Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kelurahan Rum di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga Kota Tidore Kepulauan Risaldi Abas; Eri Marwati; Didik Kurniawan
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.313

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam penentu kesehatan. Pemanfaatan pelayanan kesehatan paling erat hubungannya dengan kapan seseorang memerlukan pelayanan kesehatan dan seberapa jauh efektifitas pelayanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat Kelurahan Rum di wilayah kerja Puskesmas Rum Balibunga Kota Tidore Kepulauan Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, dengan informan sebanyak 6 informan. Hasil penelitian menunjukan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat Kelurahan Rum di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga, meliputi pengetahuan dan persepsi masyarakat akan pelayanan kesehatan sudah baik, perilaku memanfaatkan pengobatan tradisional dibanding pelayanan kesehatan harus di ubah, sikap dan tindakan masyarakat akan pemanfaatan pelayanan kesehatan belum baik, sikap masyarakat biasa saja ketika melihat masyarakat melakukan pengobatan tradisional padahal tindakan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan sudah baik, fasilitas belum lengkap tetapi sudah sesuai standar kesehatan, dimana berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk berkunjung, petugas kesehatan melakukan kunjungan rumah ke masyarakat. Sosial budaya mempunyai pengaruh dan tidak membatasi minat masyarakat. Bahkan masyarakat tetap percaya dan butuh pelayanan kesehatan, namun ada yang masih melakukan pengobatan tradisional dan berobat ke Dukun. Diharapkan masyarakat agar lebih memanfaatkan pelayanan kesehatan sebelum melakukan pengobatan tradisional. Puskesmas Rum Balibunga dapat meningkatkan pelayanan dan melengkapi fasilitas yang belum tersedia, kegiatan kunjungan rumah atau pemberian pelayanan di luar gedung.
PEMANFAATAN POTENSI ALAM KOTA REMPAH MELALUI PENGOLAHAN MINYAK ATSIRI DAGING BUAH PALA (Myristica fragrans) DI KELURAHAN TANAH TINGGI BARAT KOTA TERNATE Amran Nur; Eri Marwati; Bambang Tjiroso
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1153

Abstract

Ternate City is situated at the base of the Gamalama volcano on Ternate Island in North Maluku Province. It is renowned for its production of spices. North Maluku is commonly referred to as the Spice City or The Spicy Island. The nutmeg agribusiness in North Maluku is highly viable from both a financial and economic standpoint, as it possesses distinct comparative and competitive advantages. This Community Service Activity (PKM) is an initiative by the implementing team from Khairun University to convey knowledge about the health advantages of nutmeg flesh and the procedure of extracting essential oils from it. Goal: To enhance public awareness of the health advantages of nutmeg pulp, improve community proficiency in the production and processing of nutmeg flesh into essential oil, and foster the growth of nutmeg commodity enterprises as a primary ingredient for traditional medicine. Method: The activity was conducted utilizing a collaborative strategy, namely by reaching out to community groups in the Tanah Tinggi Barat (Tantibar) Subdistrict. The outreach session focused on elucidating the health advantages of nutmeg pulp, essential oils, and their respective manufacturing processes. This workshop will provide instruction and hands-on experience in the production of nutmeg essential oil. Outcome: The execution of this outreach and training initiative proceeded seamlessly, with the community displaying a high level of enthusiasm and active involvement. Prior to the activities in Tanah Tinggi Barat sub-district, the community was informed about the advantages of nutmeg essential oil through outreach efforts. Subsequently, once the community comprehends the advantages of essential oils, they proceed to engage in the process of producing essential oils by utilizing discarded nutmeg meat from the gardens of local inhabitants. Transforming nutmeg into essential oil. Summary; . The outcomes of this exercise expanded the understanding of the residents of Tantibar Village regarding the advantageous properties of nutmeg essential oil, particularly for health purposes.
Perbandingan Proses Ekstraksi Virgin Coconut Oil (VCO) Marwati, Eri; Sadik, Fahmi
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 7 No 1 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v7i1.3795

