Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR REMAJA PANTI SOSIAL RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG Andi Syahputra; Widya Arfani Purba
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3634

Abstract

Kemiskinan yang melatar belakangi sebagian anak yang ada di panti sosial, menjadikan si anak ingin mendapatkan perbaikan dalam hidup, keinginan untuk mendapatkan hidup yang layak nantinya dengan memperoleh ilmu dan pendidikan formal yang menjadikan mereka mempunyai kemampuan akademis yang tinggi guna menjadi modal untuk memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak. Cita-cita dan keinginan untuk menjadi orang yang berhasil dan sukses, memotivasi anak untuk memperbaiki kehidupannya yang sekarang dengan mengikuti program pendidikan dan pelatihan yang diadakan di panti agar dapat memperoleh apa yang mereka cita-citakan.Banyak faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, salah satunya yaitu konsep diri dan dukungan sosial yang berasal dari orang tua, teman sebaya dan orang-orang sekitar. Konsep diri berkaitan dengan evaluasi dan penilaian terhadap diri. Sedangkan dukungan sosial adalah dukungan dari orang lain yang dicintai dan perduli, dihargai dan bernilai dan bagian dari jaringan komunikasi yang saling mengisi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh konsep diri dan dukungan sosial terhadap motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan analisis regresi berganda dimana peneliti ingin melihat sumbangsih dari tiap-tiap independent variable dengan jumlah sampel 90 remaja. Instrumen penelitian berupa skala dari konsep diri yang dibagi menjadi empat berdasarkan dimensi yaitu subjective self, body image, ideal self dan social self kemudian skala dari dukungan sosial yang dibagi menjadi lima berdasarkan jenis dukungan yaitu dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informatif dan dukungan jaringan. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan analisis regresi, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah: Untuk uji hipotesis nihil mayor (H0) ditolak, karena “Ada Pengaruh yang Signifikan Antara Konsep Diri dan Dukungan Sosial Terhadap Motivasi Belajar Remaja Panti Sosial”. Selanjutnya untuk proporsi varians yang dapat dijelaskan oleh Independent Variable (IV) dari konsep diri (subjective self, body image, ideal self, social self) dan dukungan sosial (dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informatif, dukungan jaringan) sejumlah 46,4 % sedangkan sisanya sejumlah 53,6 % dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. 
Analisis Kemitraan Waralaba Syariah Es Caola 99 Surabaya Dalam Perspektif Ekonomi Islam Tri Mey Lailatul Khusnah; Andi Syahputra; A. Afif Amrullah
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.2919

