Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENDAMPINGAN HUKUM DAN PSIKOLOGIS TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU DAN KORBAN TINDAK PIDANA DI MTS DAN MA SE-KECAMATAN BRAJA SELEBAH LAMPUNG TIMUR Permatasari, Ermanita; Trismahwati, Dewi; Fatimah, Siti; Safitri, Nuri; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Peduli : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/pdl.v3i2.675

Abstract

Anak merupakan amanah dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang di dalamnya melekat kehormatan dan harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak juga mempunyai hak asasi manusia yang diakui oleh masyarakat dunia. Perkembangan kepribadian anak yang utuh dan harmonis memerlukan lingkungan keluarga yang bahagia, penuh kasih sayang dan pengertian. Kecamatan Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur merupakan salah satu daerah di Kabupaten Lampung Timur yang memiliki data tingkat kenakalan remaja yang cukup tinggi. Kecamatan Braja Selebah terdiri dari 7 kelurahan yang dikenal sebagai kota santri dan kota pelajar, selain memiliki aspek positif juga mempunyai potensi kenakalan remaja sehingga perlu dilakukan upaya preventif dan represif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Di Kecamatan Braja Selebah terdapat 4 (Empat) MTs, 3 (Tiga) MA. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penelitian berbasis partisipasi yang dikenal dengan nama Participatory Action Research (PAR). Pendampingan dilakukan dengan melakukan pendekatan kepada anak melalui lembaga pendidikan dengan memberikan penyuluhan, pendampingan, penyuluhan dan advokasi di MTs dan MA se-Kecamatan Braja Selebah sebagai upaya preventif. Kemudian dilakukan pendampingan dan advokasi terhadap Kenakalan Remaja di sekolah-sekolah tersebut. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan mengurangi angka kenakalan remaja yang terjadi di Kecamatan Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur.
KELUARGA HARMONIS DALAM BERPIKIR JARINGAN (Telaah Mubadalah Terhadap Hak Dan Kewajiban Suami Istri) Agus Hermanto; Safitri, Nuri; Hidayat, Iman Nur
AS-SALAM Vol 13 No 1 (2024): PENDIDIKAN DAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF MASA DEPAN
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/assalam.v13i1.692

Abstract

Mewujudkan keluarga sakinah dalam sebuah rumah tangga bukanlah hal mudah, bahkan tidak sedikit rumah tangga yang retak dan bahkan berujung pada perceraian akibat tidak terwujudnya hak dan kewajiban antara keduanya. Untuk menjembatani hal tersebut maka butuh berpikir jaringan agar sebuah rumah tangga dapat terwujud dengan benar, karena pasangan suami istri pada mulanya adalah unsur lain, dengan adanya akad nikah, hingga keduanya menyatu dalam sebuah ikatan yang sah dan kokoh. Bagaimana upaya mewujudkan keluarga yang harmonis dalam berpikir jaringan? Penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang harmonis dengan berpikir jaringan, sehingga komunikasi antara keduanya dapat terwujud. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library reseach) dalam bentuk kualitatif, karena penelitian ini akan menggiring pada sebuah analisa yang mendalam dalam berpikir jaringan demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan terwujudnya hak dan kewajiban suami istri dengan benar. Keluarga yang harmonis dalam berpikir jaringan adalah upaya menyatukan dua pasangan yang terikat dalam sebuah ikatan suci (mitsaqan ghalidzan) yang mulanya orang lain, sehingga terikat dalam sumpah yang bermartabat yang disaksikan oleh keluarga besar dan para saksi dan ditandai dengan mahar. Keterlibatan orang-orang penting tersebut dalam sebuah akad nikah merupakan sebuah jaringan untuk menyatukan keduanya dan merupakan tanggungjaeab bagi keduanya untuk menjalankan hak dan kewajiban merupakan hal yang mutlak demi keharmonisan.
The Relevance of Ibn Qudamah's Thought on the Transfer of Family Waqf Assets in the Contemporary Era: A Normative Study of Islamic Family Law Safitri, Nuri; Saputra, Nugraha Adi; Permatasari, Ermanita; Abdulghani, Naser Ali; Abdurrohman, Sayyid; Fitria, Rizki Anisa
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 7 No. 1 (2024): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v7i1.6760

