Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TITIK BERANGKAT STRATEGI KEAMANAN NASIONAL Arayunedya, Semy
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): Titik Berangkat Strategi Keamanan Nasional
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v8i1.235

Abstract

Keamanan (security) dalam konteks politik negara dan hubungan internasional adalah sebuah konsep yang menawarkan jaminan di mana tiap warga negara, masyarakat, dan negara dapat hidup dalam keadaan aman. Konsep ini cukup kontroversial karena setidaknya memuat dua hal: fleksibilitas definisi ancaman (notion of threat) dan subjektivitas dari referent object (komunitas masyarakat atau negara) . Keduanya saling berkait. Ancaman dapat didefinisikan oleh referent object yang biasanya diperankan negara atau rezim pemerintah. Begitu ditentukan definisinya, negara mulai menggambarkan jenis dan skala ancaman terhadap teritori, kedaulatan, ideologi.
KEGAGALAN MEDIASI PADA RELOKASI PENDUDUK KAMPUNG PULO JAKARTA TIMUR: BELAJAR DARI KASUS MEDIASI LSM CM Arayunedya, Semy
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.092 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v6i2.310

Abstract

Berbagai program utama pemprov DKI seperti normalisasi sungai, RTH, dan pembangunan rusun mengakibatkan sebagian masyarakat berpenghasilan rendah direlokasi dari tempat tinggal asal ke rusun. Relokasi sering menimbulkan konflik antara pemerintah provinsi (pemprov) DKI dengan warga. Dalam tahap konflik tertentu, pihak ketiga atau mediator dibutuhkan untuk menengahi keduabelah pihak. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kegagalan mediasi sehingga eskalasi konflik memuncak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan, wawancara interaktif, buku, dan media visual. Data tersebut dianalisis dengan teori dan konsep mengenai mediasi, perancangan dan pengelolaan kota, dan keamanan nasional Indonesia. Hasil penelitian menyimpulkan penyebab kegagalan mediasi. Upaya mediasi tidak didasari dengan aspek keamanan nasional. Kerangka model Glasl yang dapat mengetahui intervensi yang tepat terhadap konflik tidak digunakan. Upaya mediasi juga diinisiasi oleh warga sehingga mandat kepada mediator hanya dari warga saja. Selanjutnya, Lembaga Swadaya Masyarakat Ciliwung Merdeka (LSM CM) sebagai mediator tidak dapat mengidentifikasi fakta, motivasi, pilihan solusi, dan cek realita dengan jelas. LSM CM juga tidak melakukan pendekatan mediasi secara transformatif yang mendorong pemprov DKI dan warga untuk mengakui kesalahan masing-masing. Hal tersebut mengaburkan para pihak terhadap perancangan dan pengelolaan kota sebagai inti kebutuhan para pihak.Kegagalan terakhir disebabkan karena pelaksanaan mediasi tidak disiapkan dan dilaksanakan sesuai standar. Kata kunci: mediasi, relokasi, perancangan dan pengelolaan kota, keamanan nasional, Indonesia
Terorisme Nasionalistis a la Balkanisasi Semy Arayunedya; Semmy Tyar Armandha
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 7 No 1 (2020): Kebenaran Sebagai Oasis Masyarakat
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v7i1.135

Abstract

Pemaknaan terhadap suatu kata atau realita, pada dasarnya, bergantung pada konteks tertentu. Latar belakang sosial, ekonomi, politik, budaya, serta ideologi  mempengaruhi interpretasi pada realita. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang yang berbeda pada narasi terorisme yang selama ini identik dengan ekstremisme agama. Narasi mengenai terorisme masih didominasi oleh entitas yang memiliki kekuatan, umumnya oleh negara. Sikap nasionalisme, yang selama ini juga digaungkan dan diusung oleh negara, ternyata memiliki pengaruh dalam aksi terorisme. Istilah balkanisasi, yang bersumber dari perpecahan negara-bangsa di Semenanjung Balkan, juga digunakan sebagai model untuk menanamkan nasionalisme. Dikupas dengan hermeneutika radikal, tulisan ini akan menunjukkan bahwa tindakan terorisme dapat dilakukan melalui penggunaan istilah balkanisasi yang dibingkai dalam narasi nasionalisme.KATA-KATA KUNCI: balkanisasi, nasionalisme, terorisme, hermeneutika radikal
Virus: Sebuah Diskursus Semy Arayunedya
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 7 No 2 (2020): Virus: Sebuah Diskursus
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v7i2.181