Abstract

Artikel ini membahas tentang analisis sistem kemitraan waralaba dari sudut pandang ekonomi yang berbasis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kemitraan waralaba berfungsi dalam rangka mencapai prinsip ekonomi yang berbasis Islam yang berlandaskan kepada keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama. Peneliti ini menggunakan kualitatif adalah pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, pengamatan, dan tanya jawab dengan para pemilik waralaba mitra, serta pakar ekonomi Islam. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk memberikan informasi secara mendalam tentang mekanisme kemitraan dalam waralaba dan sejauh mana kepatuhan terhadap prinsip ekonomi ysng berbasis agama islam. Hasil dari penelitian ini menjelaskn bahwa sistem kemitraan waralaba memiliki kecenderungan untuk mencapai prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam beberapa aspek. Pengaturan bagi hasil yang adil antara pemilik waralaba dan mitra, pendekatan berdasarkan kerjasama dan saling menguntungkan, serta adanya perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial menjadi beberapa hal yang telah diimplementasikan dalam sistem kemitraan tersebut.
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PSIKOLOGI ANAK Andi Syahputra; Riski Wahyudi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan pendidikan terpenting dalam perkembangan kehidupan manusia. Karena keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental. Penanaman nilai-nilai moral secara praktis akan berproses dan ditentukan oleh keluarga. Dalam keluarga yang seharusnya merupakan wadah utama bagi pembentukan watak dan moral manusia sering berubah menjadi sumber malapetaka karena menurunnya tingkat pendidikan ahklak manusia, sehingga dalam bersikap dan beretika dalam kehidupan tidak obyektif. Materialisme dan individualism kian mendominasi kehidupan keluarga serta adanya pergantian arus globalisasi yang kian mendominasi kehidupan masyarakat dewasa ini, oleh karena ketidaksiapan individu menghadapi nilai-nilai baru dan lemahnya filter yang dilakukan oleh manusia dalam menyikapi globalisasi tersebut, sehingga dampak buruk dari globalisasi mulai dirasakan dalam kehidupan keluarga. Banyak keluarga yang kini cendrung mengidap karakter destruktif. Persoalan seperti ini tidak hanya berada pada fakta individual akan tetapi sudah nenjadi fakta sosial. Seperti halnya seorang perempuan menjadi pihak yang paling rentan menjadi sasaran korban tindak kekerasan. Oleh karena itu kaum wanita sudah semestinya mendapatkan perlindungan dari negara atau masyarakat agar terbebas dari ancaman kekerasan dan perlakuan yang dapat merendahkan manusia. Persoalan kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi kapanpun dan dimana saja. Karena persoalan kekerasan dalam rumah tangga baik korban maupun pelakunya tidak mengenal status sosial, status ekonomi maupun tingkat pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat tentang kekerasan dalam rumah tangga dan implikasinya terhadap psikologi anak. Korban kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi pada keluarga tingkatan sosial manapun baik menengak ke bawah maupun menengah ke atas. Beberapa fakror yang menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga antara lain : ekonomi, perselingkuhan, tekanan keluarga dan perkawinan usia dini. Kekerasan dalam rumah tangga terhadap perkembangan psikologi anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya anak selanjutnya terutama dalam berinteraksi dengan lingkunganKata kunci: Kekerasan, Rumah Tangga, Psikologi Anak
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN PADA MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT SEMESTER VII UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA YANG AKAN MENGHADAPI SKRIPSI Andi Syahputra; Inda Putri Kinanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan hampir setiap individu pernah mengalami. Tanda-tanda kecemasan adalah bentuk rasa khawatir dan perasaan lain yang kurang menyenangkan. Biasanya perasaan ini disertai oleh ketidakpercayaan bahwa kepercayaan diri mempengaruhi kecemasan yang dimiliki seseorang, Begitu juga yang dirasakan mahasiswa semester VII (tujuh) Ilmu Kesehatan Masyarakat yang akan menghadapi skripsi di semester yang akan datang, mereka merasa jika skripsi adalah hal yang menakutkan, Oleh karena itu aktivitas penyusunan skripsi dapat menimbulkan kecemasan bagi beberapa mahasiswa yang akan menghadapinya. Adanya kecemasan bagi beberapa mahasiswa semester VII (tujuh) merupakan persepsi yang mereka buat sendiri karena ada rasa kekhawatiran dan ancaman ketika persiapan mengerjakan skripsi pada semester VII (tujuh).Sedangkan mahasiswa dituntut untuk memiliki sikap yang percaya diri dalam segala hal termasuk mempersiapkan pengerjaan skripsi disemester depan.Tujuan masalah yang diajukan adalah mengetahui tingkat kecemasan dan tingkat kepercayaan diri mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat semester VII (tujuh) yang akan menghadapi skripsi, dan mengetahui bagaimana hubungan antara kecemasan dan kepercayan diri mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat semester VII (tujuh) Universitas Ubudiyah Indonesia yang akan menghadapi skripsi. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif yang disajikan berupa angka-angka, Penelitian ini untuk menguji variabel bebas yaitu Kepercayaan diri dengan variabel terikat yaitu kecemasan.Kata Kunci    : Kepercayaan diri, kecemasan
PROMOSI KESEHATAN TENTANG KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP INTESITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA PRODI S-1 FARMASI UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Andi Syahputra; Said Rizki Mulya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan diri terhadap intensitas penggunaan media sosial. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi S-1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia berjumlah 173 yang berusia 12-15 tahun dan memiliki akun media sosial. Peneliti berhipotesis bahwa kepercayaan diri berpengaruh terhadap intensitas penggunaan media sosial pada mahasiswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepercayaan diri dengan skala intensitas penggunaan media sosial yang disusun dengan teknik Likert. Skala kepercayaan diri memiliki koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (a) sebesar 0,879 dan skala intensitas penggunaan media sosial memiliki koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (a) sebesar 0,837. Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana karena hanya menguji satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R square = 0,003 (F=0,434 dan t = 0,659) dengan nilai signifikansi sebesar 0,511. Hal tersebut membuktikan bahwakepercayaan diri tidak berpengaruh terhadap intensitas penggunaan media sosial.Kata Kunci    : Kepercayaan diri, intensitas penggunaan media sosial