Abstract

Coconut planted (Cocos nucifera L.) was one of the commodities that had high economic valued if managed properly. The numbered of coconut planted that grew could have used as superior products and high economic valued, one of which was by being used as virgin coconut oil or Virgin Coconut Oil. Better recognition of the beneficial health effects of coconut oil, especially virgin coconut oil is praised for its beneficial properties. The purpose of this studied was to determine the comparison of made VCO (virgin coconut oil) with or without the addition of pineapple filtrate. This researched is an experimental researched with the method of made VCO with variations in the addition of pineapple filtrate and without pineapple filtrate. The results showed the highest yield in VCO with the addition of pineapple filtrate 28%, the highest moisture content in VCO without the addition of pineapple filtrate 0.29%, the average free fatty acid content had the same value of 0.512%, the highest total plate numbered in VCO without the addition of pineapple filtrate 626 CFU/ml as well as positively contained alkaloids and saponins. The addition of pineapple filtrate could affect the yield of VCO produced but it needed to considered for its quality to met SNI and APCC quality requirements.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daging Buah dan Daun Pala (Myristica fragrans): Antimicrobial Activity Test of Ethanol Extract of Nutmeg Flesh and Leaves (Myristica fragrans) Muh. Nasir; Eri Marwati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4iSE-1.1691

Abstract

Indonesia terkenal sebagai salah satu negara penghasil rempah yang cukup besar, salah satunya adalah pala. Pala (Myristica fragrans Houtt) dan ekstrak pelarutnya digunakan di seluruh dunia untuk aktivitas anti-inflamasi, antioksidan dan anti mikroba dikaitkan dengan fitokimia alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol daging buah dan daun pala (Myristica fragrans) terhadap daya hambat mikroba (Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne dan Candida albicans). Sampel yang digunakan adalah daging buah dan daun pala (Myristica fragrans) diambil dari Pulau Ternate, Maluku Utara. Aktivitas antimikroba diuji terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne, dan Candida albicans dengan metode difusi cakram. Semua sampel dilakukan dalam tiga replikasi, dan datanya dilaporkan sebagai mean±Standar Deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah pala memiliki diameter hambat paling besar terhadap Candida albicans 16,77±1.96 mm dan daun pala 17,70±2.21 mm terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol daging buah dan daun pala memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne dan jamur Candida albicans dengan diameter hambat yang bervariasi.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PARTISI CAIR-CAIR EKSTRAK BIJI PINING BAWANG (Hornstedtia alliacea) MENGGUNAKAN METODE DPPH Abdullah, Abulkhair; Nurfadilah, Nadia; Marwati, Eri
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2360

Abstract

Latar Belakang: Terjadinya penyakit degeneratif berhubungan erat dengan radikal bebas karena ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh. Senyawa yang mampu melindungi kerusakan sel-sel akibat radikal bebas adalah antioksidan. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan tanaman pining bawang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dan perbedaan nilai IC50 partisi cair-cair ekstrak biji pining bawang. Metode: Metode pemisahan yaitu partisi cair-cair. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Analisis statitistik yaitu metode one-way ANOVA. Hasil: Hasil dari aktivitas antioksidan dari vitamin C 6,526 ppm, fraksi n-heksan 35,502 ppm, fraksi air 33,995 ppm, dan fraksi etil asetat 47,507 ppm dapat dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Hasil uji statistik SPSS uji normalitas dan uji homogenitas p value >0,05, uji one-way Anova p value <0,05, uji post hoc vitamin C dengan ketiga fraksi p value <0,05 dan antara fraksi p value >0,05. Kesimpulan: Aktivitas antioksidan masing-masing fraksi menunjukkan nilai IC50 <50 ppm dikategorikan antioksidan sangat kuat. Dari hasil uji statistik SPSS tidak ada perbedaan yang nyata dari ketiga fraksi.
Assistance in Establishing Microenterprises for Traditional Medicine (UMOT) and Implementing The Certification Procedure for Good Manufacturing Practices for Conventional Medicines (CPOTB) in The Dasa Wisma, West Tanah Tinggi Village, Ternate City Amran Nur; Eri Marwati; Bambang Tjiroso; Ermalyanti Fiskia
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5453