Abstract

“Apakah kebenaran itu?” merupakan sebuah pertanyaan klasik manusia sepanjang abad. Konon, barang siapa mendapatkan jawaban ini maka manusia akan berbahagia karena mengenal jati dirinya dan hidup selaras dengan sesama dan alam raya. Sudah barang tentu jawaban ini tidak mudah diraih. Penggalian manusia akan kebenaran menempuh perjalanan terjal dan berkelok. Pena-pena yang menggoreskan huruf di lembaran sejarah mengisahkan ketegangan dan kerap menumpahkan darah. Lalu, lembaran seperti apa yang akan kita unjukkan bagi generasi mendatang mengenai pencarian akan kebenaran atas isu yang kita hadapi hari-hari ini?
Terorisme Nasionalistis a la Balkanisasi Semy Arayunedya; Semmy Tyar Armandha
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 7 No 1 (2020): Kebenaran Sebagai Oasis Masyarakat
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v7i1.135

Abstract

Pemaknaan terhadap suatu kata atau realita, pada dasarnya, bergantung pada konteks tertentu. Latar belakang sosial, ekonomi, politik, budaya, serta ideologi  mempengaruhi interpretasi pada realita. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang yang berbeda pada narasi terorisme yang selama ini identik dengan ekstremisme agama. Narasi mengenai terorisme masih didominasi oleh entitas yang memiliki kekuatan, umumnya oleh negara. Sikap nasionalisme, yang selama ini juga digaungkan dan diusung oleh negara, ternyata memiliki pengaruh dalam aksi terorisme. Istilah balkanisasi, yang bersumber dari perpecahan negara-bangsa di Semenanjung Balkan, juga digunakan sebagai model untuk menanamkan nasionalisme. Dikupas dengan hermeneutika radikal, tulisan ini akan menunjukkan bahwa tindakan terorisme dapat dilakukan melalui penggunaan istilah balkanisasi yang dibingkai dalam narasi nasionalisme.KATA-KATA KUNCI: balkanisasi, nasionalisme, terorisme, hermeneutika radikal
Virus: Sebuah Diskursus Semy Arayunedya
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 7 No 2 (2020): Virus: Sebuah Diskursus
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v7i2.181

Abstract

“Apakah kebenaran itu?” merupakan sebuah pertanyaan klasik manusia sepanjang abad. Konon, barang siapa mendapatkan jawaban ini maka manusia akan berbahagia karena mengenal jati dirinya dan hidup selaras dengan sesama dan alam raya. Sudah barang tentu jawaban ini tidak mudah diraih. Penggalian manusia akan kebenaran menempuh perjalanan terjal dan berkelok. Pena-pena yang menggoreskan huruf di lembaran sejarah mengisahkan ketegangan dan kerap menumpahkan darah. Lalu, lembaran seperti apa yang akan kita unjukkan bagi generasi mendatang mengenai pencarian akan kebenaran atas isu yang kita hadapi hari-hari ini?
TITIK BERANGKAT STRATEGI KEAMANAN NASIONAL Semy Arayunedya
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 8 No 1 (2021): Titik Berangkat Strategi Keamanan Nasional
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v8i1.235

Abstract

Keamanan (security) dalam konteks politik negara dan hubungan internasional adalah sebuah konsep yang menawarkan jaminan di mana tiap warga negara, masyarakat, dan negara dapat hidup dalam keadaan aman. Konsep ini cukup kontroversial karena setidaknya memuat dua hal: fleksibilitas definisi ancaman (notion of threat) dan subjektivitas dari referent object (komunitas masyarakat atau negara) . Keduanya saling berkait. Ancaman dapat didefinisikan oleh referent object yang biasanya diperankan negara atau rezim pemerintah. Begitu ditentukan definisinya, negara mulai menggambarkan jenis dan skala ancaman terhadap teritori, kedaulatan, ideologi.
Agama dan Keamanan Semy Arayunedya
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 8 No 2 (2021): Agama dan Keamanan
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v8i2.272

Abstract

The change in the security paradigm still remains an opportunity for religions to make the bargaining power of ideas  about world’s affairs. People and  religion institutions should participate and contribute on  exact science to the humanities  from the present range to the future. Certainly, it doesn't just stop when we  work hard to help natural disasters victims,  overcoming poverty, uphold human rights, or fight for a decent living environment, and the universal mission of religion  but also to focus on human flourishing. This mission can only be accomplished by turning from the love of pleasure, which is the main axis of today's culture, to the pleasure of love.