Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA IBU PASCA SALIN DI PUSKESMAS RAWAT INAP WAY HALIM II BANDAR LAMPUNG Raddin, Akhmaula Nabhan; Febriyani, Arti; Kurniati, Mala; Dekasari, Heni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14049

Abstract

Pada tahun 2016 berdasarkan survei Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), cakupan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di indonesia hanya sebesar 12,4% dengan persentase berdasarkan jenis metode yaitu susuk (Implan) Keluarga Berencana (KB) (5,2%), AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) (4,7%), dan Metode Operasi Wanita (MOW) (2,2%). Padahal target MKJP yang diharapkan dapat dicapai adalah 26,7%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada ibu pasca salin di Puskesmas Rawat Inap Way Halim Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain studi Cross Sectional untuk menganalisa hubungan pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada ibu pasca salin di Puskesmas Rawat Inap Way Halim Bandar Lampung sebanyak 43 sampel ditahun 2023. Pada penelitian di Puskesmas Wayhalim II didapatkan responden penelitian berjumlah 43 ibu pasca salin. Dimana terdapat rata-rata responden memiliki jumlah anak sebanyak 2 (69,8%), pekerjaan ibu rumah tangga (55,8%), pendidikan terakhir SD (41,9%), responden menggunakan alat kontrasepsi sebesar 65,1%, responden dengan pengetahuan cukup sebesar 39,5%, sikap positif sebesar 60,5%. Pada penelitian ini didapatkan hubungan antara pengetahuan dan sikap  terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada ibu pasca salin, dikarenakan nilai Sig (Value) adalah 0,008 p<0,05. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada ibu pasca salin.
PERBANDINGAN KASUS MALARIA PRA PANDEMI COVID-19 DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN Putri, Devita Febriani; Febriyani, Arti; Yasir, Muhammad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.18958

Abstract

Abstrak: PERBANDINGAN KASUS MALARIA PRA PANDEMI COVID-19 DENGAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN. Malaria adalah penyakit tular vektor yang disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium, dan ditularkan oleh nyamuk vektor malaria, terutama spesies Anopheles spp.  Tahun 2020, penyebaran COVID-19 di Indonesia semakin meningkat dan meluas hingga ke daerah endemis malaria, salah satunya Kabupaten Pesawaran, Lampung. Protokol kesehatan COVID-19 diduga menghambat program pemerintah untuk menekan kasus malaria. Perlu dilakukan penelitian efek penerapan protokol kesehatan COVID-19 terhadap kasus malaria dengan membandingkan kasus malaria di wilayah endemis tertinggi di Kabupaten Pesawaran yaitu wilayah kerja Puskesmas Hanura pra pandemi dan saat pandemi COVID-19. Penelitian bertujuan mengetahui perbandingan kasus malaria pra pandemi dan saat pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran tahun 2019-2020. Jenis penelitian deskriptif observasional dengan design crossectional menggunakan data sekunder berupa rekam medik malaria dan data iklim yaitu suhu suhu, kelembaban udara, dan curah hujan. Populasi penelitian berupa data sekunder kasus malaria tahun 2019 (pra pandemi COVID-19) dan tahun 2020 (saat pandemi COVID) di wilayah kerja Puskesmas Hanura. Data suhu, kelembaban, dan curah hujan didapatkan dari BMKG Stasiun Klimatologi Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.Analisis menggunakan paired T-test dan Wilcoxon untuk melihat perbandingan kasus malaria, suhu, kelembaban udara, dan curah hujan  pra pandemi COVID-19 dan pada saat pandemi COVID-19. Kasus malaria pada pra pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Hanura berbeda signifikan (p=0,004) dibandingkan saat pandemi COVID-19. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada suhu (p=,0,52), kelembapan udara (p=0,172) dan curah hujan (p=0,977) pada pra pandemi COVID-19 dan saat pandemi COVID-19. Deteksi dini dan penatalaksanaan kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura dapat dipertahankan dengan mengkombinasikan protokol COVID-19 oleh pemerintah, petugas kesehatan, maupun masyarakat agar kasus malaria tidak kembali meningkat. 
Hubungan Antara Usia Jenis Kelamin Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Hafizi, Afwan; Hasbie, Neno Fitriyani; Febriyani, Arti; Kurniati, Mala
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 4 (2024): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i4.17069

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya peningkatan angka kejadian dan prevalensi Diabetes Mellitus di seluruh dunia. Menurut organisasi Internasional Diabetes Federation (IDF) diabetes di seluruh dunia pada tahun 2021 sekitar 537 juta orang dewasa (20-79 tahun) hidup dengan diabetes. Di Indonesia, menurut data riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi Diabetes Mellitus mengalami peningkatan. Dari 6,9% meningkat menjadi 8,5%. Terdapat beberapa faktor risiko terjadinya kejadian DM diantaranya usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh. Tujuan penelitan mengetahui hubungan usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan Cross-Sectional. Berdasarkan hasil uji statistik usia dengan kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 diperoleh nilai p-value = 0,040 (p<0,05), jenis kelamin dengan kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 diperoleh nilai p-value = 0,336 (p>0,05) dan indeks massa tubuh dengan kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 diperoleh nilai p-value = 0,833 (p>0,05). Terdapat hubungan antara usia dengan kejadian Diabetes Melitus.
Pengaruh Pemberian Susu Beras Terhadap Pertumbuhan Mencit Model Stunting Amalia, Nafa; Dalfian, Dalfian; Febriyani, Arti; Kurniati, Mala; Mandala, Zulhafis
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22203

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemberian susu beras berpotensi menjadi solusi alternatif dan ekonomis untuk menangani stunting. Studi ini dilaksankan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu beras terhadap pertumbuhan mencit (Mus musculus) model stunting. Studi ini berjenis eksperimental in vivo dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT), pre and post test with control group design, menggunakan 25 ekor mencit jantan strain C57BL/6. Induksi stunting dilakukan melalui pemberian diet rendah protein selama 21 hari dan indometasin selama 7 hari. Subjek dikelompokkan dalam lima kelompok: kontrol normal (KN), kontrol negatif (K-), perlakuan susu beras 1 x sehari (K+), perlakuan susu beras 2 x sehari (KP1), dan perlakuan susu beras 3 x sehari (KP2). Parameter yang diukur ialah berat badan dan panjang ekor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan secara statistik pada peningkatan berat badan untuk kelompok K+ (p = 0,376) dan KP2 (p = 0,376). Demikian pula pada hasil uji panjang ekor, tidak ditemukan pengaruh signifikan pada kelompok K+ (p = 0,796) dan KP2 (p = 0,796). Secara deskriptif, pemberian susu beras menunjukkan tren pertumbuhan linier pada berat badan dan panjang ekor mencit model stunting, meskipun belum menunjukkan bukti statistik yang kuat dalam studi ini.