Abstrak: Kajian tentang potensi aset umat dan tata kelolanya menjadi kajian yang patut diberi porsi lebih. Al-Jihad sebagai salah satu lembaga yang mengelola aset umat tampak memiliki model tata kelola yang menarik untuk dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, fokus utama kajian ini berkisar dua hal: Bagaimana tata kelola aset umat di Yayasan al-Jihad Surabaya; dan bagai analisis hukum Islam terkait tata kelola tersebut. Kajian ini adalah kajian lapangan yang mempergunakan pendekatan filosofis. Data diperoleh dari wawancara langsung terhadap beberapa tokoh yang terkait langsung dengan objek kajian. Data terkumpul dianalisis kritis secara mendalam, dan analisis compare-contrast dilakukan guna memperoleh validitas data yang diperoleh. Penelitian ini mengkonfirmasi setidaknya dua kesimpulan besar: Pertama, prinsip skala prioritas (awlāwīyah) memainkan peran besar dalam tata kelola aset umat Islam. Lembaga pendidikan yang baik, sejatinya juga bisa menjelma sebagai lembaga sosial yang dapat mengangkat harkat, martabat dan kesejahteraan lembaga-lembaga yang mengelola aset umat Islam secara umum. Kedua, pemprioritasan atas aspek ḍarūrīyah (primer) dalam sistem tata kelola lembaga pendidikan secara tidak langsung berperan besar dalam mendukung perkembangan lembaga itu sendiri. Lembaga pendidikan yang ideal harus mampu menjadi pusan pendidikan dan pengajaran, namun di lain hal ia harus mampu menjelma sebagai lembaga sosial-kemasyarakatan. Lembaga pendidikan ini tidak hanya mampu menghadirkan proses pendidikan-pengajaran, namun dapat juga memenuhi kebutuhan masyarakat yang paling mendasar, kesejahteraan. Kata Kunci: al-Jihad, DASA, Aset Umat, Dana Sosial, Skala Prioritas. Abstract: The study of the potential of community assets and their governance is a study that deserves to be given more portion. Al-Jihad as one of the institutions that manage people's assets appears to have an interesting governance model to be studied in depth. Therefore, the main focus of this study revolves around two things: How is the governance of people's assets at al-Jihad Foundation Surabaya; and how is the analysis of Islamic law related to this governance. This study is a field research, which uses a philosophical approach. Data is obtained from direct interviews with several figures directly related to the object of study. The collected data were critically analysed in depth, and compare-contrast analysis was conducted to obtain the validity of the data obtained. This research confirmed at least two major conclusions: First, the principle of priority scale (awlāwīyah) plays a major role in the governance of Muslim assets. A good educational institution, in fact, can also be transformed into a social institution that can raise the dignity and welfare of institutions that manage Muslim assets in general. Secondly, the prioritisation of ḍarūrīyah (primary) aspects in the governance system of educational institutions indirectly plays a major role in supporting the development of the institution itself. An ideal educational institution must be able to be a centre for education and teaching, but on the other hand, it must be able to be transformed into a societal institution. This educational institution is not only able to present the education-teaching process, but can also fulfil the most basic needs of society, welfare. Keywords: al-Jihad, DASA, People's Assets, Social Fund, Priority Scale.