Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA: Determinan dan Prospeknya Ma’ruf, Ahmad; Wihastuti, Latri
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 9 Nomor 1, April 2008
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the influence of government expenditure and some other variables that affect the long-term economic growth at provincial level in Indonesia. This study uses panel data analysis which consists of 26 provinces during the period 1980-2006. Data used has been through stasioneritas tests using Augmented Dickey Fuller test (ADF) - Fisher for panel data suggested by Madalla and Wu (1999). The result, stationary data on the first level of difference. This study shows that the coefficient of real government spending is significantly positive. This means that government expenditure has an important role in improving economic growth in Indonesia. pengeluaran pemerintah secara agregat.
COMPARATIVE STUDY OF FASHION AND CONVECTION SMIs IN YOGYAKARTA, SOLO, AND PEKALONGAN Oktavia, Rina; Wihastuti, Latri; Nurpita, Anisa
Review of Management and Entrepreneurship Vol. 4 No. 1 (2020): Review of Management and Entrepreneurship
Publisher : International Business Management - Universitas Ciputra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/rme.v4i1.1219

Abstract

Industri Kecil dan Menengah (IKM) has an important role in the national economy, especially related to its contribution in employment. IKM is able to create jobs in the informal sector and accommodate workers who are not accommodated in the formal sector. The Ministry of Industry establishes the fashion industry as one of the priority industries that will continue to be developed. One of the supporters of the fashion industry is batik which has a high strength of cultural elements so that it can provide high added value. The cities of Yogyakarta, Solo and Pekalongan are known as the centers of batik in Indonesia. IKM fashion and convection especially batik has become a characteristic and livelihood there. However, the performance of the batik industry in Indonesia, including in these three regions, has recently declined. This study aims to conduct a comparative study of fashion and convection IKM in the cities of Yogyakarta, Solo and Pekalongan. The analytical tool used in this research is descriptive analysis. The results of this study indicate that the three regions have different characteristics.
Pengembangan Layanan Transportasi Publik Pendukung Pariwisata Keberlanjutan di Kawasan Pantai Selatan Kabupaten Bantul Narotama, Mohamad Rachmadian; Sa'duddin; Wihastuti, Latri
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v6i2.9149

Abstract

Transportasi merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan atraksi dan destinasi wisata. Bila tidak diatur dengan baik, akan muncul berbagai dampak negatif terutama kemacetan dan polusi udara yang dihasilkan dari kendaraan bersamaan dengan meningkatnya pergerakan wisatawan menuju destinasi wisata. Pergerakan wisatawan menggunakan transportasi publik merupakan solusi yang ideal untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Namun, mengubah kebiasaan bepergian dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum tidak mudah dan memerlukan strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem layanan transportasi publik untuk mendukung pariwisata pantai selatan Bantul yang berkelanjutan. Metode yang digunakan terdiri dari analisa kondisi infrastruktur dan layanan transportasi publik eksisting, analisa permintaan, profil wisatawan, pola pergerakan wisatawan, dan dilanjutkan dengan penyusunan strategi pengembangan layanan transportasi publik. Hasil dari kajian ini berupa rencana pengembangan layanan transportasi publik yang terintegrasi dengan layanan eksisting, termasuk rencana rute perjalanan, prasarana, sarana, dan pengelolaannya. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam perencanaan transportasi untuk mendukung pariwisata keberlanjutan dengan menggunakan data primer terkait karakteristik dan pola pergerakan wisatawan di kawasan wisata pantai selatan Bantul, serta menambahkan aspek kreatif dan budaya dalam konseptualisasi desain transportasi publik.