Abstract

Purpose - The practice of family waqf is basically in accordance with sharia and has a legal basis in fiqh. However, its existence is debated because it is considered less productive and its allocation is limited to the family of the waqif, so in various Muslim countries this waqf practice has been abolished. This study aims to determine the relevance and flexibility of Ibn Qudamah's thoughts on waqf towards the transfer of family waqf into productive waqf intended for the general public. This study is framed in contemporary Islamic family law studies that emphasize the social role of the family in society. Methods - This research is a descriptive qualitative library research. Primary data is taken from the book “Al-Mughni” by Ibn Qudamah and supplemented by secondary data in the form of books, journal articles, proceedings articles, theses, theses, and other literature related to the transfer of waqf. The data was collected using the documentation method and analyzed using content analysis techniques. Findings - Based on Ibn Qudamah's thinking, the transfer of the function of family waqf assets is possible if there is no shar'i impediment. Switching the function of family waqf into productive waqf intended for the general public must be done through deliberation between the nadzir, waqif, and also family members. In the perspective of contemporary Islamic family law, the transfer of family waqf functions is one of the efforts to strengthen the social role of the family in the community. This is one of the indicators of a maslahat family and is in accordance with the principle of hifz al-maal (protecting property). Research limitations - This research is limited to normative studies that relate Ibn Qudamah's thoughts with waqf practices in Indonesian society. Given this limitation, future research is expected to continue the findings in this study by using an empirical approach that integrates with other sciences. Originality - This research is expected to be a normative and practical reference to the practice of family waqf function transfer in Indonesia. This is because not many studies have examined this issue, especially from the perspective of contemporary Islamic family law.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP HUTANG PIUTANG DENGAN JAMINAN SAWAH Anggara, Falufi; Safitri, Nuri
EKSYDA: Jurnal Studi Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 2 (2022): EKSYDA
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/eksyda.v2i2.767

Abstract

Debt and credit transactions are permissible in Islam as long as they do not contradict Islamic principles. In practice, such transactions are often supported by collateral to strengthen the agreement between the involved parties. This study aims to examine the practice of debt agreements with paddy field collateral in Gunung Tiga Village, Batanghari Nuban Subdistrict, East Lampung, and to analyze the Islamic legal perspective on the prohibition of taking collateral before the contract period ends. The research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews and documentation. The findings indicate that the debt practices in the village comply with the pillars and conditions of a valid contract in Islamic law. Taking the collateral before the end of the contract is not permitted unless the debtor is unable to repay the debt. In such cases, the collateral serves as a substitute for the unpaid debt, functioning as a form of protection for the creditor's rights. This research is expected to contribute theoretically to the body of knowledge in Islamic jurisprudence and practically as a reference for the implementation of debt agreements with collateral.
PENDAMPINGAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH IAIN METRO DALAM PUBLIKASI KARYA ILMIAH Safitri, Nuri
Jurnal Peduli : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/pdl.v4i2.749

Abstract

Pendampingan dalam publikasi karya ilmiah bagi mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah IAIN Metro menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi akademik serta mendukung standar mutu perguruan tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang konsep dasar penulisan artikel ilmiah, strategi pencarian referensi berkualitas, cara menghindari plagiarisme, serta proses registrasi dan publikasi melalui Open Journal System (OJS). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan blended learning (offline dan online). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah dan mempublikasikannya secara mandiri. Mahasiswa mampu melakukan registrasi akun jurnal, memahami gaya selingkung jurnal ilmiah, serta melakukan submit artikel melalui OJS. Kendati demikian, tantangan dalam membangun budaya menulis masih menjadi perhatian, sehingga dibutuhkan kesinambungan dalam bimbingan serta pembentukan komunitas menulis untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan mahasiswa.
Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Saham Minoritas dalam Kasus Sengketa Perusahan Wahyudi, Wahyudi; Muhammad Tauvic Annur; Safitri, Nuri; Sakirah, Sakirah
al-Battar: Jurnal Pamungkas Hukum Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/al-battar.v2i2.233

