Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BENTUK KESANTUNAN BERBAHASA PADA ANAK USIA 7 SAMPAI 12 TAHUN DI DESA MERDEKA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH WONGSOPATTY, ECA; UDING , MULYATI NINGSI; NURMARIA
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): PARADIGMA: JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/paradigma.v11i1.494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada anak usia 7-12 tahun di desa Merdeka Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini yaitu perekaman dan pencatatan. Teknik Analisis Data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu; Pengumpulan data, mengumpulkan semua data hasil perekaman. Mencatat hasil rekaman ke dalam bentuk teks tertulis. Mencari dan menemukan data yang mengandung maksim-maksim kesantunan berbahasa dan mengelompokkan data berdasarkan jenis maksim kesantunan berbahasa yang sesuai dengan prinsip kesantunan Leech. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 15 bentuk kesantunan berbahasa yang terdiri dari maksim kebijaksanaan ada 4 data, maksim kerendahan hati terdapat 7 data, maksim kemurahatian 1 data dan maksim kesimpatian terdapat 1 data. Dari keempat bentuk kesantunan berbahasa yang ditemukan pada anak usia 7 sampai 12 tahun di Desa Merdeka, kesantunan berbahasa yang paling menonjol adalah maksim kerendahan hati yang berjumlah 7 data.
SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA SASTRA LISAN KABATA KORA-KORA DESA SELAMON KECAMATAN BANDA LAMUSA , ROMI; WONGSOPATTY, ECA; KASMAWATI
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 9 No 2 (2023): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/paradigma.v9i2.495

Abstract

Sastra lisan adalah karya sastra yang diwariskan secara turun temurun melalui mulut ke mulut. Saat ini sastra lisan sudah mulai hilang karena ketidaksadaran masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai luhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Semiotik a Ferdinand De Saussure pada Sastra Lisan Kabata Kora-Kora Desa Selamon Kecamatan Banda. Jenis penelitian ini berupa jenis penelitian kualitatif dan lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Selamon dari bulan Maret sampai April. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 narasumber yaitu tetua adat yang ada di Desa Selamon. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks Kabata Kora –Kora Desa Selamon Kecamatan Banda. Data penelitian ini berupa kata dan kalimat yang mengandung semiotika Ferdinand De Saussure dalam Kab ata Kora-Kora Desa Selamon Kecamatan Banda. Teknik pengumpulan data adalah menentukan narasumber, menyiapkan pertanyaan, melakukan wawancara, memeriksa dan membaca kembali hasil wawancara, mengidentifikasi atau menetapkan data sesuai dengan teori penelitia n dan di analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dalam semiotika Ferdinand De Saussure pada sastra lisan Kabata Kora-Kora Desa Selamon Kecamatan Banda terdiri dari 5 penanda dan 5 petanda, yakni 2 penanda dan petanda berasal dari aspek material dari bahasa yaitu apa yang dilihat dan didengar, 2 penanda dan petanda yang alamiah yaitu tampak hewan, dan 1 penanda dan petanda yang berasal dari hasil produksi manusia. Secara keseluruhan makna dari Kabata Kora-Kora Desa Selamon yaitu memberi petunjuk yang dihasilkan dari penanda dan petanda tersebut.
ANALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM FILM “AIR MATA SURGA“ KARYA E. ROKAJAAT ASURA WONGSOPATTY, ECA; KASOR, ISNA JANA; SAIMEN, DEWI; HARUN, ASRIANI; KALIKY, JAINUNG
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 12 No 1 (2026): PARADIGMA JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film sebagai salah satu bentuk karya sastra modern memiliki kemampuan merepresentasikan nilai sosial, moral, dan religius melalui tokoh dan penokohan yang membangun alur cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh serta menganalisis bentuk penokohan dalam film Air Mata Surga karya E. Rokajaat Asura. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap dialog, adegan, dan interaksi antartokoh dalam film. Data penelitian diperoleh melalui teknik simak dan catat dengan menonton film secara berulang, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Air Mata Surga menampilkan berbagai karakter tokoh yang saling berkaitan dalam membangun konflik serta dinamika emosional cerita. Tokoh Fisya digambarkan sebagai perempuan religius, sabar, dan ikhlas dalam menghadapi cobaan hidup, sedangkan Fikri merepresentasikan sosok suami yang setia namun mengalami konflik batin antara tanggung jawab keluarga dan tuntutan sosial. Tokoh pendukung seperti Halimah, Bunda Fisya, Hamzah, dan Weni berperan memperkuat konflik serta mempertegas nilai pengorbanan, kesetiaan, dan keikhlasan dalam hubungan antarmanusia. Secara keseluruhan, penokohan dalam film ini berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan moral dan religius yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan film sebagai media pembelajaran sastra dan penguatan pendidikan karakter.