Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN PSAK No. 36 ATAS KEWAJARAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PT JASA RAHARJA (PERSERO) CABANG SULAWESI UTARA Herawati, Elly; Runtu, Treesje; Datu, Christian
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 9, No 4 (2021): JE. Vol 9 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v9i4.36593

Abstract

Asuransi merupakan salah satu lembaga yang berupaya untuk mengurangi resiko kerugian baik jiwa maupun harta, lembaga ini penghimpun dana yang bersumber dari penerimaan premi asuransi dari masyarakat guna dan dana tersebut disalurkan melalui klaim. Sehingga kemampuan perusahaan tercermin sepenuhnya dalam laporan Keuangannya. Ikatan Akuntansi Indonesia telah menerbitkan PSAK No. 36 dimana pernyataan standar akuntansi Keuangan ini yang mengatur tentang karakteristik asuransi jiwa yang berisi hal-hal terkait ciri khas asuransi jiwa yakni: premi, investasi, polis dan estimasi-estimasi lainnya. Laporan Keuangan dapat dinyatakan wajar apabila laporan Keuangan tersebut disusun memenuhi standar yang berlaku umum yakni PSAK No. 36 tentang asuransi jiwa. Penulis bertujuan untuk menganalisis kewajaran atas penyajian laporan Keuangan pada PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulawesi Utara apakah telah sesuai dengan PSAK No. 36 tentang asuransi jiwa. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif komparatif, maksud dari penerapan analisis ini untuk membandingkan penyajian laporan Keuangan dalam PSAK No. 36 dengan laporan Keuangan yang disajikan perusahaan. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa perusahaan belum menerapkan PSAK No. 36 namun berdasarkan analisis yang telah dilakukan oleh penulis penyajian laporan Keuangan PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulawesi Utara telah sesuai dengan PSAK No. 36 tentang asuransi jiwa. Kata kunci: PSAK No. 36, Asuransi, Laporan Keuangan
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN UNIT MICRO TERHADAP KEPUASAN NASABAH PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL SYARIAH CILEDUG Herawati, Elly; Ridwan, Fachriana Ulfatun
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.245 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan suatu Bank BTPN Syariah di wilayah Cirebon adalahtingkat kualitas pelayanan unit micro yang ada dan tingkat kepuasan nasabah. Halini menjadi penggerak untuk melakukan penelitian dengan tujuan untukmengetahui tingkat pencapaian kualitas pelayanan Unit Micro, tingkat kepuasannasabah dan pengaruh kualitas pelayanan Unit Micro terhadap tingkat kepuasannasabah. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian kuantitatifdengan metode korelasional. Data diambil menggunakan angket yang disebarkankepada 32 responden sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkanbahwa 78,38% responden memberikan kesan baik terhadap kualitas pelayananUnit Micro BTPN Syariah, 87,50% responden memberikan kesan sangat puasterhadap BTPN Syariah, dan terdapat pengaruh kualitas pelayanan unit microterhadap kepuasan nasabah BTPN Syariah dengan nilai korelasi 0,811 dandikategorikan sangat kuat. Besarnya pengaruh kualitas pelayanan unit micro yangdapat mempengaruhi adalah 65,77%. Persamaan regresi yang dapat dibentukadalah Kepuasan Nasabah = 0,856 Kualitas Pelayanan Unit Micro. Kepuasannasabah akan meningkat jika BTPN Syariah memiliki kualitas pelayanan unitmicro yang meningkat pula.Kata kunci: Kualitas Pelayanan Unit Micro, Kepuasan Nasabah
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Herawati, Elly; Anditha, Vina; Haryani, Siti kartika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.562 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan penjualan produk di suatu toko adalah lokasi kurangstrategis, kurangnya promosi penjualan, perbedaan harga produk yang terlalubesar dan ketersediaan produk. Hal ini menjadi penggerak untuk melakukanpenelitian dengan harapan dapat mengetahui cara pemasaran (marketing) yangbaik dan dapat mempengaruhi tingkat penjualan. Selain itu, penelitian ini jugauntuk mengetahui pengaruh strategi marketing pada tingkat penjualan. Analisis inidirasakan penting digunakan mengingat pentingnya mengetahui bagaimana carameningkatkan volume penjualan. Metode penelitian yang dilakukan menggunakanpenelitian kuantitatif. Data diambil menggunakan angket yang disebarkansebanyak 100 responden serta volume penjualan diambil dari struk pembelian ataudata pembelian dibagian informasi/kasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwastrategi pemasaran Alfamart Cabang Losari 58,70% responden menyatakan baik,sedangkan 41,30% responden menyatakan tidak baik maupun tidak tahu mengenaicara yang diterapkan oleh Alfamart tersebut. Hal ini menggambarkan bahwa lebihdari 50% responden mengetahui strategi dan cara yang diterapkan oleh AlfamartCabang Losari. Volume penjualan Alfamart Cabang Losari rata-rata adalah 55,29dalam ribuan rupiah dan juga strategi pemasaran mempengaruhi secara positifpada tingkat besaran volume penjualan pada Alfamart Cabang Losari. Besarnyapengaruh strategi pemasaran bisa berpengaruh pada volume penjualan adalah54,02% sedangkan persamaan regresi yang dapat dibentuk adalah VolumePenjualan = 1,60 Strategi Pemasaran. Volume penjualan dapat meningkat ataubertambah ketika strategi dan cara marketing atau pemasarannya semakin baik.Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Volume Penjualan
TANGGUNG GUGAT USAHA PARIWISATA ATAS PROMOSI YANG MENYESATKAN Gani, Lisandy Rustamar; Kusumawati, Lanny; Herawati, Elly
UNES Law Review Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v5i2.338

Abstract

Penelitian hukum atas tindakan promosi yang menyesatkan oleh PT. ADMS dilakukan karena banyak dijumpai pelaku usaha yang mengiklankan usahanya tidak sesuai dengan kenyataannya sehingga dapat menimbulkan kerugikan antara konsumen, hal itu melanggar ketentuan pasal 26 huruf d UU Kepariwisataan dimana pelaku harus memberikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab sehingga mengurangi resiko terjadinya kesalah pahaman diantara konsumen dan pelaku usaha. Esensi pelaku usaha dalam melakukan aktivitas usahanya adalah untuk mendapatkan keuntungan, namun harus tetap mempertimbangkan resiko yang akan diterima oleh konsumen. Dalam menyelenggarakan kegiatan pariwisata berisiko tinggi, pelaku usaha wajib memberikan perlindugan asuransi bagi wisatawan. PT. ADMS merupakan pengusaha wisata berisiko tinggi. Wisatawan yang sedang menyelam menggunakan jasanya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematian. Wisatawan yang meninggal seharusnya mendapatkan asuransi sebagaimana tertera dalam brosur, pada kenyataannya PT. ADMS tidak memberikan klaim asuransi korban dengan alasan tidak memenuhi prosedur administratif. PT. ADMS dengan sengaja tidak memberikan klaim asuransi kepada keluarga korban dikarenakan tidak membayarkan tagihan premi kepada perusahaan asuransi.