Abstract

The Moloku Kie Raha area in North Maluku is a remote region in the northern part of the Indonesian archipelago. It has great potential for natural resources, particularly in producing essential commodities such as cloves, nutmeg, and mace. However, a group of women from RW 4 Tanah Tinggi Barat Subdistrict needed to understand the procedures for establishing UMOT and implementing CPOTB and the necessary documentation. The goal of the community service was to assist the RW 4 Dasa Wisma Women group in Tanah Tinggi Barat Subdistrict to establish UMOT in Ternate City and fulfill the CPOTB requirements to obtain BPOM permission. The activities included socialization of UMOT establishment and CPOTB implementation, training in preparing CPOTB documents, assistance in CPOTB implementation and production layout, support with registration (e-Registration), product marketing, and overall activity evaluation. The community service, conducted with a community empowerment framework, proceeded smoothly. The implementing team assisted in establishing UMOT, training in preparing CPOTB documents, assisting in CPOTB implementation and production layouts, registration support, and creating social media and marketplace platforms. The team also assisted with production equipment to meet the required standards, facilitating the Dasa Wisma RW 04 Women's Group business in Tanah Tinggi Barat Sub-district. The service team addressed mothers' economic productivity issues, offering solutions to the Dasa Wisma RW 04 women's group. With the establishment of UMOT for essential oils production, the group can increase economic income through a cost-effective manufacturing process, ultimately boosting their profits.
Assistance in Establishing Microenterprises for Traditional Medicine (UMOT) and Implementing The Certification Procedure for Good Manufacturing Practices for Conventional Medicines (CPOTB) in The Dasa Wisma, West Tanah Tinggi Village, Ternate City Nur, Amran; Marwati, Eri; Tjiroso, Bambang; Fiskia, Ermalyanti
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5453

Abstract

The Moloku Kie Raha area in North Maluku is a remote region in the northern part of the Indonesian archipelago. It has great potential for natural resources, particularly in producing essential commodities such as cloves, nutmeg, and mace. However, a group of women from RW 4 Tanah Tinggi Barat Subdistrict needed to understand the procedures for establishing UMOT and implementing CPOTB and the necessary documentation. The goal of the community service was to assist the RW 4 Dasa Wisma Women group in Tanah Tinggi Barat Subdistrict to establish UMOT in Ternate City and fulfill the CPOTB requirements to obtain BPOM permission. The activities included socialization of UMOT establishment and CPOTB implementation, training in preparing CPOTB documents, assistance in CPOTB implementation and production layout, support with registration (e-Registration), product marketing, and overall activity evaluation. The community service, conducted with a community empowerment framework, proceeded smoothly. The implementing team assisted in establishing UMOT, training in preparing CPOTB documents, assisting in CPOTB implementation and production layouts, registration support, and creating social media and marketplace platforms. The team also assisted with production equipment to meet the required standards, facilitating the Dasa Wisma RW 04 Women's Group business in Tanah Tinggi Barat Sub-district. The service team addressed mothers' economic productivity issues, offering solutions to the Dasa Wisma RW 04 women's group. With the establishment of UMOT for essential oils production, the group can increase economic income through a cost-effective manufacturing process, ultimately boosting their profits.
Training on Making Simplicia of Nutmeg Flesh (Myristica fragrans) in West Highlands Village, Ternate City Muh, Nasir; Marwati, Eri
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i1.278

