilakukan pengalihan trase jalan karena terjadinya kerusakan pada penahan tanah pada tahun 2013. Pada saat penelitian tahun 2018, terjadi kelongsoran di titik lain dengan laju kelongsoran yang mengkhawatirkan kelangsungan badan jalan yang ada. Dari hasil stratifikasi dan tomografi geolistrik disimpulkan bahwa penyebab utama masalah longsor di lokasi kegiatan adalah erosi oleh air hujan dan air sungai pada saat musim penghujan. Sementara itu, kondisi tanah yang ada adalah tanah yang sangat rentan terhadap erosi oleh air di permukaan. Dan juga kondisi tanah di permukaan, pada umumnya terdiri dari tanah lempung yang lunak yang relatif gembur dan penuh dengan keretakan di dalammya, juga mudah tererosi oleh air yang mengalir di permukaan sehingga tanah tersebut sangat rentan terhadap air yang mengalir.
Pemanfaatan Potensi Air Tanah di Wilayah Rawan Kekeringan (Studi kasus di Desa Suruh, Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek) Novianti, Diah
Cakrawala Vol. 14 No. 2: Desember 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v14i2.351

Abstract

Salah satu sumber daya alam yang penting dalam kehidupan makhluk hidup adalah air.. Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, air dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti air hujan (rain water), air permukaan (surface water), air tanah (ground water) dan air laut (sea water). Tidak seluruh bagian bumi ini memiliki sumber daya air yang mencukupi kebutuhan hajat hidup penduduknya, kekayaan sumber daya airnya terbatas, sehingga tingkat pelayanan air menjadi rendah. Di Jawa Timur terdapat beberapa kabupaten yang wilayahnya mengalami kesulitan dalam penyediaan air, baik untuk pertanian dan juga untuk keperluan rumah tangga, salah satu diantaranya Kabupaten Trenggalek. Diketahui bahwa 13 (tiga belas) dari 14 (empat belas) kecamatan di Kabupaten Trenggalek berpotensi mengalami kekeringan. Salah satu desa yang termasuk rawan kekeringan adalah Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian deskriptif dengan ditunjang hasil survey pengumpulan data primer berupa pengukuran dengan metoda geolistrik dan juga data sekunder yang didapat dari instansi terkait. Dari hasil survey, baik primer dan juga sekunder, diketahui bahwa potensi kandungan air tanah yang terdapat di beberapa titik lokasi dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga penduduk sebesar 55,70 m3 pada tahun 2019. Hanya saja pada saat ini potensi tersebut ada yang mengalami penurunan kapasitas ada pula yang belum tereksplorasi karena kendala kepemilikan lahan.untuk mengatasi kondisi tersebut perlu dilakukan model pengelolaan dan pemanfaatan sumber air tanah dengan berbasis partisipasi masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan rasa ikut memiliki oleh masyarakat.
Review: Kondisi Lingkungan Ideal untuk Budi Daya Black Soldier Fly (BSF) Novianti, Diah
Cakrawala Vol. 17 No. 2: Desember 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v17i2.575

Abstract

Permasalahan sampah merupakan masalah krusial karena penambahan jumlah volume timbulan lebih tinggi dibanding volume yang mampu ditangani.. Berdasarkan jenisnya, mayoritas timbulan sampah nasional pada tahun 2022 berupa sampah sisa makanan dengan proporsi 41,55%. Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu unsur penting dalam proses penguraian sampah organik. Dengan beberapa kelebihan yang dimiliki BSF, budi daya BSF merupakan salah satu pilihan kegiatan masyarakat yang memiliki dampak positif tidak hanya dalam mengatasi permasalahan lingkungan akan tetapi juga menjadi alternatif sumber penghasilan masyarakat.Suhu dan kelembaban merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan BSF.Setiap fase kehidupan BSF memiliki tuntutan suhu ideal yang berbeda. Lalat dewasa menjadi lebih aktif dan produktif pada suhu yang lebih hangat atau di atas 30°C, sementara pada fase larva, suhu optimal untuk dapat tumbuh dan berkembang adalah 30°C.sementara imago betina akan bertelur pada kelembaban lebih dari 60%. Telur BSFakan matang dengan sempurna pada kondisi lembab dan hangat dengan kelembaban sekitar30-40%.
Pemanfaatan BSF dalam Pengelolaan Sampah di Kawasan Permukiman Perkotaan Novianti, Diah; Rimbawati, Endah; Judiono, Judiono
Cakrawala Vol. 18 No. 2: Desember 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v18i2.720

Abstract

Permasalahan sampah merupakan masalah krusial karena cukup rumit dalam penanganan. Mengatasi masalah sampah memerlukan keterlibatan aktif beberapa aktor, yaitu sumber timbulan sampah antara lain rumah tangga dan industri serta pengelolaannya baik oleh kelompok masyarakat dan pemerintah. Salah satu metode pengolahan sampah organik adalah biokonversi dengan menggunakan Black Soldier Flies (BSF) yang dapat memberikan nilai ekonomi disamping kemampuan mereduksi sampah organik. Kecamatan Bubutan Kota Surabaya dengan timbulan sampah organik sebesar 30.420 ton per hari memerlukan telur BSF sebesar 2 kg/hari. Untuk budidaya BSF dengan hasil telur sebesar 2 kg/hari diperlukan  lahan seluas 4.800 m2 pada tanah kosong yang masih tersedia seluas  17.507,62 m2. Dengan metode yang tepat budidaya tersebut akan menghasilkan maggot basah sebanyak 640 Kg/hari. Dengan harga jual maggot sebesar Rp.15.000/kg, maka nilai jual maggot basah yang dihasilkan oleh budidaya maggot tersebut sebesar Rp. 9,6 juta per hari. Budidaya maggot tersebut, selain dapat mereduksi sampah organik, dengan penyediaan lahan dan tenaga kerja yang terlatih dapat menghasilkan pemasukan yang cukup menguntungkan untuk menunjang biaya operasional. Bahkan masih dapat menyisakan margin keuntungan yang cukup besar, sebagai sumber pendapatan dalam APBD. Disamping itu, residu pengolahan sampah organik dengan menggunakan BSF juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dengan kadar protein tinggi.