Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Nursing Arts

PENGARUH STIMULASI KUTANEUS SLOW STROKE BACK MASSAGE (SSBM) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Oktovina Mobalen; Dian Veronica Werung; Yehud Maryen
Nursing Arts Vol. 14 No. 2 (2020): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hypertension is defined as an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg on two measurements. Objective: To determine the effect of Cutaneous Slow Stroke Back Massage (SSBM) stimulation on blood pressure reduction in hypertensive patients at the Majar Puskesmas, Salawati District, Sorong Regency. Research Methods: This study uses quantitative research using a quasi-experimental design and a pretest posttest approach. The research population is all hypertension sufferers every month of 2017 as many as 43 respondents with total population techniques. Materials and data collection tools used in this research are phygmomanometer, stethoscope and sheets Observation. Univariate data analysis to describe the characteristics of respondents and bivariate analysis used T test with Dependent T-Test. Results: The results of statistical tests using the T Dependent T-Test obtained p value = 0.043 on the effect of Cutaneous Slow Stroke Back Massage (SSBM) stimulation on lowering blood pressure in hypertensive patients. Conclusion: there is an effect of Cutaneous Slow Stroke Back Massage (SSBM) stimulation on blood pressure reduction in hypertensive patients. Keywords: Cutaneous Stimulation Slow Stroke Back Massage (SSBM), Lowering Blood Pressure, Hypertension. ABSTRAK Hipertensi ditetapkan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran.Tujuan Penelitian : untuk pengaruh Stimulasi Kutaneus Slow Stroke Back Massage (SSBM) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Majaran Distrik Salawati Kabupaten Sorong. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi eksperimen dan pendekatan pretest posttest.Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi setiap bulan tahun 2017 sebanyak 43 responden dengan teknik total populasi.Bahan dan alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian inisphygmomanometer, stetoskop dan lembar observasi.Analisa data univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisa bivariat yang digunakan uji T dengan Dependent T-Test.Hasil Penelitian: hasil uji Statistik menggunakan Uji T Dependent T-Test diperoleh nilai p=0,043 pada pengaruh Stimulasi Kutaneus Slow Stroke Back Massage (SSBM) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan: terdapat pengaruh Stimulasi Kutaneus Slow Stroke Back Massage (SSBM) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi Kata Kunci: Stimulasi Kutaneus Slow Stroke Back Massage (SSBM), Penurunan Tekanan Darah, Hipertensi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDERITA TB PARU DROP OUT MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS Jansen Parlaungan; Yenni Huriani; Oktovina Mobalen
Nursing Arts Vol. 15 No. 1 (2021): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit tuberkulosis mempunyai risiko kematian yang tinggi di Indonesia, pengobatan akan efektif apabila penderita patuh dalam mengkonsumsi obat anti tuberculosis (OAT). Penelitian ini untuk engetahui faktor yang mempengaruhi penderita TB Paru drop out minum obat anti tuberculosis (OAT). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pengembangan yang digunakan adalah cross sectional yaitu studi epidemiologi yang mengukur beberapa variabel dalam satu saat sekaligus. Desain penelitian yang digunakan adalah expost facto. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel berjumlah 26 penderita TB Paru yang drop out. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan sikap dengan kejadian drop out penderita TB Paru nilai P Value = 0,002 < dari nilai α 0,05. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pihak rumah sakit agar dapat meningkatkan pemberian informasi mengenai cara pengobatan, karena pengobatan TB Paru memakan waktu yang lama, sehingga apabila penderita TB Paru kurang memahami hal ini, sangat besar kemungkinan mereka akan menghentikan pengobatan yang sementara berjalan dan belum tuntas. Kata Kunci : Sikap;Drop Out;TB Paru;Obat Anti Tuberkulosis(OAT). ABSTRACT Tuberculosis has a high risk of death in Indonesia, treatment will be effective if the patient is obedient in taking tuberculosis drugs. This study aims to determine the factors that influence pulmonary TB patients drop out of taking tuberculosis drugs. This research is quantitative with method of cross sectional, namely an epidemiological study that measures several variables at one time at once. The research design used is expost facto. The sampling technique used is total sampling. The sample was 26 patients with pulmonary TB who dropped out. The results showed that there was a relationship between attitude and the incidence of drop out of pulmonary TB patients with P Value = 0.002 < from 0.05. The results of this study can be used by Hospital in order to improve the provision of information about treatment methods, because pulmonary TB treatment takes a long time, so if pulmonary TB sufferers do not understand this, it is very likely that they will stop treatment temporarily running and unfinished. Keyword: attitude, Drop Out, Tuberculosis, Tuberculosis Drugs
HUBUNGAN OBESITAS DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS REMU KOTA SORONG Fabanyo, Rizqi Alvian; Djamanmona, Rolyn Frisca; Mobalen, Oktovina
Nursing Arts Vol. 19 No. 1 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i1.107

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Puskesmas Remu Kota Sorong. Faktor risiko seperti obesitas dan riwayat keluarga diduga berperan dalam kejadian DM. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara obesitas dan riwayat keluarga dengan kejadian DM di Puskesmas Remu Kota Sorong. Metode Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 32 responden dengan teknik total populasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian DM (p=0,075) dan antara riwayat keluarga dengan kejadian DM (p=0,379). Dapat disimpulkan bahwa Obesitas dan riwayat keluarga tidak berhubungan dengan kejadian DM. Disarankan Puskesmas maupun instansi kesehatan lainnya dapat memberikan Pendidikan kesehatan tentang Obesitas dan Riwayat Keluarga bukanlah satu-satunya faktor pencetus terjadinya DM tetapi juga Gaya Hidup.