Abstract

Myristica fragrans Houtt merupakan varietas pala yang paling banyak ditanam di Maluku karena memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan varietas lainnya. Tanaman primadona ini memiliki potensi cukup besar, terutama bagian buahnya karena memiliki nilai ekonomis. Buah pala terdiri dari daging, fuli (mace), tempurung dan biji. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membekali masyarakat dalam pembuatan simplisia daging buah pala dengan benar. Sediaan simplisia ini menjadi pilihan untuk dilatihkan dan dapat diperjualbelikan untuk pengembangan produk dikalangan masyarakat. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tokoh masyarakat berjumlah 24 peserta.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19-23 Agustus 2023 di Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Metode kegiatan adalah penyuluhan/pemberian materi dan pelatihan pembuatan simplisia daging buah pala. Kegiatan ini dilaksanakan dengan 4 tahap, yaitu persiapan, penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi keberhasilan program. Masyarakat masih sangat banyak yang belum mengetahui manfaat dari daging buah pala serta cara pembuatan simplisia tanaman secara benar. Setelah melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan simplisia daging buah pala dan manfaatnya sebagai salah satu tanaman obat, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat daging buah pala dan pengolahannya menjadi simplisia yang dapat dimanfaatkan dari limbah menjadi bahan berkhasiat obat yang dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.
EDUKASI PENGGUNAAN ANTIMIKROBA BIJAK DAN RASIONAL SERTA PEMANFAATAN TANAMAN OBAT Marwati, Eri; Nasir, Muh
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.1711

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya di negara berkembang. Dengan berbagai masalah penggunaan antimikroba yang tidak tepat pada masyarakat yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat terutama di wilayah yang kurang mendapatkan informasi yang jelas maka pentingnya dilakukan pendidikan kesehatan. Edukasi berlangsung selama 1 hari yang melibatkan masyarakat dan beberapa unsur. Kegiatan dimulai dengan pengukuran tingkat pengetahuan (pre test). Materi edukasi berupa definisi antimikroba, jenis antimikroba, penyebab resistensi, penggunaan antimikroba yang tepat dan tanaman obat yang lebih terfokus pada potensi alam yang memungkinkan untuk dapat dikembangkan di Kelurahan Takome. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melaksanakan post test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta selama pemaparan materi penyuluhan. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dengan kategori baik 11 % meningkat menjadi 89% setelah edukasi,  dan sebelum edukasi tingkat pengetahuan dengan kategori cukup 56% dan kurang 33% menurun menjadi 11% dan  0% setelah edukasi. Setelah melakukan edukasi penggunaan antimikroba yang benar dan rasional serta pemanfaatan tanaman obat, terjadi peningkatan pengetahuan  masyarakat.  Abstract. Infectious diseases are still an important public health problem, especially in developing countries. With various problems with inappropriate used of antimicrobials in the community caused by a lack of public knowledge, especially in areas where there is a lack of clear information, it is important to carried out health education. Education lasted for 1 day involving the community and several elements. The activity begins with measuring the level of knowledge (pre test). Educational material in the form of definitions of antimicrobials, types of antimicrobials, caused of resisted, appropriate used of antimicrobials and medicinal planted which was more focused on natural potential which allows them to be developed in Takome Village. Activity evaluation is carried out by carried out a post test to measured the level of knowledge of participants during the presentation of the extension material. The results obtained were an increase in the level of knowledge with a good category of 11%, increasing to 89% after education, and before education, the level of knowledge with a sufficient category of 56% and less than 33% decreased to 11% and 0% after education. After providing education on the correct and rational used of antimicrobials and the use of medicinal planted, there has been an increase in public knowledge.
Perbandingan Kadar Vitamin C Sari Buah Kersen di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan Nindya Prisma Dewi; Eri Marwati; Abulkhair Abdullah
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.6208

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu antioksidan alami yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas dan mendukung sistem metabolisme tubuh. Kandungan vitamin C dalam buah-buahan sangat bervariasi tergantung pada jenis tanaman dan lingkungan tumbuhnya, termasuk faktor geografis. Buah kersen (Muntingia calabura L.) dikenal sebagai salah satu buah yang kaya akan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar vitamin C pada buah kersen yang tumbuh di dua lokasi berbeda di Provinsi Maluku Utara, yaitu Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji kualitatif dengan pereaksi Fehling A dan B serta uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa kedua sampel positif mengandung vitamin C yang ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa kadar vitamin C buah kersen dari Kota Ternate sebesar 57,43 ± 1,27 mg/100 gram BDD dan dari Kota Tidore Kepulauan sebesar 60,22 ± 0,72 mg/100 gram BDD. Analisis statistik menggunakan uji Independent t-Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) antara kedua sampel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan nilai kadar vitamin C, namun secara statistik kadar vitamin C pada buah kersen dari kedua lokasi tidak berbeda secara nyata.