Nurdin, Asrawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Suplementasi Oral Selenium terhadap Kadar Selenium Urin dan Durasi Diare Akut pada Anak Usia Balita Yugatama, Andyan; Jurnalis, Yusri Dianne; Rusdi, Rusdi; Nurdin, Asrawati; Masnadi, Nice Rachmawati; Lubis, Gustina
Sari Pediatri Vol 26, No 6 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.6.2025.343-9

Abstract

Latar belakang. Diare akut pada anak-anak masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian sebelumnya menunjukkan peran selenium dalam meningkatkan imunitas dan mengurangi stres oksidatif pada infeksi gastrointestinal, namun penelitian mengenai hubungan antara suplementasi selenium dan diare akut masih terbatas.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplementasi selenium terhadap kadar selenium urin dan durasi diare akut pada anak. Metode. Penelitian diakukan di Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Padang. Merupakan studi eksperimental dengan desain acak terkontrol. Sampel terdiri dari anak-anak yang mengalami diare akut, dibagi menjadi kelompok perlakuan yang menerima suplementasi selenium dan kelompok kontrol yang tidak menerima suplementasi. Pengukuran kadar selenium urin dan durasi diare dilakukan sebelum dan sesudah intervensi.Hasil. Penelitian melibatkan 54 anak, dengan 27 anak pada kelompok kasus dan 27 anak pada kelompok kontrol. Durasi diare menunjukkan perbedaan durasi diare yang signifikan sebanyak 2,48 ± 4 jam (p<0,05). Kadar selenium urin pada kelompok kasus meningkat signifikan dari 45,26 ± 8,61 µg/L menjadi 52,52±5,39 µg/L m (p < 0,05). Tidak terdapat perubahan signifikan pada durasi diare dan kadar selenium urin di kelompok kontrol. Kesimpulan. Suplementasi selenium signifikan dalam meningkatkan kadar selenium urin dan mengurangi durasi diare akut pada anak.
Urinary Zinc Levels and Nutritional Status in Children with Acyanotic Congenital Heart Disease: A Cross-Sectional Study Pradhana Putra, Fajar; Hariyanto, Didik; Rachmawati Masnadi, Nice; Dianne Jurnalis, Yusri; Nurdin, Asrawati; Perdana Harmen, Anggia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Volume 17 Nomor 1 Tahun 2026 (on progress)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v17i1.1622

Abstract

Background: Acyanotic congenital heart disease (CHD) causes increased metabolic demands and nutrient malabsorption, potentially triggering zinc deficiency. Urinary zinc measurement offers a non-invasive method to assess zinc status. This study evaluates the association between urinary zinc levels and nutritional status in children with acyanotic CHD. Methods: An analytical cross-sectional study involving 50 children aged 2–60 months with echocardiography-confirmed acyanotic CHD was conducted at the Pediatric Cardiology Outpatient Clinic, DR. M. Djamil General Hospital, Padang, from October 2024 to August 2025. Nutritional status was assessed by anthropometry using WHO growth standards (weight-for-height z-scores). Spot urinary zinc levels were measured using a colorimetric zinc assay kit (Elabscience, E-BC-K137-M) with absorbance read at 560 nm. One-way ANOVA and post-hoc tests were used for group comparisons. Results: Malnutrition prevalence reached 62% (undernutrition 32%, severe malnutrition 30%). Hypozincuria (urinary zinc <8 µmol/L) was found in 38% of subjects. A highly significant difference in urinary zinc levels was observed across nutritional status groups (p<0.001). Urinary zinc was highest in the well-nourished group (9.6±1.2 µmol/L), followed by undernutrition (8.4±1.8 µmol/L), and lowest in severe malnutrition (6.1±1.5 µmol/L). Post-hoc analysis confirmed significant differences between well-nourished and severely malnourished (p<0.001), and between undernutrition and severe malnutrition (p<0.001). Conclusion: Urinary zinc levels are significantly associated with nutritional status in children with acyanotic CHD, particularly in those with severe malnutrition. Urinary zinc assessment may serve as a practical screening tool to identify zinc deficiency in this population and guide targeted nutritional interventions.