Abstract

Legal protection for minority shareholders in corporate disputes is a crucial aspect in maintaining the principles of fairness and balance in corporate governance. Minority shareholders are often in an unbalanced position due to the dominance of majority shareholders in strategic decision-making. This study aims to analyze the forms of legal protection available to minority shareholders in Indonesia and evaluate the effectiveness of their implementation. The research method used is normative juridical with a legislative approach, literature study, and case analysis. The results of the study show that there are two main forms of legal protection, namely preventive (through the right to information, the right to vote in the GMS, and the right to object) and repressive (through the right to sue, arbitration mechanism, and mediation). However, the effectiveness of this protection is still constrained by the dominance of majority shareholders, limited access to information, and low legal awareness among minority shareholders. The discussion in this article highlights the need to strengthen regulations, increase corporate transparency, legal education, and optimize non-litigation dispute resolution to create a fairer and more functional legal protection system for minority shareholders.
MENGGAGAS TA’ARUF DAN KHITBAH YANG BERKEADILAN: Tela’ah Kitab Mambaus Sa’adah Karya KH. Faqihuddin Abdul Qodir Safitri, Nuri; Jaenuri
Usrotuna: Journal of Islamic Family Law Vol. 1 No. 1 (2024): Usrotuna: Journal of Islamic Family Law
Publisher : Taskuliah Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Marriage is realized through a series of aspects known as ta'aruf and khitbah. The implementation of khitbah is very important as well as the implementation of aqad, except that the implementation of this khitbah is a precursor before the contract. The problem to be studied is how the concept of ta'aruf and khitbah in the book of Mamba'us Sa'adah. The research method in this writing is library research, by reading and collecting books that discuss the problems of ta'aruf and khitbah. The reason the author chooses from the thoughts of Kh. Faqih is the concept of khitbah which must be done fairly for both the male and female parties. Ta'aruf and khitbah are the initial foundation for starting a good marriage. The concept of ta'aruf and khitbah in the book of Mamba'us Sa'adah is as follows. 1) knowing the religion, 2) knowing each other, 3) knowing each other's temperament, 4) not starting with coercion and lies, 5) not proposing someone else's proposal. Thus, of course, the concept of justice in khitbah is very important to do. Abstrak Pernikahan terwujud dengan melalui beberapa rangkaian aspek yang dikenal dengan ta’aruf dan khitbah. Pelaksanaan khitbah menjadi sangat penting seperti halnya pelaksanaan aqad, hanya saja pelaksanaan khitbah ini menjadi pendahulu sebelum adanya akad. Adapun permasalahan yang akan dikaji adalah bagaimana konsep ta’aruf dan khitbah dalam kitab mamba’us sa’adah. Metode penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan cara membaca dan mengumpulkan buku-buku yang mebahas tentang permasalahan ta’aruf dan khitbah. Alasan penulis memilih dari pemikiran Kh. Faqih adalah konsep khitbah yang harus dilakukan secara adil baik bagi pihak laki-laki dan perempuan. Ta’aruf dan khitbah adalah pondasi awal untuk mengawali sebuah pernikahan yang baik. Adapun konsep ta’aruf dan khitbah dalam kitab mamba’us sa’adah adalah sebagai berikut. 1)mengetahui agamanya, 2) saling mengenal satu sama lain, 3) mengetahui perangai satu sama lain, 4) tidak memulai dengan paksaan dan kebohongan, 5) tidak meminang pinangan orang lain. Dengan demikian tentunya konsep keadilan dalam khitbah sangar penting untuk dilakukan.